Tafsir Nusantara dalam Cara Pandang Premis-Ideologis Nasr Hamid Abu Zaid

Rudy Al Hana

Abstract


Abstract: Perceptively, this article will cite Nasr Hamid Abu Zaid view – as scholar in quránic studies and historian of Islamic civilization – to read the whole aspect of Tafsir Nusantara (Nusantara commentary). As we know the Tafsir Nusantara is a product of dialectical tension between Indonesian culture and qur’anic text. Beside of that, Nasr Hamid Abu Zaid had two categorizations in reading the product of Islamic discourse; firstly, ideological premises that construct interpretation based on their basic science, such as fiqh (Islamic Law), theology, and so on. Secondly is dialectical model that cite the context become dominantly influences the product of interpretation. Based on this view, this article will be conducted as figure studies and descriptive analysis in. In the end, this study conclude that Indonesia modes of interpretation should be compatible based on ideological premises and also the context which lived inside the mufassir. 

الملخص:هذا البحث وضع أراء نصر حامد أبو زيد جهة للتفسير الحاضر والناشئ في إندونيسيا. إن لأبي زيد نظرا وفكرا أصليا لعلم التاريخ، وما حول النص، والنص نفسه في تفسير القرأن في عصرنا اليوم. ففي رأيه، أن العلاقة بين النص وما حوله متصلة وهما أوردا قضيتان. الأولي، القضية العلمية التي أثرت المفسر في قراءة النص، وتسمى بالقضية التكليفية الإيديليوجية. الثانية، القضية التناسبية، وهي تكون بالتفاعل والتناسب بين الواقع والنص. وهذا البحث بني على دراسة أفكار الشخص. والخلاصة، أن التفاسير في إندونيسيا لها مزايا وخصائص التي لا تهمل عليها، وهي أيضا تعبر مصدرها إندونيسيا.

Abstrak: Tulisan ini, secara perspektif, ingin menempatkan pandangan Nasr Hamid Abu Zaid, sebagai cara lain melihat komposisi penafsiran yang ada di bumi Nusantara. Sebagaimana dipahami, tafsir nusantara adalah sebuah tafsir yang hadir sekaligus berkembang di Indonesia. Di sisi lain, sosok Nasr Hamid Abu Zaid, juga memiliki cara pandang yang genuine melihat nalar kesejarahan, konteks, dan teks yang dihasilkan dalam penafsiran di era kontemporer. Dalam pembacaan penulis, Nasr Hamid Abu Zaid punya dua model premis bagaimana relasi teks dan konteks bertalian; pertama, premis intelektual yang bisa mempengaruhi seorang mufassir membaca teks itu sendiri, atau yang dipahami sebagai premis otoritatif-ideologis. Kedua, premis dialektis; dimana para mufassir berusaha mengelaborasi perubahan zaman yang ada dihadapi, dengan komposisi teks yang sudah terbangun lama. Tulisan ini akan dikonstruk menggunakan paradigm kajian tokoh. Tulisan ini, pada kesimpulannya, ingin menggambarkan bagaimana sejatinya tafsir khas Indonesia memiliki kandungan pemikiran yang tidak bisa dinafikan dari cara konteks ideologis/dialektis yang ada pada era dan zamannya.


Keywords


Tafsir Nusantara; Premis-Premis Ideologis; Nasr Hamid Abu Zaid

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/dialogia.v18i1.2074

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Dialogia Journal Indexed by:

 ______________________________________________________

DIALOGIA: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"