Negosiasi Identitas dalam Komunikasi Digital Remaja Muslimah Wongsorejo pada Fitur Close Friends dan Feeds Instagram

Authors

  • Chintya Sari Universitas Ibrahimy
  • Nurul Azizah Universitas Ibrahimy

DOI:

https://doi.org/10.21154/dialektika.v3i1.12900

Abstract

Social media has fundamentally transformed communication paradigms by integrating multiple levels of interaction within a single digital network. As digital advancements replace face-to-face interaction, human identity is increasingly created, constructed, and negotiated individually. This dynamic becomes more complex for young Muslim women who face dual demands: appearing ideal and aligned with social media trends while maintaining a self-image consistent with Islamic values and community expectations. Instagram’s Close Friends and Feeds features support this duality. This study examines the role of Digital Communication in the identity negotiation process of young Muslim women in Wongsorejo, using a qualitative method and Dramaturgy theory. Data were collected through in-depth interviews and observation of social media activities. Findings reveal that Muslimah adolescents employ layered digital communication, using Feeds to present a positive, religious, Sharia-compliant public image, while Close Friends becomes a private space for authentic expression, self-disclosure, and privacy management. Instagram functions as a medium for self-representation, personal da’wah, and fulfilling social needs, yet also generates dual pressures to balance social acceptance with integrity as Muslimah. This study contributes to Communication Science by offering deeper insights into how youth manage self-image, privacy, and religious expectations within digital environments.

Keywords: digital communications; identity negotiation; muslim mouth;  Instagram; Wongsorejo 

 

ABSTRAK

Media sosial secara fundamental telah mengubah paradigma komunikasi, menyatukan berbagai tingkat interaksi dalam satu jaringan. Dengan kemajuan digital, interaksi tatap muka sebagian besar tergantikan, sementara identitas manusia kini dibuat, dibangun, dan dinegosiasikan oleh individu. Fenomena ini menjadi lebih kompleks bagi remaja muslimah yang menghadapi tuntutan ganda: tampil ideal sesuai trend media sosial sekaligus menjaga citra diri yang konsisten dengan nilai keislaman dan ekspektasi komunitas. Fitur Instagram seperti Close Friends dan Feeds mendukung dualitas ini. Penelitian ini fokus pada peran komunikasi digital dalam negosiasi identitas remaja muslimah Wongsorejo. Menggunakan metode kualitatif dengan pisau analisis teori Dramaturgy, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi aktivitas media sosial. Temuan menunjukkan remaja muslimah memiliki pola komunikasi digital berlapis: Feeds digunakan untuk membangun citra publik yang baik, religius, dan sesuai syariat, sementara Close Friends menjadi ruang privat untuk ekspresi autentik, keterbukaan diri, dan manajemen privasi. Instagram berfungsi sebagai sarana representasi diri, dakwah personal, dan pemenuhan kebutuhan sosial, namun juga menghadirkan tekanan untuk menyeimbangkan penerimaan sosial dengan keutuhan diri sebagai muslimah. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik pada Ilmu Komunikasi dengan menawarkan pemahaman lebih kaya tentang pengelolaan citra diri, privasi, dan tuntutan keagamaan remaja di era digital.

Kata Kunci: komunikasi digital; negosiasi identitas; remaja muslimah; instagram; wongsorejo

   

 

References

Abdad, M. Y. (2022). Demonstrasi Jaringan: Strategi Alternatif Penyampaian Aspirasi Masyarakat Millenial di Era Transformasi Digital. 20(1), 34.

Abdullah, & Kahlina, D. lin. (2024). Etika Komunikasi Islam Dalam Media Sosial. 1(2), 5.

Agma, A. R. (2025). Peran Media Sosial dalam Membangun Identitas Digital Remaja di Era Postmodern. 1(1).

Alamsya, F. F., Hakim, H. R., Latifah, S. L., & Hamidah, H. dinan. (2024). Konstruksi Identitas Virtual Muslimah Reneur: Meditasi dan Komodifikasi Agama Dalam Akun Instagram @Auliyafadlilah. 6(2), 110.

Amelia, L., & Amin, S. (2022). Analisis Self-Presenting dalam Teori Dramaturgi Erving Goffman pada Tampilan Instagram Mahasiwa. 1(2), 176.

Anjel, S. P., & Jami, K. (2024). Construction of Self-Identity of teenagers Using Instagram Social Media: Phenomenological Study at Islamic University of North Sumatera (UINSU). 12(2).

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang [Web Page]. APJII.

Asty Raisha Agma. (2025). Peran Media Sosial dalam Membangun Identitas Digital Remaja di Era Postmodern. 1(1), 25.

Fajriah, T., & Ningsih, E. R. (2024). Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Interaksi Sosial Di Era Digital. 4(1), 149.

Fathurrrahman, A. R., & Muh. Iqbal, A. (2021). Dakwah digital sebagai sarana peningkatan pemahaman moderasi beragama dikalangan pemuda. 41(2), 174.

Gran, A.-B. (2025). Performing the Not-Not-Me in Social Media: A New Theatrical Typology of Online Self-Presentation. 11(1).

Gunawan, Asayanda, N. A., Sulistyani, H. D., & Yuliyanto, M. (2022). Negosiasi Identitas Perempuan Bercadar dalam Menghadapi Stigma Attached To Identification selama Proses Pembelajaran.

Hasyim, I., & Puspita, A. R. (2025). Fenomena Pilihan Bahasa Sebagai Representasi Identitas Budaya Masyarakat Yogyakarta dalam Seri Film Pendek “Ke Jogja 1, 2 dan 3.” Dialektika, 2(1), 32.

Hidayat, S., & Khadavi, M. jadid. (2024). Transformasi Identitas Keagamaan Santri Melalui Media Sosial di Madrasah Diniyah Salafiyah Riyadlotul Uqul Sumberasih Probolinggo. 6(2), 502.

Himawan, A., & Wahyudi, A. (2019). Dampak Media Sosial pada Identitas Keagamaan Remaja Muslim. 1(1), 86.

Jeremy, D., Sendratari, L. P., & Mudana, I. W. (2025). Interaksi Sosial dalam Media Sosial Ditinjau Dari Teori Dramaturgi Erving Goffman (Studi Kasus SMA Negeri 4 Tangerang Selatan). 7(1), 14.

Kusumawati, S. P., Nihaya, N., AvicenaNurhuda Avicena, H. N., & Alamsyah, D. (2022). Penyampaian Dakwah Islam di Media Sosial Bagi Generasi Z. 3(1), 2.

Marwanda, T. S., Suryani, M. W., Amalia, S., & Dongoran, R. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Pola Komunikasi dan Interaksi Sosial di Kalangan Siswa. 6(1), 219.

Miles, Huberman, & Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methode Sourcebook (3 ed.). USA Sage Publication.

Mokos, I. E. (2025). Konstruksi Identitas Diri Remaja di Media Sosial: Analisis Konsep Dramaturgi Erving Goffman. 4(3), 639.

Peter L, Berger, & Luckmanann, T. (1966). The Social Construction of Reality A Treatise in the Sociology of Knowledge. Anchor Books.

Rahma, A. A. R., Ardianti, H., & Firman, K. (2024). Peran Media Sosial Dalam Dinamika Sosial Masyarakat Kontemporer. 1(2), 25.

Saputri, R., Khomsah, R., Putranto, R. S., Nurbawani, A., & Wathoni, K. (2024). Strategi Pembelajaran Literasi Digital untuk Meningkatkan Literasi Siswa di SMKN 1 Ponorogo. Dialektika, 1(2), 139.

Sari, N., Haeran, Munfarida, A., & Andrasari, M. F. (2024). Dampak Media Sosial terhadap Gaya Hidup dan Identitas Budaya Generasi Muda. 1(1), 37.

Setyawati, A., Rohmah, K. R., & Khoirina, I. (2025). Isu Sosial dalam Cerpen Mengajar Belum Tentu Mendidik Karya Sahari Nor Wakhid: Kajian Sosiologi Sastra Perspektif Alan Swingewood. Dialektika, 2(2).

Siregar, A. S., Parweno, D., & Hariry, S. (2025). Peran Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Islami Remaja di Era Digital: Kajian Psikologi Agama. 4(4), 1160.

Ting-Toomey, S. (1999). Communicating Across Cultures. (Original work published Guilford Press)

Viada, M., & Sani K, A. (2025). Konsep At-Tawazun Terhadap Independent Woment Di Era Generasi Z Menurut Yusuf Al Qardhawi. JSL: Journal Smart Law, 4(1).

Wahyudin, T. R. F., & Haedar Rahman, L. nugraha. (2025). Peran Media Sosial Dalam Perkembangan Keagamaan Anak Usia Remaja. 3(1), 4.

Published

2026-06-24

Issue

Section

Articles