Representasi Krisis Ekologis dalam Lirik Lagu Manusia Terakhir di Bumi Karya Kunto Aji melalui Kajian Semantik
DOI:
https://doi.org/10.21154/dialektika.v3i1.13731Abstract
This study aims to describe the representation of the ecological crisis in the song lyrics of Manusia Terakhir di Bumi by Kunto Aji through a semantic approach focusing on connotative meaning, metaphor, semantic shift, and the function of the lyrics as a medium of ecocriticism. The study is limited to the analysis of linguistic elements representing the relationship between humans and the environment within the song lyrics. This research employed a descriptive qualitative approach using content analysis methods. The data consisted of words, phrases, and sentences containing ecological meanings, while the data source was the lyrics of the song Manusia Terakhir di Bumi. Data were collected through documentation and note-taking techniques, then analyzed through data reduction, classification, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that the ecological crisis is represented through the dominance of connotative meanings and conceptual metaphors depicting environmental degradation, ecological destruction, human remorse, and the loss of ecological harmony. Semantic shifts appear in natural symbols that change from positive meanings into representations of ecological threats. This study concludes that song lyrics function as a medium of ecocriticism that promotes environmental awareness through symbolic and reflective language. This research contributes to strengthening semantic studies of song lyrics through an analysis of connotative meaning, metaphor, and shifting meanings that construct a symbolic and critical representation of the ecological crisis. Furthermore, this research can be used as a medium for ecological reflection and as a learning resource for language and literature to raise environmental awareness through meaning analysis.
Keywords: Semantics; connotative meaning; metaphor; ecocriticism; song lyrics.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi krisis ekologis dalam lirik lagu Manusia Terakhir di Bumi karya Kunto Aji melalui kajian semantik yang berfokus pada makna konotatif, metafora, pergeseran makna, dan fungsi lirik sebagai wahana ekokritik. Penelitian dibatasi pada analisis unsur kebahasaan yang merepresentasikan relasi manusia dan lingkungan dalam lirik lagu tersebut. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung makna ekologis, sedangkan sumber data berasal dari lirik lagu Manusia Terakhir di Bumi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis direpresentasikan melalui dominasi makna konotatif dan metafora konseptual yang menggambarkan degradasi lingkungan, kehancuran alam, penyesalan manusia, dan hilangnya harmoni ekologis. Pergeseran makna tampak pada simbol-simbol alam yang berubah dari makna positif menjadi representasi ancaman ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu berfungsi sebagai medium ekokritik yang membangun kesadaran lingkungan melalui penggunaan bahasa simbolik dan reflektif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian semantik pada lirik lagu melalui analisis makna konotatif, metafora, dan pergeseran makna yang membangun representasi krisis ekologis secara simbolik dan kritis. Di sisi lain penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai media refleksi ekologis serta bahan pembelajaran kebahasaan dan sastra untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui analisis makna.
Kata Kunci: Semantik; makna konotatif; metafora; ekokritik; krisis ekologis
References
Anantama, M. D., & Mustofa, A. (2025). Cara Pandang Manusia terhadap Alam dalam Lirik Lagu Lampung: Tinjauan Ekokritik. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1). https://doi.org/https://doi.org/10.23960/simbol.v13i1.599
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches (4 ed.). Sage Publication.
Dewi, S. K. (2024). Hubungan Manusia dan Alam dalam Lirik Lagu Syifa Sativa: Kajian Eko Kritik. DIVINITAS: Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual, 02(01), 91–106. https://doi.org/10.24071/div.v2i1.7463
Garrard, G. (2011). Ecocriticism (2 ed.). Routledge.
Hanifah, S. R. N., & Puspita, A. R. (2025). Variasi Bahasa Tokoh dalam Film Komang: Kajian Sosiolinguistik. Dialektika: Jurnal Kependidikan, Kebahasaan, dan Kesastraan Indonesia, 2(2), 117–126. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/dialektika.v2i2.12187
Hasanah, D. F., Mulyati, Y., & Hadianto, D. (2023). Quarter Life Crisis (QLC): Kajian Psikolinguistik pada Album Lagu Hindia Menari dengan Bayangan. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 64–82. https://doi.org/10.14421/ajbs.2023.07014
Hasanah, D. F., Rahman, A. A., & Azizah, H. A. (2025). Swear Words as Sociolinguistic Tools of Social Criticism in Jawaban Alina by Seno Gumira Ajidarma. Journal of English Language and Education, 10(6), 390–397. https://doi.org/10.31004/jele.v10i6.1572
Ifan, M., Sulistiana, E., Iryani, E., & Taufiq, A. (2025). Kritik Ekologis dalam Lagu Daerah Bima Karya Cucu Malingi: Kajian Ekokritik dan Critical Discourse Analysis. SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya, 14(1), 114–126. https://doi.org/10.51817/susastra.v14i1.250
Jaszczolt, K. M. (2023). Semantics, Pragmatics, Philosophy: A Journey Through Meaning. Cambridge University Press.
Lakoff, G., & Johnson, M. (2008). Metaphors We Live By. University of Chicago Press.
Maslia, & Patriansah, M. (2024). Analisis semiotika Ferdinand de Saussure pada lirik lagu JKT48 “Langit Biru Cinta Searah.” VisART: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 02(01), 66–76. https://doi.org/https://doi.org/10.61930/visart.v2i1.666
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosda.
Mufidah, I., Rahmadhani, I., & Lestari, I. K. I. (2024). Bahasa Sarkas dalam Film Yowis Ben 2: Analisis Pragmatik pada Dialog Karakter. Dialektika: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.21154/dialektika.v1i2.10256
Palmer, F. R. (1981). Semantics (2 ed.). Cambridge University Press.
Pratama, W., & Sofyaningrum, R. (2025). Musical Language as Humanities Discourse: Ecological Criticism in Navicula’s Songs. Metafora: Education Social Sciences, and Humanities Journal, 9(5), 56–68. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/metafora.v9n1.p56-69
Putra, D. P. (2025). Analisis Semiotika: Kritik Isu Sosial Deforestasi dalam Lirik Lagu “Deru Mesin Peradaban” Karya The Cloves and The Tobacco [Skripsi]. Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Yogyakarta.
Rahayu, S. F., Balqis, N. A., & Nurjanah, E. (2025). Kajian Semantik Nama Julukan Persimpangan Se-Keresidenan Kediri. Dialektika: Jurnal Kependidikan, Kebahasaan, dan Kesastraan Indonesia, 2(2), 107–116. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/dialektika.v2i2.11934
Rahmawati, I., Choironi, M., Walidin, M., & Cahya, A. (2025). Ekostilistika Lagu L.A Menyala: Kajian Stilistika dan Ekokritik. Uktub: Journal of Arabic Studies, 5(2), 188–204.
Rohmah, S. E. A., & Rohmah, K. R. (2025). Representasi Relasi Orang Tua dan Anak dalam Lirik Lagu Selalu Ada di Nadimu: Pendekatan Semiotika Pierce. Dialektika: Jurnal Kependidikan, Kebahasaan, dan Kesastraan Indonesia, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.21154/dialektika.v2i1.11507
Saeed, J. I. (2015). Semantics (4 ed.). John Wiley & Sons.
Stibbe, A. (2015). Ecolinguistics: Language, Ecology and the Stories We Live By. Routledge.
Sulaeman, A., Guci, A. F., & Hun, K. Y. (2021). Ecocritics in Song Lyrics Collection by Barasuara and Its Implication Towards the Indonesian Language Learning Material in Senior High School. Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.22202/jg.2021.v7i1.4569
Widiasmoro, Y. M. S. (2022). Natural Destruction from Heavy Metal Perspective: Ecocritical Reading of Burgerkill’s Selected Song Lyrics. Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature), 6(2), 109–125. https://doi.org/10.33019/lire.v6i2.145
Wibisono, K. A. (2023). Manusia terakhir di bumi [Song]. On Pengantar Purwakanti. Kunto Aji. http://www.youtube.com/channel/UCp-bz9ZkNgpFL1RYu8_vb2Q
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dina Fitria Hasanah, Adenarsy Avereus Rahman, Furoidatul Husniah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



