Perspektif Fatwa DSN MUI NO.75/DSN MUI/VII/2009 Tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) Terhadap Bisnis Herbalife di Nutrition Club Cupid Ceria Kota Madiun

Yosy Arik Putri Lestari(1*), Khusniati Rofiah(2)
(1) Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(2) Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/invest.v1i2.2663

Abstract

The purpose of this study was to find out how the perspective of the DSN MUI fatwa No.75 / DSN MUI / VII / 2009 on PLBS on Herbalife business practices at the Nutrition Club Cupid Ceria Madiun City related to price, royalty, and the concept of ighra'. This research uses field research methods with a qualitative approach. The results of this study can be seen that 1) The price of Herbalife products is not following the DSN MUI fatwa No.75 / DSN MUI / VII / 2009 concerning PLBS because it is included in the Excessive Markup category because the product price is relatively high and does not match the profit-sharing 2) Royalty in the Herbalife bonus system is fully following the DSN MUI fatwa No.75 / DSN MUI / VII / 2009 regarding PLBS because bonuses are the result of actual work, the amount is precise, not passive income and there is no exploitation or injustice. 3) Royalty in business Herbalife is also following the DSN MUI fatwa No.75 / DSN MUI / VII / 2009 regarding PLBS, which is not included in the ighra ' category because initially businessmen are not immediately interested in bonuses in this business but are only interested in the product results they want to achieve.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perspektif fatwa DSN MUI No.75/DSN MUI/VII/2009 tentang PLBS tentang praktik bisnis Herbalife di Nutrition Club Cupid Ceria Kota Madiun terkait harga, royalti, dan konsep dari igra'. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 1) Harga produk Herbalife tidak mengikuti fatwa DSN MUI No.75/DSN MUI/VII/2009 tentang PLBS karena termasuk dalam kategori Markup Berlebihan karena harga produk relatif tinggi dan tidak sesuai dengan bagi hasil 2) Royalti dalam sistem bonus Herbalife sepenuhnya mengikuti fatwa DSN MUI No.75/DSN MUI/VII/2009 tentang PLBS karena bonus merupakan hasil kerja nyata, besarannya tepat, bukan pendapatan pasif dan tidak ada eksploitasi atau ketidakadilan. 3) Royalti dalam bisnis Herbalife juga mengikuti fatwa DSN MUI No.75/DSN MUI/VII/2009 tentang PLBS yang tidak termasuk dalam kategori ighra>' karena pada awalnya pengusaha tidak langsung tertarik dengan bonus dalam bisnis ini tetapi hanya tertarik pada hasil produk yang ingin mereka capai.

Keywords


Excessive Markup; Ighra’; Royalty

References


Albaum, Gerald, dan Robert A Peterson. “Multilevel (network) marketing: An objective view.” The Marketing Review 11, no. 4 (2011): 347–61.

APLI Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. “Daftar Anggota,” 2018. http://www.apli.or.id/de/anggota/ .

Bahardin, Moh. “Multi Level Marketing (MLM) Dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Mustashfa: Asas 3, no. 1 (2011).

Bhinadi, Ardito. Muamalah Syar’iyyah Hidup Barokah. Yogyakarta: Deepublish, 2012.

Damanuri, Aji. Metodologi Penelitian Muamalah. Ponorogo: STAIN Po Press, 2010.

Dewan Syariah Nasional MUI. “Daftar Perusahaan Penjualan Langsung Berjenjang Syariah,” 2018. https://dsnmui.or.id/daftar-perusahaan-penjualan-langsung-berjenjang-syariah/ .

———. Himpunan Fatwa Keuangan Syariah. Jakarta: Dewan Syariah Nasional MUI, 2014.

Dewi, Gemala. Hukum Perikatan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.

Herbalife. Buku 4 Rencana Penjualan & Pemasaran dan Aturan Bisnis, t.t.

Keep, William W, dan Peter J Vander Nat. “Multilevel marketing and pyramid schemes in the United States.” Journal of Historical Research in Marketing 6, no. 4 (2014). https://doi.org/10.1108/JHRM-01-2014-0002 .

Kuswara. Mengenal MLM Syariah. Tangerang: Amal Actual, 2005.

Mardalis, Ahmad, dan Nur Hasanah. “Multi-Level Marketing (MLM) Perspektif Ekonomi Islam.” Falah: Jurnal Ekonomi Syariah 1, no. 1 (2016): 19–37.

Marimin, Agus, Abdul Haris Romdhoni, dan Tira Nur Fitria. “Bisnis Multi Level Marketing (MLM) dalam Pandangan Islam.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 2, no. 2 (2016).

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Remaja Rosda Karya, 2011.

Nat, Peter J Vander, dan William W Keep. “Marketing fraud: An approach for differentiating multilevel marketing from pyramid schemes.” Journal of Public Policy & Marketing 21, no. 1 (2002): 139–51. https://doi.org/10.1509/jppm.21.1.139.17603 .

Rahmah, Lailatur, Wawan Juandi, dan Muhammad Shaleh. “Bisnis Multi Level Marketing dalam Tinjauan Fatwa DSN MUI No: 75/DSN-MUI/VII/2009 (Studi Kasus Pada Member MLM 4Jovem di Situbondo).” Istidlal: Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam 1, no. 2 (2017): 100–111.

Rahmawaty, Anita. “Bisnis Multi Level Marketing Dalam Perspektif Islam.” Equilibrium 2, no. 1 (2014).

Soenjoto, Wening Purbatin Palupi. “Manifestasi MLM dalam Perspektif Syariah terhadap Paradoks dan Euforia Masyarakat Indonesia.” At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah 4, no. 1 (2016): 71–91.

Sukardi, Didi, dan Suci Maesaroh. “Multilevel Marketing PT. Harmoni Dinamik Indonesia Cabang Cirebon dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif.” Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah 3, no. 1 (2018): 85–99.


Article Statistic

Abstract view : 161 times
PDF (Bahasa Indonesia) views : 20 times

How To Cite This :





Copyright (c) 2021 Yosy Arik Putri Lestari