Ibu melewati fase transisi peran pengasuhan awal dalam membesarkan anak sehingga membutuhkan panduan dan dukungan yang biasanya diperoleh dari orang tua, keluarga terdekat, teman, dan fasilitas kesehatan. Ibu muda atau milennial lebih memilih media sosial sebagai sumber informasi terkait parenting sebab dianggap sebagai media yang lebih kredibel untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman tentang parenting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai perilaku ibu terhadap internet dan media sosial sebagai sumber infromasi parenting dan kesehatan anak di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview) untuk menggali secara mendalam persepsi ibu. Responden dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang berdomisili di Kota Depok dan memiliki anak berusia 0–5 tahun, dengan latar belakang sosioekonomi yang beragam (dalam hal pekerjaan dan tingkat pendidikan) serta dilakukan dengan psikolog anak guna memperoleh pandangan profesional. Wawancara menghasilkan topik utama dalam persepsi ibu. Topik utama dalam penelitian ini adalah 1) perilaku tentang parenting dan kesehatan, 2) informasi yang dicari terkait parenting dan kesehatan, 3) dampak positif dan dampak negatif. Media sosial memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri dan pengetahuan ibu dalam pengasuhan, namun juga dapat menimbulkan tekanan psikologis akibat ekspektasi sosial dan informasi yang berlebihan. Validasi dari psikolog menunjukkan bahwa penggunaan media sosial oleh ibu dapat memberikan manfaat signifikan selama diiringi dengan sikap kritis dalam memilih dan mengelola informasi.