Creating the Ideal Community as A Root of Fethullah Gulen’s View on Gender Equality

Akhmad Rizqon Khamami

Abstract


Abstract: This article discusses the roots of Gulen's view on gender equality and its roles within the movement, which constitutes an example of an Islamic movement that can adapt in the contemporary era and becomes progressive Islam. Conversely, Gulen’s view on gender belongs to the conservative movement. By employing functionalism, this article tries to seek and delve into the theme. It further argues that the movements' mission to create “the ideal community” is the driving ideology on gender relations. Examining some important scholarly findings on the movement and works by its founder Fethullah Gulen, the women’s position is unequally subordinated to that of men, as their initial functions to obey their husbands and to maintain family’s honor. Importantly, their role is limited to educate their children to deliver "the next golden generation”. Thus, it is reasonably true that Gulen’s view on women’s rights and gender relations is envisioned along with the movement's mission to transform the society towards the ideal community that in turn sacrifices women’s freedom and liberty.

الملخص: يناقش هذا المقال أفكار كولن حول العلاقات بين الجنسين. السؤال في هذا المقال ، ما هي جذور الفكرة بين الجنسين عند كولن؟ يفترض المؤلف أن فكرة كولن تم تطويرها من طموحات كولن لإنشاء مجتمع مثالي. أنطلاقا منها، يتم إعطاء المرأة وظيفة لتعليم الأطفال ، وطاعة لزوجها ، والحفاظ على الشرف ، وتكون على استعداد لتكون تابعة للرجال في الأسرة والمجتمع. يضع كولن النساء كأول معلمات لأطفالهنّ وتم تكليفهن بتربيتهم ليكونوا جيلا ذهبيّا في  المستقبل. أعرب كولن عن حقوق المرأة والعلاقات بين الجنسين من أجل التحول الاجتماعي إلى مجتمع مثالي. ومن أجل تكوين هذا المجتمع المثالي فتكاليفه هي تخضع النساء تحت الرجال.

Abstrak: Artikel ini mengupas akar pemikiran Gulen tentang persamaan gender dan peran perempuan di tengah-tengah gerakan Gulen. Sejauh ini gerakan Gulen merupakan sebuah contoh gerakan Islam yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kontemporer dan dianggap sebagai gerakan Islam progresif. Akan tetapi, pandangan Gulen tentang gender justru merefleksikan warna konservatif. Dengan menggunakan pendekatan fungsionalisme, artikel ini berupaya menggali dan mengupas persoalan akademik tersebut. Artikel ini mengungkapkan bahwa misi gerakan Gulen dalam menciptakan “masyarakat ideal” merupakan ideologi pendorong atas warna pandangan Gulen tentang hubungan gender dan peran perempuan. Sejumlah temuan tentang gerakan dan dari karya-karya Gulen mengungkapkan bahwa di mata Gulen posisi perempuan berada di bawah laki-laki dengan fungsi untuk mematuhi suami dan menjaga kehormatan keluarga. Peran perempuan dibatasi pada mendidik anak-anak mereka agar menjadi “generasi emas”. Karena itu, pandangan Gulen tentang relasi gender dan hak perempuan memperoleh bentuk senada dengan misi gerakan ini yang ingin mengubah masyarakat menjadi sebuah masyarakat ideal meskipun pada gilirannya harus mengorbankan kebebasan perempuan.


Keywords


Fethullah Gulen; Gulen Movement; feminism; gender equality

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/altahrir.v19i2.1688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats