RUWAT SUKERTA SENGKALA BUMI PRAJA NUSANTARA, SEBAGAI KOMUNIKASI BUDAYA MASYARAKAT UMBUL UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI

  • NANDA ELMA FITRIANI IAIN Ponorogo
  • GALIH AKBAR PRABOWO INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
Abstract views: 303 ,

Abstract

Artikel ini membahas tentang tradisi ruwatan atau Ruwat Sengkolo Bumi Projo yang dilakukan setiap memperingati tahun baru Islam 1 Muharram. Dalam acara ruwatan ini kegiatan yang dilakukan adalah kirab tumpeng, kurasan sumber belerang Umbul, dan juga jamasan atau memandikan pusaka kasepuhan. Tradisi tersebut terus dilakukan untuk melestarikan warisan nenek moyang. Penelitian ini mengkaji tentang tradisi Ruwat Sengkolo Bumi Projo di Desa Umbul Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi atau arsip. Analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa ruwat sengkolo bumi projo ini merupakan budaya sekaligus menjadi adat istiadat masyarakat Umbul sejak zaman dahulu. Pelestarian budaya ini memiliki nilai filosofis yang menggambarkan bahwa masyarakat menerima rezeki yang melimpah atas nikmat dan karunia yang di berikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini bisa digunakan sebagai sumber sejarah lokal dalam memahami aspek adat istiadat yang berlaku.

 

References

Aryanti, Risma dan Ashif az Zafi. “Tradisi Satu Sura di Tanah Jawa Dalam Perspektif Hukum Islam.” Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 2020, Volume 4, No. 2.

Ayu Fibramantya Adi, Hardiyati, Istijabatul Aliyah. “Dinamika Relasi Sosial Dalam Aktivitas Kirab Budaya Grebeg Sudiro.” Cakra Wisata Volume 20. (2019).

Ayu Wisnu Wardani, Dewi. “Ritual Ruwatan Murwakaladalam Religiusitas masyarakat Jawa.” Jurnal Widya Aksara Vol. 25 No (2020).

Bakti, Andi Faisal. Communication and Family Planning in Islam Indonesia: South Sulawesi Muslim Perception of a Global Development Program, n.d.

Cahyanti, Ika, S. Sukatman, and Furoidatul Husniah. “Mitos Dalam Ritual Ruwatan Masyarakat Madura Di Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.” Jurnal Edukasi 4, no. 1 (2017): 13. https://doi.org/10.19184/jukasi.v4i1.5084.

Darmoko. “Ruwatan: Upacara Pembebasan Malapetaka Tinjauan Sosiokultural Masyarakat Jawa.” Makara, Sosial Humaniora Vol. 6 No. (2002).

Dewanto. “Bentuk, Funsi dan Makna Leksikon Sedekah Bumi Pada Masyarakat Kampung Menganti Gresik.” Ojs.Unud, n.d.

Dono Karmadi, Agus. “Budaya Lokal Sebagai Warisan Budaya Dan Upaya Pelestariannya,” n.d.

Fauzan, Rikza, and Nashar Nashar. “‘Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya’ (Kajian Historis Dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede Di Kota Serang).” Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah 3, no. 1 (2017): 1. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882.

Hari Jumanto. “Purwadi.” S.S Op. Cit (n.d.).

Herdiani, Een. “Metode Sejarah Dalam Penelitian Tari.” Jurnal Seni Makalangan 3. no. 2 (2016): 33–45.

Kistanto, Nurdien Harry. “Tentang Konsep Kebudayaan.” Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan 10, no. 2 (2017): 1–11. https://doi.org/10.14710/sabda.v10i2.13248.

Komunikasi, A Pengertian, W Wilmot, and Kenneth K Sereno. “Komunikasi Antar Budaya,” 2012, 1–6.

Liliweri, Allo. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Edited by LKIS Yogyakarta. Yogyakarta, n.d.

Liliweri, Alo. Pengantar Studi Kebudayaan. Edited by Penerbit Nusa Media. Bandung, 2018.

Ni Wayan Sartini. “Menggali Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, Dan Paribasa).” Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra Volume V N (2009).

Nugroho, Hassan. “Dimensi Teologi Dalam Ritual Sedekah Bumi Masyarakat Made.” Jurnal Keislaman Dan Humaniora Volume 4, (2018).

Polio, C. G. & Duff, P. A. “Teachers’ Language Use in University Foreign Language Classrooms: A Qualitative Analysis of English and Target Language Alternation.” Modern Language Journal 71 (2013).

Retno Wulandari, Amy. “Tradisi Nyekar Di Magetan Perspektif Islam.” Inovatif Volume 7,(2021).

Ruhanto, Sugeng. “Pengaruh Ruwatan Murwokolo Terhadap Kesehatan,” n.d.

S. Reksosusilo. “Ruwatan Dalam Budaya Jawa.” Studia Philosopica et Theologica Vol. 06 No (2006).

Salim, Munir. “Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan.” Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 5, no. 2 (2016): 244–55. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845.

Satria, Eki. “155 Jurnal Warna, Vol.1, No.1, Juni 2017.” Warna 1, no. 1 (2017): 155 71.

Sumargono. Metodologi Penelitian Sejarah. Edited by Penerbit Lakeisha. Klaten, 2019. Susanti, Jijah Tri, and Dinna Eka Graha Lestari. “Tradisi Ruwatan Jawa Pada Masyarakat Desa Pulungdowo Malang.” Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial 4, no. 2 (2021): 94–105. https://doi.org/10.22219/satwika.v4i2.14245.

Widodo, Arif. “Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar.” Gulawentah:Jurnal Studi Sosial 5, no. 1 (2020): 1. https://doi.org/10.25273/gulawentah.v5i1.6359.

PlumX Metrics

Published
2023-12-18
How to Cite
FITRIANI, N. E., & PRABOWO, G. A. (2023). RUWAT SUKERTA SENGKALA BUMI PRAJA NUSANTARA, SEBAGAI KOMUNIKASI BUDAYA MASYARAKAT UMBUL UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI. JUSAN: Jurnal Sejarah Peradaban Islam Indonesia, 1(2). Retrieved from https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/jusan/article/view/7963