ANALISIS IMPLEMENTASI PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT: KAJIAN NARRATIVE LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Hary Supriyatno Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia
  • Hendro Margono Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v17i1.11749

Abstrak

Inklusi sosial merupakan salah satu program prioritas yang digagas oleh Perpustakaan Nasional sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi peran perpustakaan. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pengelola dan penyedia koleksi, melainkan dituntut menjadi pusat akses sumber informasi dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Transformasi perpustakaan dapat diwujudkan dengan penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Implementasi inklusi sosial di perpustakaan membutuhkan model rujukan, khususnya di perpustakaan desa memerlukan model rujukan yang aplikatif dan relevan secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model konseptual penerapan inklusi sosial di perpustakaan desa serta menelaah dampak yang disintesis dari kajian literatur, agar dapat diadaptasi atau diadopsi oleh perpustakaan lainnya dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review, dengan menganalisis empat artikel ilmiah bertema inklusi sosial di perpustakaan desa yang diperoleh melalui Publish or Perish, dan dipilih berdasarkan akreditasi jurnal dan dampak sitasi. Hasil penelitian menunjukkan empat unsur utama dalam implementasi inklusi sosial di perpustakaan desa: (1) koleksi yang sesuai kebutuhan masyarakat, (2) layanan yang berorientasi pada pemustaka, (3) sumber daya manusia yang berkompeten, dan (4) kemitraan kolaboratif yang kuat. Dampak yang disintesis dari kajian literatur meliputi percepatan pembangunan desa, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan masyarakat, serta transformasi fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran serta partisipasi produktif masyarakat. Adapun kendala utama dalam implementasi meliputi ketimpangan pemanfataan teknologi informasi, ketergantungan terhadap program kerjasama eksternal, dan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat.

Diterbitkan

2025-11-05

Terbitan

Bagian

Articles