KECENDERUNGAN MAHASISWA UIN SAIZU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER INFORMASI
DOI:
https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v17i1.11761Abstrak
Tugas pokok pustakawan adalah mengelola sumber informasi dalam perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Mahasiswa UIN Saizu sebagai pengguna yang saat ini mayoritas masuk kategori generasi milenial dan generasi Z yang memiliki ketergantungan tinggi dengan teknologi informasi. Penelitian ini mengkaji tentang kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam menggunakan sumber informasi. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dengan bentuk kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari 482 responden dan data kualitatif diperoleh dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam menggunakan sumber referensi mereka lebih dominan pada jurnal online sebesar 51,7%, diikuti buku teks 23,2%, ebook 17%, repository 5,6 % dan karya ilmiah dosen 2,5%. Dari hasil tersebut, pada pilihan jurnal online mahasiswa lebih banyak memilih menggunakan Google Scholar sebagai alat penelusuran informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan mahasiswa UIN Saizu dalam memilih sumber informasi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Requirements to be met by the author as follows:
- Author storing copyright and grant the journal right of first publication manuscripts simultaneously with licensed under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors can enter into the preparation of additional contractual separately for non-exclusive distribution of a rich version of the journal issue (eg: post it to an institutional repository or publish it in a book), with the recognition of initial publication in this journal.
Authors are allowed and encouraged to post their work online (eg, in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as citations earlier and more severe than published works. (see The Effect of Open Access).



