NIGHT AT THE LIBRARY SEBAGAI STRATEGI MARKETING DI PERPUSTAKAAN CIKINI

Penulis

  • Ananda Putri Febrina Universitas Diponegoro
  • Ika Krismayani Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v18i1.12146

Abstrak

Perpustakaan menghadapi tantangan dalam menarik minat kunjung masyarakat, khususnya generasi muda, akibat dominasi media digital dan persepsi bahwa perpustakaan merupakan ruang yang kurang menarik. Kondisi tersebut menuntut penerapan strategi pemasaran yang lebih kreatif dan berbasis pengalaman agar perpustakaan tetap relevan sebagai ruang publik. Night at the Library (NATL) merupakan program inovatif Perpustakaan Cikini yang memadukan literasi, seni, dan hiburan untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan NATL sebagai strategi pemasaran perpustakaan berdasarkan kerangka bauran pemasaran jasa (7P) serta mengidentifikasi kontribusinya terhadap penguatan citra dan daya tarik perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi terhadap empat informan yang dipilih secara purposive kemudian dianalisis secara tematik menggunakan kerangka bauran pemasaran jasa (7P) dengan validasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NATL berperan dalam meningkatkan citra perpustakaan, memperluas jangkauan pemasaran, memperkaya pengalaman pengunjung melalui beragam kegiatan literasi dan seni, serta menerapkan strategi adaptif dalam menghadapi tantangan dan peluang pengelolaan perpustakaan. Pengelolaan elemen produk, proses, partisipan, dan bukti fisik secara kreatif menunjukkan penerapan bauran pemasaran jasa 7P dalam konteks layanan perpustakaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian pemasaran perpustakaan serta kontribusi praktis bagi perpustakaan umum dalam mengembangkan strategi program berbasis pengalaman (experiential marketing). Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keterlibatan relawan atau mahasiswa magang menjadi strategi pendukung keberlanjutan program yang berpotensi direplikasi oleh berbagai perpustakaan untuk meningkatkan inovasi layanan dan daya tarik pengunjung.

Diterbitkan

2026-07-06

Terbitan

Bagian

Articles