PERPUSTAKAAN SEBAGAI RUANG HETEROTOPIA: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS (SLR)
DOI:
https://doi.org/10.21154/pustakaloka.v17i2.12481Abstrak
Penelitian tentang perpustakaan sebagai ruang heterotopia menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap peran perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai ruang simbolik, sosial, dan pengalaman yang kompleks. Namun, masih terdapat beberapa kesenjangan terkait bagaimana konsep heterotopia diterapkan pada berbagai jenis dan bentuk ruang perpustakaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik perpustakaan sebagai ruang heterotopia melalui tinjauan literatur sistematis, dengan menelaah makna spasial, fungsi sosial, dan representasi ideologis dalam lingkungan perpustakaan. Penelitian iniĀ menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain SLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan umum maupun perguruan tinggi memiliki karakteristik heterotopia melalui keberadaan ruang fisik dan digital, fungsi simbolik, serta nilai sosial dan budaya. Selain itu, dapat diketahui perbedaan mencolok mengenai cara berbagai jenis perpustakaan membangun narasi kultural, edukatif dan ideologis, melalui desain ruang serta pengalaman pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa kerangka heterotopia memberikan perspektif kritis untuk memahami peran transformatif perpustakaan di era digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas kajian pada jenis perpustakaan lain, serta mengintegrasikan pendekatan interdisipliner.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Requirements to be met by the author as follows:
- Author storing copyright and grant the journal right of first publication manuscripts simultaneously with licensed under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors can enter into the preparation of additional contractual separately for non-exclusive distribution of a rich version of the journal issue (eg: post it to an institutional repository or publish it in a book), with the recognition of initial publication in this journal.
Authors are allowed and encouraged to post their work online (eg, in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as citations earlier and more severe than published works. (see The Effect of Open Access).



