AI Over Reliance dan Self-Disclosure dalam Interaksi Digital: Implikasi terhadap Privasi dan Etika Informasi
Abstrak
Perkembangan dan penerapan AI dalam berbagai bidang telah meningkatkan intensitas interaksi manusia dengan sistem dalam aktivitas sehari-hari. AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis semata, tetapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas keseharian. Kemudahan akses, kecepatan respons, dan kemampuan personalisasi mendorong pengguna untuk semakin bergantung pada AI dan memunculkan fenomena AI over reliance. Kondisi ini berpotensi memengaruhi perilaku self disclosure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara AI over reliance dan self disclosure, serta mengidentifikasi dampak dan strategi mitigasinya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan 30 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021-2026 yang dikumpulkan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Sage Journals. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap AI, intensitas penggunaan, serta ilusi kedekatan melalui interaksi yang menyerupai manusia menjadi faktor utama yang mendorong kedua fenomena tersebut. Hubungan antara AI over reliance dan self disclosure menunjukkan kecenderungan saling memengaruhi dan saling memperkuat.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Requirements to be met by the author as follows:
- Author storing copyright and grant the journal right of first publication manuscripts simultaneously with licensed under the Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with a statement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors can enter into the preparation of additional contractual separately for non-exclusive distribution of a rich version of the journal issue (eg: post it to an institutional repository or publish it in a book), with the recognition of initial publication in this journal.
Authors are allowed and encouraged to post their work online (eg, in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, because it can lead to productive exchanges, as well as citations earlier and more severe than published works. (see The Effect of Open Access).



