Human–Computer Interaction (HCI) dan Implikasinya Terhadap Perubahan Pola Komunikasi Keluarga

Ika - Rusdiana(1*)
(1) IAIN Ponorogo
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/syakhsiyyah.v3i1.2984

Abstract

Komunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sehingga dinyatakan “communication is the essence of human Life”, pernyataan ini menegaskan bahwa tanpa komunikasi yang efektif, keberlangsungan hidup manusia akan terganggu, bahkan dalam konteks kehidupan keluarga,  akan sangat berpotensi memunculkan disfungsi pada sistem keluarga. Fenomena yang terjadi pada kehidupan keluarga modern saat ini, yang ditandai dengan hadirnya teknologi informasi, disinyalir merupakan salah satu faktor penyebab bergesernya sistem dan pola komunikasi keluarga, yakni dari pola konvensional tatap muka ke pola modern melalui media online. Pola komunikasi keluarga merupakan satu kerangkan kerja yang menekankan pada cara individu dalam berinteraksi satu sama lain. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa interaksi manusia dengan teknologi telah membentuk satu ritme baru dalam kehidupan sehari-hari keluarga, yakni ritme interaksi yang semakin kompleks, yang tidak hanya interaksi secara “nyata”, tetapi juga interaksi secara “maya”. Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana implikasi human-computer interaction terhadap perubahan pola komunikasi keluarga di kabupaten ponorogo. Dengan pendekatan kualitatif, ditemukan bahwa intensitas interaksi antara manusia dan teknologi telah mereduksi unsur-unsur dalam keberfungsian sistem keluarga, yakni: 1) interdependensi; 2) wholeness; 3) pola/regulasi diri; 4) kompleksitas interaktif; 5) Openness; 6) Hubungan yang kompleks; 7) Kesamaan (Equifinality). Dalam pola komunikasi keluarga, unsur-unsur tersebut turut menentukan perubahakan pola komunikasi keluarga yang terdiri dari dimensi percakapan dan dimensi konformitas (kesesuaian). Pada dimensi percakapan, dalam kadar tertentu, keluarga di Kabupaten Ponorogo menunjukkan adanya penurunan minat dalam membicarakan topik/permasalahan tertentu dalam keluarga, bahkan cenderung muncul rasa kurang nyaman dalam menyampaikan berbagai informasi pribadi. Kondisi ini berkaitan dengan meningkatnya dimensi kedua, yakni dimensi kesesuaian (konformitas). Pada dimensi kesesuaian (konformitas), anggota keluarga; baik anak-anak maupun orang tua, kerap menunjukkan sikap ekspresif yang menunjukkan adanya ketidaksepahaman pemikiran dengan anggota keluarga yang lain. Dalam konteks pola komunikasi keluarga, meningkatnya dimensi konformitas cukup berpotensi dalam memunculkan konflik keluarga, karena masing-masing anggota keluarga mengedepankan sisi individualitasnya berdasarkan kesesuaian yang diyakininya.

Keywords


Human-Computer Interaction, Family Communications patterns

References


Abdullah, Amin. Menuju Keluarga Bahagia. Yogyakarta: PSW IAIN Yogyakarta- McGill-ICIHEP, 2002.

Afifi, Tamara D. et al. “The Chilling Effect and Family Secrets: Examining the Role of Self Protection, Other Protection, and Communication Efficacy”. Human Communication Research, Volume 31, Issue 4, October 2005. https://doi.org/10.1111/j.1468-2958.2005.tb00883.x

Atkinson, Rita L., dkk. Pengantar Psikologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga, 1996.

Bailey, Sandra J. “Positive Family Communications”. A self learning Resources from MSU Extension. 2009.

Barrier, Tonya. Human Computer Interaction Development and management. UK: Idea Group. Inc. 2002.

Bastaman, Hanna Jumhana, Integrasi Psikologi Dengan Islam Menuju Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Berger, Peter & H. Kellner. “Marriage and the Construction of Reality: An Exercise in the Microsociology of Knowledge”. SAGE Journals Vol. 12 Issue 26.

Born, dkk. Perbedaan ciri-ciri psikologis antara laki-laki dan perempuan berdasarkan faktor ekologis dan budaya. Jurnal Intelektual Vol. 3 No. 2 Tahun 1987.

Chalil, Mufidah. Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender. Malang: UIN Maliki Press. 2013

Clark, Herbert H. Using Language. Cambridge: Cambridge University Press. 1996.

Effendy, Onong Uchyana. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007.

Fitzpatrick, Mary Anne. “Family Communication Patterns Theory: Observations on Its Development And Application”. Journal of Family Communication, Vol. 4, Number 3&4, 2004. DOI: 10.1080/15267431.2004.9670129. P. 172 – 173.

Galvin, Kathleen M. et al. Family Communication: Cohesion And Change. NY: Roudledge, 2016.

Gunarsa, Singgih D. Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia. 2008.

Hawari, D. (2006). Marriage counseling (Konsultasi perkawinan). Jakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.

Khairuddin, Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty: 2008.

Klein, D. M. & White, J. M. (1996). Family theories. London: Sage Publications

Kustiawan, Irwan. “Eksploritasi Antarmuka Grafis Pemakaian Tkinter Pada Lingkungan Bahasa Pyton”. Skripsi. Bandung: Fakultas Teknik UNPAS, 2017.

Liddle, H. A., Santisteban, D. A., Levant, R. F., & Bray, J. H. (2002). Family psychology. science –based interventions. Washington: APA.

Light, Janice. “Communication is The Essence of Human Life”. Journal of Augmentative and Alternative Communication, Vol 13, 1997.

Megawangi, R., Zeitlin, M.F. & Kramer, E.M. (1995). Psychological approaches to the family.

Mubarok, Achmad. Psikologi Keluarga Dari Keluarga Sakinah Hingga Keluarga Bangsa. Jakarta: Bina Reka Pariwara, 2005.

Quipper Campus, Tantangan Di Era Revolusi Industry 4.0 Bagi Perguruan Tinggi Di Indonesia. ttps://www.quipper.com/id/blog/quipper-campus/campus-info/revolusi-industri-4-0/

Rahmat, Jalaludin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005.

Sadarjoen, S.S. (2005). Konflik marital. Bandung: PT.Refika Aditama.

Santrock, J.W. Perkembangan Masa Hidup (Edisi ke-lima). Jakarta: Erlangga. 2002.

Santrock, J.W. Psychology (7th edition). Boston: McGraw-Hill. 2003

Sillars, Allan, et al. Communication, Conflict, And The Quality Of Family Relatioships. Handbook of Family Communications. Edited By: Anita L. Vangelisty. NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher, 2004.

Sillars, Allan, et al. Communication, Conflict, And The Quality Of Family Relatioships. Handbook of Family Communications. Edited By: Anita L. Vangelisty. NJ: Lawrence Erlbaum Associates Publisher, 2004.

Suchman, Lucy. Plan and Situated Action; The Problem of Human-Machine Communication. NY, Cambridge: Cambridge University Press. 1999.

Walgito, B. (1984). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Andi Offset

Vangelisti, Anita L. & John P. Caughlin. “Revealing Family Secrets: The Influence of Topic, Function, and Relationships”. Journal of Social and Personal Relationships. Vol. 14, Isuue 5, 1997. https://doi.org/10.1177%2F0265407597145006.

Vangelisti, Anita L. Handbook of Family Communication. NJ: Lawrence, 2004.

Wanzer, Melisa B. et al. “Family Communication: It’s all relative from interpersonal communication; Building Rewarding Relationship”. Book chapter; chapter 13, 2017.

Zarnaghash, Mina, et al., “The Relationship Between Family Communication Patterns and Mental Health”. Procedia: Social and Behavioral Sciences. 2013.


Article Statistic

Abstract view : 278 times
PDF views : 1285 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.