FISIBILITAS HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN

Muhammad Muchlish Huda

Abstract


Abstract

This paper is motivated by the fact that the Quran is the holy book of Islam that is relevant beyond time and space. It is a source of way of life for Muslims. Along with the course of time, to keep the spirit of the Qur'an relevant to the problems of the present, the interpretation of the Quran must be done, accompanied by the process of its contextualization instead of its being ideology. In fact, some people interpret the Qur'an with biases rooted in their ideological backgrounds. The meaning of the Qur'an is often contaminated by ideological interests of its interpreters. As a result, Muslims accused each other of infidelity and heresy. Hermeneutics as a science which deals with the activities of interpretation is supposed to be able to glue the wide spectrum of the activities. This paper focuses the discussion on the feasibility  of hermeneutics in the interpretation of the Quran. It argues that some of the positive principles of interpretation in hermeneutics are feasible for the interpretation of the Quran. The purpose of the hermeneutical interpretation of the Qur'an is to purify the Qur'an from the ideological interests of its interpreters.

 

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam yang cocok untuk segala ruang dan waktu. Ia adalah pedoman hidup bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan. Seiring dengan terjadinya dinamisasi masa, untuk menjaga semangat al-Qur’an agar senantiasa relevan dengan problematika zaman, penafsiran atasnya harus dilakukan dengan disertai proses kontekstualisasi tanpa disertai ideologisasi. Faktanya, beberapa pihak menafsirkan al-Qur’an dengan kecondongan tertentu sebagai akibat pengaruh latar belakang ideologi yang dianut. Maksud dan makna al-Qur’an yang suci dikotori oleh kepentingan ideologi penafsirnya. Akibatnya, saling menghukumi dan mengkafirkan antaraliran sering terjadi di kalangan umat Islam. Hermeneutika sebagai ilmu yang membahas kegiatan interpretasi dipandang mampu merekatkan kembali aliran-aliran tersebut. Dari latar belakang tersebut, tulisan ini membahas fisibilitas hermeneutika dalam penafsiran al-Qur’an. Penulis melihat bahwa beberapa prinsip interpretasi dalam hermeneutika dapat digunakan dalam penafsiran al-Qur’an. Salah satu tujuan hermeneutika dalam penafsiran al-Qur’an adalah menghindarkan al-Qur’an dari pengaruh destruktif ideologi penafsirnya.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/dialogia.v12i1.302

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Dialogia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Dialogia Journal Indexed by:

 ______________________________________________________

DIALOGIA: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"