KONTRIBUSI FINTECH DALAM MENINGKATKAN KEUANGAN INKLUSIF PADA PERTANIAN (Studi Analisis Melalui Pendekatan Keuangan Syariah Dengan Situs Peer To Peer Lending Pada Pertanian Di Indonesia)

Hanik Fitriani

Abstract


Abstract: Currently the development of technology is growing very rapidly and has entered into all sectors, including the financial sector. With the technology to the financial sector, it is slowly transforming the financial industry into the digital era. The combination of Financial Technique (Fintech) with financial institutions, especially sharia financial institutions, is considered to increase financial inclusiveness in agriculture. Inclusion is a situation where the public is not aware of access to digital finance.

The emergence of problems in the first agricultural sector due to lack of land, secondly due to lack of farmer capital and thirdly due to lack of land processors made modernization of technology create agricultural financial technology as an alternative to increase financial inclusion in agriculture.

The use of fintech agro in Indonesia is felt to be lacking because of constraints such as lack of literacy to the community, poorly trained human resources, lack of legislation and lack of network access to remote villages. Financial inclusion can increase with the support of the government to improve supporting facilities and infrastructure for the use of fintech agro in Indonesia.

 

الملخص: في الوقت الحالي ينمو تطوير التكنولوجيا بسرعة كبيرة وقد دخل في جميع القطاعات، بما في ذلك القطاع المالي. ومع دخول التكنولوجيا إلى القطاع المالي، فإنها تحول الصناعة المالية إلى العصر الرقمي. ويشعر مزيج من التقنية المالية  مع المؤسسات المالية، وخاصة المؤسسات المالية الشرعية، تزيد التمويل في مجال الزراعة.
ظهور مشاكل في القطاع الزراعي الأول بسبب عدم وجود الأراضي، وثانياً بسبب نقص رأس المال الفلاحي، وثالثاً بسبب عدم وجود معالجي الأراضي، أدى تحديث التكنولوجيا إلى خلق التكنولوجيا الزراعية المالية كبديل لزيادة الشمول المالي في الزراعة.
ومن المعتقد أن استخدام التكنولوجيا الزراعية في إندونيسيا يفتقر إلى القيود بسبب الافتقار إلى معرفة القراءة والكتابة لدى المجتمع، والموارد البشرية المدربة تدريجيًا، وعدم وجود تشريعات، وعدم الوصول إلى الشبكة إلى القرى النائية. يمكن أن يزيد الإدماج المالي بدعم من الحكومة لتحسين المرافق الداعمة والبنية التحتية لاستخدام التكنولوجيا الزراعية في إندونيسيا.

                                        

Abstrak: Saat  ini  perkembangan teknologi berkembang sangat pesat  dan telah masuk ke semua sector, diantaranya adalah sektor keuangan. Dengan masuknya teknologi ke sector keungan, maka secara perlahan  mengubah industry keuangan ke era digital. Perpaduan antara Financial Technlogi (Fintech) dengan lembaga keuangan  khususnya lembaga keuangan syariah dirasa dapat meningkatkan inklusif keuangan pada bidang pertanian. Inklusi adalah sebuah keadaan di mana masyarakat kurang paham terhadap akses keuangan digital.

Munculnya permasalahan pada bidang pertanian pertama karena kurangnya lahan, kedua karena kurangya modal petani dan ketiga karena kurangnya pengolah lahan membuat modernisasi teknologi menciptakan teknologi financial  agro pertanian sebagai alternative meningkatkan inklusi keuangan pada bidang pertanian.

Penggunan fintech agro di Indonesia dirasa masih kurang karena adanya kendala seperti kurangnya literasi kepada masyarakat, Sumber daya manusia yang kurang dibina, peraturan perundang-undangan yang kurang dan kurangnya akses jaringan ke dalam pelosok desa. Inklusi keuangan bisa  meningkat dengan adanya dukungan dari pemerintah guna peningkatan sarana dan prasarana penunjang untuk penggunaan fintech agro di Indonesia.


Keywords


fintech; keuangan inklusif; pertanian

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.