Eksklusivisme Komunitas Islam-Hindu (Analisis Tindakan Sosial Komunitas Beda Agama di Dusun Semanding Loceret Nganjuk)

Isnatin Ulfah(1),

(1) IAIN Ponorogo
Corresponding Author

: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1522
Full Text:    Language : id-ID
Submitted : 2019-02-07
Published : 2018-12-31

Abstract


Relasi sosial-keagamaan komunitas beda agama Islam dan Hindu di Dusun Semanding sebelum didirikan pura dan masjid berjalan inklusif. Tetapi keadaan Semanding berubah setelah pura didirikan pada  tahun 2001. Berdirinya pura ternyata berimbas pada kegelisaan identitas komunitas muslim, sehingga umat Islam mendirikan masjid yang dijadikan sebagai wadah berkumpulnya komunitas muslim Dusun Semanding. Perubahan relasi sosial-keagamaan pasca berdirinya pura dan masjid itulah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini menghasilkan temuan, dalam ruang publik saat hajatan perkawinan, ada kematian, atau saat bekerja di sawah masyarakat Semanding bersikap inklusif. Tetapi di wilayah privat yaitu wilayah identitas agama dan ideologi, mereka bersifat eksklusif seperti keengganan memenuhi undangan acara-acara besar antar agama. Ada empat tindakan yang menjadi motif tindakan sosial tersebut, yaitu motif instrument, motif nilai, motif afektif, dan motif tradisional.

Keywords


Semanding Nganjuk; Eklusivisme; Tindakan sosial

Article Metrics

 Abstract Views : 12 times
 PDF Download : 9 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Kodifikasia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.