Pemikiran Islam dalam Jejak Kajian Humaniora

M. Alie Humaedi

Abstract


Humaniora, suatu disiplin ilmu yang dianggap sama tua­nya dengan peradaban manusia. Dalam khazanah pemikiran Islam, disiplin ilmu ini tidak hanya dikembangkan oleh ahli ilmu adab (sosial kemanusiaan), tetapi juga oleh para teolog skolastik yang sebenarnya sangat berhati-hati dalam mengembangkan analisis dan interpretasi konteks terhadap teks-teks keagamaan. Perbedaan sudut pandang di antara keduanya pun melahirkan metode dan paham keilmuan yang ikut menyumbang tradisi perkembangan ilmu humaniora Barat. Sumbang an pemikiran Islam itu kemudian diakui Barat, sebagai buah imaginative geography dari perspektif orientalisme yang meng anggap Timur sebagai liyan (al-ãkhar). Usaha menjadikan kembali Timur sebagai diri (al-anã), oksidentalisme, pun begitu tampak dalam gerakan kontemporer disiplin ilmu humaniora. Disiplin ilmu ini kemudian me­wujud sebagai alat analisis konteks terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, yang tidak lagi semata tertuju pada kajian sastra dan ke­bahasaan. Perkembangan mutakhirnya tidak lepas dari jasa pemikir an rasional para ahli ilmu kalam (teolog) yang ditandai dengan menguat nya tafsir atas teks (tura>th). Secara fungsional, pemikiran Islam dalam jejak kajian humaniora telah ikut membuka kritisisme baru pengembang an masyarakat dan ilmu penge tahuan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v12i2.65

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Al-Tahrir indexed by:

______________________________________________________

AL-TAHRIR: JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats