Pemikiran Islam dalam Jejak Kajian Humaniora

M. Alie Humaedi(1*)
(1) LIPI Jakarta
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/al-tahrir.v12i2.65

Abstract

Humaniora, suatu disiplin ilmu yang dianggap sama tua­nya dengan peradaban manusia. Dalam khazanah pemikiran Islam, disiplin ilmu ini tidak hanya dikembangkan oleh ahli ilmu adab (sosial kemanusiaan), tetapi juga oleh para teolog skolastik yang sebenarnya sangat berhati-hati dalam mengembangkan analisis dan interpretasi konteks terhadap teks-teks keagamaan. Perbedaan sudut pandang di antara keduanya pun melahirkan metode dan paham keilmuan yang ikut menyumbang tradisi perkembangan ilmu humaniora Barat. Sumbang an pemikiran Islam itu kemudian diakui Barat, sebagai buah imaginative geography dari perspektif orientalisme yang meng anggap Timur sebagai liyan (al-ãkhar). Usaha menjadikan kembali Timur sebagai diri (al-anã), oksidentalisme, pun begitu tampak dalam gerakan kontemporer disiplin ilmu humaniora. Disiplin ilmu ini kemudian me­wujud sebagai alat analisis konteks terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat, yang tidak lagi semata tertuju pada kajian sastra dan ke­bahasaan. Perkembangan mutakhirnya tidak lepas dari jasa pemikir an rasional para ahli ilmu kalam (teolog) yang ditandai dengan menguat nya tafsir atas teks (tura>th). Secara fungsional, pemikiran Islam dalam jejak kajian humaniora telah ikut membuka kritisisme baru pengembang an masyarakat dan ilmu penge tahuan.

Article Statistic

Abstract view : 949 times
PDF views : 422 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.