METODOLOGI FIQH AL-HADÎTH Telaah Hermeneutik terhadap Pandangan Yûsuf al-Qardâwî

Muh Tasrif

Abstract


Abstract: Yûsuf al-Qard}âwî has suggested some steps to understand the traditions of the Prophet systematically and integrally. The steps previously have no precedence in Islamic scientific thought. For this reason, an in-depth study in order to critique and to develop the steps needs to be done. In this study, I have traced the roots of the view of Yusuf al-Qard}âwi in sciencies of hadîth and us}ûl al-fiqh. In addition, I also analyse them critically in order to develop further. To trace the roots of view of Yusuf al-Qard}âwî, I conduct a comparison between the concepts he has presented and the concepts in the sciencies of hadith and us}ûl al-fiqh. As for critically reviewing, I use the concept of contemporary hermeneutics. The study has found that the methodological steps to understand the traditions of the Prophet as told by Yûsuf al-Qad}âwi have their roots in Islamic scholarship that has evolved. The main drawback of these steps is the lack of attention to aspect of the interpreter in the process of understanding. The latter aspect is not likely considered, perhaps even abandoned altogether. As a result, many interpretations of the hadith of the Prophet are not relevant to the needs of contemporary society. For that, it is an urgent need to notice aspect of interpreters and community without having to leave the other aspects, namely the internal aspects of the text and the context surrounding the birth of the text. In other words, what is needed is dialectical and dialogic fabric of these three aspects in a balanced way.

 

Yûsuf al-Qard}âwî mengemukakan langkah-langkah untuk memahami hadis Nabi secara sistematis dan utuh. Upaya tersebut belum memiliki preseden dalam  pemikiran keilmuan Islam sebelumnya. Untuk itulah, kajian yang mendalam dalam rangka kritik dan pengembangannya perlu dilakukan. Dalam kajian ini, penulis menelusuri akar-akar pandangan Yûsuf al-Qard}âwî dalam disiplin ilmu hadis dan us}ûl al-fiqh. Selain itu, penulis juga membahasnya secara kritis dalam rangka pengembangannya lebih lanjut. Untuk menelusuri akar pandangan Yûsuf al-Qard}âwî, penulis melakukan telaah perbandingan antara konsep yang dikemukakannya dan konsep-konsep yang ada dalam ilmu hadis dan us}ûl al-fiqh. Adapun untuk melakukan kajian secara kritis, penulis menggunakan konsep hermeneutika kontemporer. Kajian ini menemukan bahwa langkah-langkah metodologis untuk memahami hadis Nabi sebagaimana dikemukakan Yûsuf al-Qad}âwî memiliki akar-akarnya dalam keilmuan Islam yang telah berkembang. Kelemahan utama dari langkah-langkah tersebut adalah kurangnya perhatian terhadap aspek penafsir dalam proses pemahaman. Aspek terakhir ini cenderung tidak dipertimbangkan, bahkan mungkin ditinggalkan sama sekali. Akibatnya, banyak penafsiran hadis-hadis Nabi yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Untuk itulah, yang perlu diupayakan adalah memerhatikan aspek penafsir dan masyarakatnya tanpa harus meninggalkan aspek-aspek lain, yaitu aspek internal teks dan konteks yang melingkupi lahirnya teks tersebut. Dengan kata lain, yang diperlukan adalah jalinan dialektis dan dialogis ketiga aspek tersebut secara seimbang.

 

Keywords: fiqh al-h}adîth, Yûsuf al-Qard}âwî, hermeneutika kontemporer, us}ûl al-fiqh, ‘ilm al-h}adîth

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/dialogia.v10i2.311

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2012 Dialogia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Dialogia Journal Indexed by:

 ______________________________________________________

DIALOGIA: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"