GOVERNMENT ROLES IN CHILD SEXUAL VIOLENCE PREVENTION (Evidence from Medan City)

Authors

  • Deandra Almas Zahra Nasution Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.21154/ijougs.v7i01.14671

Keywords:

Role of Government, Child Sexual Violence, Child Protection, Victim Support

Abstract

Child sexual violence is a multidimensional problem reflecting unequal power relations and weak protection for vulnerable groups. In Medan City, cases of violence against children rose from 82 in 2020 to 117 in 2023, with sexual violence as the most prevalent form (39 cases in 2024), revealing a gap between regulation and field implementation. Prior studies have largely focused on describing programs, service effectiveness, or victim assistance mechanisms, leaving limited comprehensive analysis of how local government simultaneously performs the roles of regulator, facilitator, and dynamisator—particularly through Charles O. Jones's theory of government roles integrated with gender and child-protection perspectives. This study's novelty lies in integrating these three perspectives to analyze the role of the Medan City Office for Women's Empowerment, Child Protection, Community Empowerment, and Population Control and Family Planning (DP3APMPPKB) in a unified framework. A qualitative descriptive approach was employed, involving six purposively selected informants representing policymakers, program implementers, service providers, and victim companions. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, with credibility ensured through source and method triangulation. Findings show that DP3APMPPKB has performed all three roles, though not yet optimally: the regulator role lacks a dedicated program targeting child sexual violence, the facilitator role is constrained by limited facilities and human resources, and the dynamisator role has not yet produced fully integrated cross-sector coordination. This study contributes to public administration scholarship on gender-responsive government roles and offers practical implications, including recommendations for developing targeted programs, strengthening resource capacity, and enhancing inter-agency coordination within DP3APMPPKB Medan City.

References

Agustino, L. (2008). Dasar-dasar kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.

Anderson, J. E. (1979). Public policy-making (2nd ed.). New York: Holt, Rinehart and Winston.

Audina, F., Harahap, H. Y., & Asrianingsih, D. (2021). Evaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat dalam pengendalian kekerasan anak. Jurnal Administrasi Publik, 3, 2–25.

Biddle, B. J., & Thomas, E. J. (1966). Role theory: Concepts and research. New York: Wiley.

Dini, M., Wulandary, A., Rachman, R. A., Pangesti, D. T., Herlina, H., & Winarti, H. T. (2024). Peran DP2PA dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di Kota Samarinda. Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 496–501.

Imasturahma, N. (2023). Metode social casework Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dalam penanganan korban kekerasan pada anak di Dinas Sosial Kota Kendari. Jurnal Kesejahteraan dan Pelayanan Sosial, 4(1), 71–84.

Jones, C. O. (1984). An introduction to the study of public policy (3rd ed.). Belmont, CA: Wadsworth Publishing Company.

Manarat, Y. A., Kaawoan, J. E., & Rachman, I. (2021). Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani korban kekerasan seksual pada anak di Kota Kotamobagu. Governance, 1(1).

Pasolong, H. (2019). Teori administrasi publik. Bandung: Alfabeta.

Prastini, E. (2024). Kekerasan terhadap anak dan upaya perlindungan anak di Indonesia. Jurnal Citizenship Virtues, 4(2), 760–770.

Rahmawati, A. F., Ati, N. U., & Abidin, A. Z. (2022). Peran Dinas Sosial P3AP2KB dalam perlindungan anak untuk menekan angka kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kota Malang. Respon Publik, 16(4), 1–6.

Rusmiyati, E., & Cahyani, H. (2016). Kajian kekerasan terhadap anak. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 40(1), 25–38.

Sidik, M. N., & Yamamah, A. (2024). Peran DP3APM Kota Medan terhadap anak korban kekerasan seksual: Analisis fiqh siyasah dan pidana Islam. Legalite: Jurnal Perundang-Undangan dan Hukum Pidana Islam, 9(1), 84–99.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Waruwu, P. S., Lahagu, P., & Ndraha, A. B. (2023). Peran Dinas Sosial dalam menangani korban kekerasan seksual pada anak di Kabupaten Nias Barat. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 1101–1110.

World Health Organization. (2022). World report on violence against children. Geneva: World Health Organization.

Yusuf, S. (2014). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Afriani, R., & Suryani, L. (2023). Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual di Indonesia. Jurnal Hukum dan HAM, 14(2), 145–159.

Aisyah, S., & Hidayat, R. (2024). Implementasi kebijakan perlindungan anak korban kekerasan seksual di tingkat daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 20(1), 58–72.

Fadilah, N., & Putri, D. A. (2023). Kolaborasi pemerintah daerah dalam perlindungan anak korban kekerasan seksual. Jurnal Kebijakan Publik, 14(3), 233–246.

Handayani, T., & Kurniawati, D. (2022). Perspektif gender dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak. Jurnal Gender dan Anak, 8(2), 91–105.

Hasibuan, R., & Siregar, N. (2024). Efektivitas implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap perlindungan anak. Jurnal Legislasi Indonesia, 21(1), 44–59.

Kurniasih, E., & Wibowo, A. (2023). Upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak melalui kebijakan pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 9(2), 120–134.

Lestari, D., & Fitriani, A. (2022). Pendampingan psikososial bagi anak korban kekerasan seksual. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 9(1), 34–47.

Maharani, P., & Nugroho, A. (2024). Peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak dalam penanganan korban kekerasan seksual. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 66–81.

Ningsih, R., & Putra, H. (2023). Implementasi kebijakan perlindungan anak pada kasus kekerasan seksual di Indonesia. Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik, 27(2), 156–171.

Putri, M. A., & Yuliana, S. (2022). Perlindungan anak korban kekerasan seksual dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal HAM, 13(3), 215–228.

Sari, D. P., & Amelia, N. (2024). Peran pemerintah daerah dalam penguatan sistem perlindungan anak terpadu. Jurnal Administrasi Pemerintahan Daerah, 16(2), 102–118.

UNICEF. (2023). Ending violence against children: Global status report 2023. New York: UNICEF.

United Nations. (2022). The Sustainable Development Goals Report 2022. New York: United Nations.

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles