Aleniasi Kesadaran Perempuan Dalam Tren Busana Syar’i

Main Article Content

Luthfi Hadi Aminuddin Luthfi Hadi Aminuddin
Isnatin Ulfah Isnatin Ulfah

Abstract

Fenomena sosial busana syar’i dengan style baju dan hijab yang besar, lebar, dan panjang menjuntai yang masih menjadi tren hingga saat ini menjadi kajian serius banyak kalangan dengan berbagai sudut pandang. Hal itu karena fenomena tersebut tidaklah hadir dalam ruang hampa. Ada ideologi tertentu yang mempengaruhi fenomena tersebut,  sehingga mengatakan satu-satunya alasan tren tersebut karena perwujudan meningkatnya kesadaran religius para muslimah, tentu tidak sepenuhnya benar. Busana syar’i menjadi cerminan bagaimana ideologi saling bertarung medefinisikan makna busana syar’i bagi kehidupan perempuan muslim yang dinegosiasikan dalam ruang publik lewat pemilihan fashion atau model busana tertentu. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan perspektif patriarkisme dan kapitalisme secara interdisipliner, penelitian ini menemukan bahwa pilihan busana syar’i masih berupa sistem penampakan berupa fashion dan simbol kepatuhan terhadap pihak yang mendominasi tubuhnya. Pada tataran itu, konstruksi ideologis yang berpengaruh di balik busana syar’i adalah ideologi kapitalis-patriarkis, di mana informan teraleniasi kesadarannya karena harus mengikuti apa yang didefinisikan pihak lain tentang busana yang ideal.

Article Details

How to Cite
Luthfi Hadi Aminuddin, L. H. A., & Isnatin Ulfah, I. U. (2024). Aleniasi Kesadaran Perempuan Dalam Tren Busana Syar’i. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 4(2), 64–78. https://doi.org/10.21154/ijougs.v4i2.9747
Section
Articles