SANTRI, JIHAD, DAN RADIKALISME BERAGAMA: IMPLIKASI ATAS PENAFSIRAN AYAT JIHAD

Alfi Qonita Badi’ati(1*)
(1) IAIN Salatiga
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v14i1.1802

Abstract

Santri, jihad, dan radikalisme adalah satu kesatuan yang digambar sebagai lingkaran pengontrol dalam beragama, pun bisa berlaku sebaliknya. Santri (orang yang tinggal di pesantren) dipahami sebagai orang yang mengerti dasar- dasar agama. Pemahaman tetang jihad adalah konsep dasar yang menuntun seseorang untuk melakukan tindakan radikalisme. Dan Toleransi adalah hasil dari pemahaman jihad berdasarkan ajaran Islam tersebut yang kemudian dimaknai sebagai Islam rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri terhadap makna jihad, yang kemudian berdampak pada tindakan radikalisme beragama. Penelitian dengan pendekatan field research ini menggunakan sampel para santri dari berbagai tipe pesantren (salaf, khalaf, dan campuran) di Kabupaten Semarang. Studi ini menemukan bahwa semua santri memiliki benih radikalisme, meskipun masih dalam taraf pemahaman, pun ada yang sudah dalam tindakan. Ini dipengaruhi beberapa faktor penting; jenis pesantren, pendidikan dan kurikulum yang diterima, bahan bacaan, serta keadaan lingkungan santri tinggal. Ada beberapa alternatif untuk mengurangi pergerakan intoleransi dan radikalisme; melalui lingkungan dengan pemahaman Islam yang baik, pendidikan agama yang moderat, serta pengamalan konsep Islam yang rahmatan lil ‘alamin. [Santri, jihad, and radicalism are the unity which illustrates as the controlling circle in religion, and can be applied vice versa. Santri (Islamic boarding school student) is understood as a person who understands the basics of religion. An understanding of Jihad is a basic concept that leads someone to be radical. Tolerance is the result of the understanding of jihad based on Islamic teachings wholeheartedly, and called rahmatan lil ‘alamin. The aim of this reseacrh is to determine the understand of santri about the means of Jihad which is becames a religious radicalism. The kind of this research is field research, which is the sampling is santri from all the type of pesantren (salaf, khalaf, and mixed) in Semarang district. The result of this study is that all of santri has the potential of radicalism, even still in their understood. There are some factors such as the model of pesantren, education system that received, or at least from the results of dissemination of the reading, and the neighbourhood. There are also several alternatives to reduce the movement of intolerance and radicalism. Starting from a good family environment, moderate religious education, and understanding the concept of rahmatan lil amin alamin in Islam.]

Keywords


Santri, Jihad; Radikalisme; Toleransi.

References


Al-Haq, Muhammad Umar Jiau. Mencermati Aliran Sesat: Rekonstruksi Pemahaman Islam,. Bandung: Pustaka Islamika, 2011.

Al-Makassary, Ridwan, and Dkk. Benih-Benih Islam Radikal Di Masjid: Studi Kasus Jakarta Dan Solo, 2010.

Al-Tayyeb, Ahmad, and Dkk. Jihad Melawan Teror: Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Khilafah, Takfir, Jihad, Hakimiyah, Jahiliyah Dan Ekstrimitas. Jakarta: Lentera Hati, 2016.

Ali, Maulana Muhammad. Islamologi (Dinul Islam). Jakarta: PT Ichtiar Baru – Van Hoeve, 1980.

Ar-Razi, Muhammad bin Abi Bakar bin ‘Abdi al-Qadir. Mukhtar Al-Shahâh. Beirut: Maktabah Lubnân, 1986.

Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir Fi Al-`aqidah Wa asySyar`iah Wa Al-Manhaj. Damaskus: Darul Fikri, 1991.

Baqi, M. Fuad Abdul. Mu’jam Al-Mufahras. Kairo: Dar al-Hadỉst, 1996.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai Dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES, 2011.

Eliraz, Giora. Islam and Polity in Indonesia: An Intriguing Case Study. London: Hudson Institute, 2007.

Jalalain. Tafsir Al-Imamain Al-Jalalain. Bairut: Dâr Ibnu Katsir, n.d.

Kuntowijoyo. Paradigma Islam Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan, 1990.

Laisa, Emna. “Islam Dan Radikalisme.” Islamuna 3 (2014).

M, Thaha Chatib. Strategi Pendidikan Islam Dalam Mengembangkan Manusia Indonesai Yang Berkualitas. Yogyakarta: IAIN Walisongo, 1990.

Madjid, Nurcholish. Cita-Cita Politik Islam Di Era Reformasi. Jakarta: Paramadina, 1999.

Mandzur, Ibn. Lisân Al-‘Arab. Kairo: Darul Ma’arif, 1119.

Mas’ud, Abdurrahman. “Memahami Agama Damai Dunia Pesantren.” In Peranan Pesantren Dalam Mengembangkan Budaya Damai, edited by Nuhrison. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama, 2010.

Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS, 1994.

Nasional, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Nasir, Ridlwan. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren Di Tengah Arus Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Nizhan, Abu. Buku Pintar Al-Qur’an. Jakarta: Qultum Media, 2008.

Wahid, Abdurrahman. Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta: Lkis, 2001.

Zada, Khamami. Islam Radikal: Pergulatan Ormas-Ormas Islam Garis Keras Di Indonesia. Jakarta: Teraju, 2002.


Article Statistic

Abstract view : 727 times
PDF views : 567 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.