GLOKALISASI PENDIDIKAN: STUDI ATAS REVITALISASI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

Hawwin Muzakki(1*)
(1) IAIN Ponorogo
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v14i1.1906

Abstract

Adanya inferiority complex yang menjangkiti kaum pribumi dan paham koloni dari Belanda pada masa penjajahan, akhirnya ajaran diferensiasi sosial masuk ke masyarakat Indonesia. Belanda dengan sengaja membedakan antara pribumi dan non pribumi, sehingga mencabut akar identitas bangsa. Dalam kondisi tersebut, diperlukan sebuah lembaga pendidikan model baru yang bisa diakses oleh semua orang dengan menggabungkan tradisi luhur dan modernitas. Taman siswa (1922), sebagai jawaban Ki Hajar Dewantara atas lembaga pendidikan yang dimaksud. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis. Penelitian ini ingin mengungkap, Pertama, Bagaimana konsep pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara berbasis kearifan lokal? Kedua, Bagaimana konsep pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara berwawasan global? Ketiga, Bagaimana revitalisasi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang glokalisasi pendidikan? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk Memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang konsep pendidikan yang masih melestarikan tradisi, mengembangkan modernitas, rancang bangun konseptual tersebut sebagai dasar untuk me-revitalisasi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan di Indonesia. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan; Pertama,konsep pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara berbasis kearifan lokal meliputi 3 hal, yaitu: local assets, traditions, values and beliefs. Kedua,konsep pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara berwawasan global melliputi: Bidang ekonomi, bidang sosio-cultural dan bidang akademik. Ketiga,revitalisasi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang glokalisasi pendidikan, yaitu: revitalisasi aspek global dan revitalisasi aspek lokal dengan perencanaan glokalisasi pendidikan melalui: Komitmen kelembagaan; pembentukan kelompok perencanaan strategis dan komite pengarah, Penilaian kontekstual; Mengembangkan rencana strategis, Validasi; Adopsi dan Perayaan. [During the Dutch colonial period, The Netherlands deliberately distinguishes between natives and non-natives, thereby eliminating national identity. Under these conditions, a new model of educational institution is needed that can be accessed by everyone by combining the noble tradition and modernity. Taman Siswa (1922) is the answer of Ki Hajar Dewantara to the educational institution that intended. This research is a literature research that analyzed by using the philosophical hermeneutics. This research reveal, First, how is the concept of Ki Hajar Dewantara on education thought based on the local wisdom? Second, how is the concept of Ki Hajar Dewantara on the educational of global-minded? Third, how is the revitalization of Ki Hajar Dewantara's thoughts on the education glocalization? The purpose of this study is to provide a description of Ki Hajar Dewantara's thoughts on education glocalization (global, local and revitalizing aspects of his ideas). The results of this study concluded; First, the concept of Ki Hajar Dewantara education thought based on local wisdom includes 3 types, namely: local assets, traditions, values and beliefs. Second, the concept of global education Ki Hajar Dewantara's thinking includes: Economic, socio-cultural and academic. Third, the revitalization of Ki Hajar Dewantara's thoughts on the education glocalization, namely: revitalizing global aspects and revitalizing local aspects with the planning of education glocalization through: Institutional commitment; the formation of a strategic planning group and steering committee, contextual assessment; Develop a strategic plan, Validation; Adoption and Celebration.]

Keywords


Glokalisasi Pendidikan, Hermenutika Filosofis, Ki Hajar Dewantara

References


Abdullah, M. Amin. “Pendekatan Hermeneutik Dalam Studi Fatwa-Fatwa Keagamaan.” In Atas Nama Tuhan, translated by R. Cecep L. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2004.

Cassanova, Jose. “Rethinking Secularization: A Global Comparative Perspective.” In Religion, Globalization and Culture, edited by Peter Beyer and Lori Beama, 101. Leiden: Koninklijke Brill NV, 2007.

Choiri, Moh. Miftachul, and Aries Fitriani. “PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SUB SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DI ERA GLOBAL.” Al-Tahrir 11, no. 2 (2011): 303–26.

Choiri, Moh Miftachul. “Quo Vadis Pendidikan Multikultural Dalam Era Global Di Pesantren.” Cendekia 9, no. 2 (2011): 193–204.

Dewantara, Ki Hadjar. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian II: Kebudayaan. Yogyakarta: Yayasan Persatuan Tamansiswa, 2011.

———. Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Persatuan Tamansiswa, 2011.

Fetel, Pay. “Deconstructing Internationalization: Advocating Glocalization in International Higher Education.” Journal of International and Global Studies 8, no. 2 (2017).

Francois, Emmanuel Jean. Building Global Education With A Local Perspective: An Introduction To Glocal Higher Education. New York: Palgrave Macmillan, 2015.

Huda, Muhammad Muchlish. “FISIBILITAS HERMENEUTIKA DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN.” Dialogia 12 (2014): 67–80.

Iswahyudi. “ITTISHÂL AL-WUJÛD Telaah Hermeneutis Atas Ajaran Mistik Al-Fârâbî.” Dialogia, n.d., 146–68.

Kartodirdjo, Sartono. Pengantar Sejarah Indonesia Baru Sejarah Pergerakan Nasional (Jilid 2). Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2014.

Koentjaraningarat. Kebudayaan, Mentalitas, Dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia, 1984.

Muzakki, Hawwin. “Relasi Pendidikan (Agama) Dan Kebudayaan.” Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars 3, no. 1 SE-Articles (November 26, 2019). http://proceedings.kopertais4.or.id/index.php/ancoms/article/view/287.

———. Sistem Penilaian Pembelajaran Teori Dan Praktek. Malang: Madani Media, 2019.

Muzakki, Hawwin, and Khoirul Mudawinun Nisa’. “Basis Transformasi Tradisi Pesantren Salaf Di Era Modern (Kajian Semiotika Barthes Dan Dekonstruksi Derrida).” QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama 12, no. 01 (2020): 91–105. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v12i01.304.

Nisa, Khoirul Mudawinun. “GLOKALISASI: MEMBANGUN PENDIDIKAN GLOBAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA PONDOK MODERN.” AN-NUHA 5, no. 1 (2018).

Nurkholida, Erna. “PERSPEKTIF JAWA (Studi Pemikiran Ki Hajar Dewantara).” Cendekia 16, no. 2 (2018): 393–407.

Poesponegoro, Marwati Djoened, and Nugroho Notosusanto. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984.

Ricklefs, M. C. Sejarah Indonesia Modern. Edited by Dharmono Hardjowidjono. yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1998.

Riyadi, Ivan. “MANAJEMEN PENDIDIKAN BERMUATAN ANTROPOLOGI, AGAMA DAN SOSIAL.” Cendekia 17, no. 2 (2019): 301–16.

Rohmah, Nihayatur. “AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL (Memahami Nilai-Nilai Ritual Maulid Nabi Di Pekalongan).” Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial 9, no. 2 (2015): 1–19.

Rohmanu, Abid. “HUMAN AGENT DALAM TRADISI FIKIH: Studi Relasi Hukum Islam Dan Moralitas Perspektif Abou El Fadl.” Kodifikasia, 7, no. 1 (2013): 2013.

Salsabilah. “PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI BERBASIS NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL (Penelitian Di SDN 12 Ciseureuh Kahuripan Pajajaran Purwakarta).” Cendekia 17, no. 2 (2019): 269–84.

Syaikhudin, Ahmad. “KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN MENURUT PAULO FREIRE DAN KI HAJAR DEWANTORO.” Cendekia 10, no. 1 (2012).

Tasrif, Muhammad. “METODOLOGI FIQH AL-HADÎTH Telaah Hermeneutik Terhadap Pandangan Yûsuf Al-Qardâwî.” Dialogia, n.d., 201–25.

Trilling, Bernie, and Charles Fadel. 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times, 2009.

Wagiran, and dkk. “Pengembangan Model Pendidikan Kearifan Lokal Di Wilayah Provinsi DIY Dalam Mendukung Perwujudan Visi Pembangunan DIY Menuju Tahun 2025.” Yogyakarta, 2010.

Wijaya, Aksin. Teori Interpretasi Al-Qur’an Ibnu Rushd Kritik Ideologi-Hermeneutis. Yogyakarta: Kalimedia, 2017.


Article Statistic

Abstract view : 869 times
PDF views : 758 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Kodifikasia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.