SIMBOL DAKWAH KULTURAL WALI SONGO DALAM KITAB TARIKH AL-AULIYA’ KARYA KH. BISRI MUSTHOFA DAN KONTEKTUALISASINYA DALAM AKTIVITAS DAKWAH SAAT INI

Fata Asyrofi Yahya(1*)
(1) Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v14i2.2106

Abstract

Di antara permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah adanya aktivitas dakwah di Indonesia yang berisi provokasi dan juga ujaran kebencian yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok tertentu yang tidak jarang akhirnya menjadikan konflik internal diantara umat Islam sendiri. Maka dari itu dalam penelitian ini akan diungkapkan tentang strategi dakwah kultural walisongo di Nusantara yang terbukti efektif dalam penyebaran Islam di Nusantara. Pada penelitian ini yang dijadikan objek penelitian adalah kitab Tarikh Al-Auliya’ karya KH. Bisri Musthofa dan fokus membahas tentang strategi dakwah kultural walisongo dalam perspektif teori interaksionalisme simbolik. Terdapat dua rumusan masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini; pertama, apa saja simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’?. Kedua, bagaimana kontekstualisasi simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ dalam aktivitas dakwah saat ini?. Dari kedua rumusan masalah tersebut maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pertama, simbol dakwah kultural walisongo dalam kitab Tarikh Al-Auliya’ adalah simbol pernikahan dan simbol pesantren. Sedangkan kontekstualisasi simbol dakwah tersebut saat ini masih relevan digunakan dalam aktifitas berdakwah, terbukti dengan adanya perkawinan endogamous antara keluarga kyai yang bisa dijumpai di berbagai pesantren saat ini. Sedangkan simbol pesantren juga sampai saat ini relevan digunakan sebagai strategi dakwah kultural, dimana terbukti semakin berkembangnya lembaga pesantren di Indonesia dengan berbagai bentuknya. [The problem underlying this research is the existence of da'wah activities in Indonesia, which contain provocation and hate speech aimed at a certain person or group. It often ends up causing internal conflict among Muslims. Therefore, this research reveals the walisongo cultural da'wah strategy in Nusantara, which has proven effective in Islam's spread. In this study, the research object is the book of Tarikh Al-Auliya' written by Bisri Musthofa. It focuses on discussing walisongo cultural da'wah strategies from the perspective of symbolic interactionalism theory. There are two research questions in this study. First, what are the walisongo cultural da'wah symbols in Tarikh Al-Auliya' book? Second, how is the contextualization of the walisongo cultural da'wah symbol in Tarikh Al-Auliya' book in current preaching activities? From the research problems, formulations, the conclusions are drawn as follows. First, the symbol of the walisongo cultural da'wah in Tarikh Al-Auliya' book symbolizes marriage and a symbol of pesantren. Moreover, the da'wah symbol contextualization is currently still relevant for use in preaching activities, as evidenced by the existence of endogamous marriages between kyai families that can be found in various pesantren today. Meanwhile, pesantren's symbol is also relevant to be used as a cultural da'wah strategy, which is evident in the growing development of pesantren in Indonesia in various forms.]

Keywords


Dakwah kultural; Walisongo; Interaksi simbolik.

References


Abdullah, M. Amin. Islamic Studies Di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Pustaka Pelajar, 2006.

Ahmadi, Dadi. “Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar.” Mediator: Jurnal Komunikasi 9, no. 2 (2008): 301–316.

Arendt, Hannah. The Origins of Totalitarianism. Vol. 244. Houghton Mifflin Harcourt, 1973.

Arnold, Thomas Walker. The Preaching of Islam: A History of the Propagation of the Muslim Faith. Constable, 1913.

Azizy, A. Qadri A., and Amin Haedari. “Profil Pondok Pesantren Mu’adalah.” Jakarta: Depertemen Agama RI, Direktorat Jenderal Kelembagan Dan Pondok Pesantren, Proyek Peningkatan Pondok Pesantren, 2004.

Baso, Ahmad. Islam Nusantara: Ijtihad Jenius & Ijma’ulama Indonesia. Pustaka Afid, 2015.

———. “Islamisasi Nusantara: Dari Era Khalifah Usman Bin Affan Hingga Wali Songo Cet. I.” Jakarta: Pustaka Afid, 2018.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial, 1982.

Fikri, Mohammad. “Larangan Nikah Kalangan Kiai dengan Masyarakat Biasa Perspektif Hukum Islam.” Al-Hukama’ 6, no. 1 (2016): 105–124.

Hakim, Sudarnoto Abdul. Bunga Rampai Pemikiran Islam Kebangsaan. Jakarta: Baitul Muslimin Press, 2008.

Hamiyatun, Nur. “Peranan Sunan Ampel dalam Dakwah Islam dan Pembentukan Masyarakat Muslim Nusantara di Ampeldenta.” Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam 5, no. 1 (2019): 38–57.

Haqan, Arina. “Orientalisme dan Islam dalam Pergulatan Sejarah.” Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith 1, no. 2 (2011): 155–167.

Huda, Achmad Zainal. Mutiara Pesantren: Perjalanan Khidmah KH Bisri Mustofa. Pustaka Kita, 2005.

Irham, Irham. “Pesantren Manhaj Salafi: Pendidikan Islam Model Baru di Indonesia.” Ulul Albab Jurnal Studi Islam 17, no. 1 (2016): 1–18.

Islam, Muhammad Hifdil. “Model Pendekatan Halaqotul Muallimin Al-Islamiyah dalam Membentuk Kepribadian Yang Rahmatan Lil Alamin Sebagai Identitas Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Mashduqiah.” In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 3:491–503, 2019.

Majid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Paramadina, 1997.

Ma’shum, Saifullah. Karisma Ulama: Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU. Diterbitkan Atas Kerja Sama y, 1998.

Mustofa, KH Bisri. Tarikh Al Auliya. Kudus, 1952.

Prasanti, Ditha, and Sri Seti Indriani. “Pemaknaan Simbol dalam Komunitas ‘Brotherhood’(Konstruksi Makna Simbol Sebagai Identitas Diri Dalam Komunitas ‘Brotherhood’di Bandung).” Semiotika: Jurnal Komunikasi 10, no. 1 (2017).

Ricklefs, Merle Calvin. “Polarizing Javanese Society: Islamic and Other Visions, c. 1830-1930/MC Ricklefs,” 2018.

Ritzer, George, and Douglas J. Goodman, 2009.

Siradj, Said Aqiel. “Islam Wasathan Sebagai Identitas Islam Indonesia.” Tashwirul Afkar 22 (2007): 74–79.

Siregar, Nina Siti Salmaniah. “Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik.” Perspektif 1, no. 2 (2012).

Sulthon, Muhammad. Desain Ilmu Dakwah (Kajian Ontologi, Aksiologi, Dan Epistimologi). Semarang: Pustaka Pelajar, 2003.

Sunyoto, Agus. “Atlas Walisongo, Jakarta: Pustaka Ilman.” Trans Pusta-Ka Dan LTN PBNU, 2012.

West, Richard, and Lynn H. Turner. “Pengantar Teori Komunikasi: Analisis Dan Aplikasi,” 2008.

Zetlin, Irving M. Memahami Kembali Sosiologi: Kritik Terhadap Teori Sosiologi Kontemporer. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISSN, 1995.


Article Statistic

Abstract view : 150 times
PDF views : 205 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.