IMPLIKASI BEBAN GANDA WANITA INDONESIA TERHADAP HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN: STUDI KASUS DI KAMPUNG SONGKET KECAMATAN INDRALAYA

Muhammad Amin(1*), Agus Jaya(2)
(1) Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
(2) Kantor Urusan Agama Indralaya Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v14i2.2248

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor utama penyebab terjadinya beban ganda pada wanita pekerja di Kampung Songket, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Kajian ini merupakan studi lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologi keluarga untuk mengkaji faktor-faktor penyebab beban ganda wanita kampung songket tersebut. Studi ini bersifat eksploratif, data yang dihimpun ditentukan secara purposive sample.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama ketidakadilan gender pada wanita kampung songket adalah faktor Kultur Hukum yang dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan budaya masyarakat kampung songket. Adapun faktor lainnya yaitu substansi hukum baik dari pemahaman nash al-Quran dan Sunnah serta materi hukum positif tidak begitu berpengaruh. Sebagai implikasi dari adanya beban ganda ini, posisi wanita kampung songket semakin kuat dalam penetapan harta gono gini sebagaimana diatur dalam pasal 35 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan juga diatur dalam Kompilasi Hukum Islam Bab XIII pasal 85 – pasal 97. [This article aims to examine the main factors causing the double burden of working women in Kampung Songket, Indralaya, Ogan Ilir, South Sumatra. This study is a field research with a family sociological approach to examine the factors causing the double burden of the Kampung Songket women. The results of this study indicate that the main cause of gender injustice in Kampung Songket women is the legal culture factor which is influenced by the family background and culture of the Kampung Songket community. The other factors, namely the substance of the law, both from the understanding of the texts of the Koran and Sunnah and positive legal material, are not very influential. As an implication of this double burden, the position of songket village women is getting stronger in determining the assets of gono gini as regulated in Article 35 paragraph (1) of Law no. 1 of 1974 concerning Marriage and is also regulated in the Compilation of Islamic Law Chapter XIII Article 85 - Article 97.]

Keywords


Beban ganda; Ranah domestik; Ranah publik; Harta bersama

References


A, Jalaluddins-Suyuthi, and Jalaluddin Al-Mahalli. Tafsir Al-Jalalain. Beirut: Dar Ibn Katsir, 1998.

Abi Abdillah Muhammad ibn Ahmad ibn Abi Bakr al-Qurthubi. Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an Wa Al-Mubayyina Lima Tadhammanahu as-SUnnah Wa Aayi Al-Furqan. 4th ed. Beirut: Muassasah Ar-Risalah, 2006.

Al-Alusy, Syihabuddin. Ruh Al-Ma’ani Fi Tafsir Al-Quran Al-’Adziimi Wa as-Sab’i Al-Matsani. 14th ed. Beirut: Iha’ al-Turats al-’Arabi, n.d.

Al-Arumi, Muhammad Amin Abdullah. Tafsir Hadaaiqu Al-Rauhi Wa Ar-Raihan Fi ’Ulum Al-Quran. 15th ed. Beirut: Dar Thauq An-Najah, 2001.

Al-Bukhari, Muhammad ibn Isma’il ibn Ibrahim. Al-Musnad Al-Shahih Al-Mukhtashar Min ‘Umuri Rasulillah Saw Wa Sunanihi Wa Ayyamihi. Beirut: Dar Thauq An-Najah, 1422.

Al-Jauzi, Jamaluddin Abdurrahman ibn ’Ali ibn Muhammad. Zaadul Masiir Fii ’Ilm Al-Tafsir. Beirut: al-Maktab al-Islamy, 1984.

Al-Maraghi, Ahmad Musthafa. Tafsir Al-Maraghi. 2nd ed. Mesir: Musthafa al-Babi al-Halabi, 1946.

Al-Zamakhsyari, Abi al-Qasim Jarullah Mahmud ibn Umar. ’Uyuun Al-’Aqaawil Fi Wujuuh Al-Ta’wil. Fujalah: Maktabah al-Mishr, n.d.

Amin, Muhammad. “Konsep ‘ Darajah ’ : Solusi Al-Quran Dalam Mengatasi Beban Ganda Wanita Karier.” Bimas Islam 09, no. II (2016): 323–40.

Anita, Rahmawaty. “Harmoni Dalam Keluarga Perempuan Karir : Upaya Mewujudkan Kesetaraan Dan Keadilan Gender Dalam Keluarga.” Palastren 8, no. 1 (2015): 1–34.

Arikunto, Suharmi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. III. Jakarta: Rineka Cipta, 1993.

Ba’albaky, Munir. Al-Maurid: Engish-Arabic Dictionary. Beirut: Dar al-‘Ilm lil Malāyīn, 2001.

Dahri, Ibn Ahmad. Peran Ganda Wanita Modern. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1994.

Fakih, Mansour. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Gunaryo, Achmad. “Kesetaraan Gender: Antara Cita Dan Fakta.” In Bias Gender Dalam Pemahaman Islam, edited by Nasaruddin Umar, 3. Yogyakarta: Gama Media, 2002.

Haitami, Hafidz. Majma’ Zawa’id Wa Manba’ Al-Fawa’id. 4th ed. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.

Hariati, Sri, and Musakir Salat. “The Injustice of Distributing Marital Property ( Harga Gini Gono ) in Divorce Cases.” IUS: Kajian Hukum Dan Keadilan I, no. 03 (2013): 448–63.

Hatta, Ahmad. Tafsir Al-Quran Per Kata. Jakarta: Maghfirah Pustaka, 2000.

Hawwa, Said. Al-Asas Fi at-Tafsir. 10th ed. Kairo: Dar as-Salam, 1999.

Hidayati, Nurul. “Beban Ganda Perempuan Bekerja (Antara Domestik Dan Publik).” Muwazah 7, no. 2 (2015): 108–19. http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Muwazah/article/view/516.

Jaya, Agus. Bekal Abadi Muslim: Trilogi Ibadah, Do’a, Dan Dzikir. Indralaya: Ittifaqiah Press, 2014.

Karmilah, Mila. “Peran Ganda Perempuan Di Lingkungan Pariwisata Bandungan, Jawa Tengah.” Palastren 6, no. 1 (2013): 129–58.

Kholil, Moenawar. Nilai Wanita. Solo: Ramadhani, 1989.

Kurniawan, Muhamad Beni. “Pembagian Harta Bersama Ditinjau Dari Besaran Kontribusi Suami Istri Dalam Perkawinan.” Jurnal Yudisial 11, no. 1 (2018): 41–53. https://doi.org/10.29123/jy.v11i1.224.

Mahfiana, Layyin. “Keterlibatan Perempuan Dalam Penyelesaian Konflik Harta Bersama (Studi Di Kabupaten Ponorogo).” Kodifikasia 10 (2016): 229–55.

Moelong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif No Title. Bandung: Rosdakarya, 2016.

Nawawi, Haidar. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1995.

Radhitya, Theresia Vania. “Peran Ganda Yang Dialami Pekerja Wanita K3L Universitas Padjadjaran.” Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial 1, no. 3 (2019): 204. https://doi.org/10.24198/focus.v1i3.20497.

Rochaeti, Etty. “Analisis Yuridis Tentang Harta Bersama (Gono Gini) Dalam Perkawinan Menurut Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif.” Jurnal Wawasan Yuridika 28, no. 1 (2013): 650–61. https://doi.org/10.25072/jwy.v28i1.61.

Rustiani. “Istilah-Istilah Umum Dalam Wacana Gender.” Analisis Sosial: Analisis Gender Dalam Memahami Persoalan Perempuan 4 (1996): 60.

Satori, Achmad. “Fiqh Perempuan Dan Feminisme.” In Membincang Feminisme Diskursus Gender Perspektif Islam, edited by Mansour Fakih, 134. Surabaya: Risalah Gusti, 2000.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D. Bandung: CV Alfa Beta, 2010.

Suhertina, and Darni. “Fenomena Double Burden Perempuan Pemulung Muslim Dalam Pengelolaan Ekonomi Keluarga.” Marwah: Jurnal Perempuan, Agama, Dan Jender 17, no. 2 (2018): 179–90.

Syarifuddin, Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia Antara Fiqh Munakahat Dan Undang Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana, 2006.

Umar, Nasaruddin. “Perspektif Jender Dalam Islam.” Jurnal Pemikiran Islam Paramadina 01, no. 02 (1998): 97.

Yasin, Hikmat ibn Basyir. At-Tafsir as-Shahih: Mausu’at as-Shahih Al-Masbur Min as-Shahih Bi Al-Ma’tsur. Edited by 4. Dar al-Ma’atsir, 1999.

Zahrah, Muhammad Abu. Zahratut Tafasiir. 8th ed. Kairo: al-Azhar Islamic Research Academy, n.d.

Zamaniin, Ibnu Abi. Tafsir Al-Quran Al-Aziz. 2nd ed. Kairo: al-Faruq al-Haditsah, 2001.


Article Statistic

Abstract view : 130 times
PDF views : 78 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.