Ritual Di Makam Ageng Besari Tegalsari Jetis Ponorogo

Muhammad Widda Djuhan(1*)
(1) STAIN Ponorogo
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v5i1.756

Abstract

Fenomena  ziarah  makam  merupakan  tradisi  turun-temurun  dan sudah  berakar  kuat  di  kalangan  umat  Islam. Meskipun  muncul kritik  yang  mencurigai  praktek  semacam  itu  dapat  menodai tauhid,  tetapi  dalam  faktanya  kegiatan mengunjungi  makammakam tidak pernah pudar sama sekali bahkan cenderung makin ramai  terutama  setelah  terbukti  makin  ‘keramat’-nya  makam yang diziarahi itu. Penelitian lapangan yang mengambil lokasi di makam Ki Ageng Besari Tegalsari Jetis di Ponorogo ini menyoroti bentuk-bentuk  keyakinan  dan  ritual  yang  dipraktekkan  para peziarah.Kenyataannya, kepercayaan peziarah memang sangatlah mengkeramatkan makam Ki Ageng Besari di Tegalsari. Meskipun demikian,  kepercayaan  tersebut  tidaklah  tunggal  karena  sangat tergantung  pada  pola  pikir,  pemahaman  keagamaan  dan  tradisi yang melingkupinya. Ada  tiga  tipologi  peziarah  makam  Ki  Ageng Besari yaitu: kepercayaan yang berbasis pada pola tradisional Islam,
kepercayaan mistis yang berbasis pada tradisi, dan kepercayaan yang berdasar pada pemikiranrasional. Berbagai ragam kepercayaan ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa membuat klaim-klaim sepihak kepada para peziarah makam.

Keywords


ziarah, mistis, tradisi, barokah.

Article Statistic

Abstract view : 683 times
PDF views : 957 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2011 Kodifikasia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.