TOLERANSI BERAGAMA (Toleransi Masyarakat Muslim dan Budha di Dusun Sodong Perspektif Islam)

Umarwan Sutopo(1*)
(1) 
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/syakhsiyyah.v3i2.3395

Abstract

Indonesia sebagai negara yang majemuk memiliki beragam suku, bahasa, ras bahkan agama. Perbedaan itu menyimpan potensi positif sebagai kekuatan dan kekayaan bangsa. Namun demikian seandainya tidak dirawat dengan baik, potensi positif tersebut berubah menjadi negatif, yaitu konflik yang merugikan masing-masing pihak. Usaha untuk merawat kemajemukan tersebut adalah menumbuhkembangkan toleransi. Masyarakat Sodong sebagai kumpulan 2 (dua) komunitas beragama berbeda memberikan potret bahwa mereka telah mengimplementasikan hal tersebut secara intens dalam aspek sosial, ekonomi, politik dan bahkan persoalan agama. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa penganut agama yang berbeda memahami dan mengejawantahkan toleransi yang begitu besar dalam kehidupan sehari-hari, padahal setiap agama secara lazim mempunyai ciri khas dan batasan-batasan hubungan dengan agama lainnya?, terkecuali daripada itu, bagaimana pandangan islam  terhadap kenyataan tersebut, karena  nyatanya islam sebagai agama pedoman hidup muslim memiliki pandangan sendiri kaitannya dengan toleransi. Penelitian ini bercorak field research dengan mendeskriptifkan terhadap persepsi dan perilaku masyarakat Sodong terhadap toleransi berikut pandangan islam terhadapnya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa toleransi agama yang terbangun di sana tidak semata-mata berlatar belakang agama, melainkan juga berasal dari aspek sosial, budaya dan politik. Praktik-praktik toleransi yang telah terjadi perlu penguatan, terutama di bidang sosial kemasyarakatan. Adapun pada persoalan yang bersinggungan dengan agama masih membutuhkan perhatian dan peran edukasi pemuka  muslim agar toleransi tidak mengarah pada tindakan sinkretisme.

Kata Kunci:

Sodong, toleransi beragama.

 

Indonesia as a pluralistic country has various ethnicities, languages, races and even religions. The difference holds positive potential as the strength and wealth of the nation. However, if it is not properly cared for, the positive potential turns into a negative one, namely a conflict that harms each party. Efforts to maintain this plurality is to cultivate tolerance. The Sodong community as a collection of 2 (two) different religious communities provides a portrait that they have implemented this intensely in social, economic, political and even religious aspects. This of course raises the question, how can adherents of different religions understand and manifest such great tolerance in daily life, even though every religion in general has characteristics and limitations on relations with other religions? to this fact, because in fact Islam as a religion as a way of life for Muslims has its own views regarding tolerance. This research is a field research by describing the perception and behavior of the Sodong community towards tolerance and the Islamic view of it. The results of the study reveal that the religious tolerance that is built there is not solely a religious background, but also comes from social, cultural and political aspects. Tolerance practices that have occurred need to be strengthened, especially in the social field. As for issues that intersect with religion, it still requires attention and the educational role of Muslim leaders so that tolerance does not lead to acts of syncretism.

Keywords:

Sodong, religious tolerance.

Keywords


Sodong, toleransi beragama.

References


Abdullah, Maskuri. Pluralisme Agama Dan Kerukunan Dalam Keagamaan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2001.

Abu Ahmadi. Ilmu Sosial Dasar, Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta: Rhineka Cipta, 2003.

Afriqi, M. Ibn Mukarram Ibn Mandzur al. Lisan Al "Arab. Beirut: Dar Shadir, 2010.

Al-Jazâ’iri, Jâbir. Aisar At-Tafâsîr Li Kalâm Al-‘Aliy Al- Kabîr. Cet. III. Jeddah: Racem Advertising, 1990.

Ali, Mukti. Islam Mazhab Cinta, Cara Sufi Memandang Dunia. Bandung: Mizan, 2015.

Amstrong, Karen. Holy War: The Crusades and Their Impact on Today’s World. London: Mc Millan London Limited, 1991.

Arifin, Bey. Hidup Sebelum Mati. Ke III. Jakarta: Kinta, 1992.

Baidhawi, Zakiyudd. Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural. Jakarta: Erlangga, n.d.

Bukhari, Muhammad Ibn Ismail al. Sahih Al Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir, 1423.

Burhanuddin, Muhammad. “Toleransi Antar Umat Beragama Islam Dan ‘Tri Darma.’” UIN Wali Songo Semarang, 2006.

Casram. “Membangun Sikap Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Plural.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya 1,2 (2016).

Diputra, Oka. Pedoman Penerangan Agama Buddha. Jakarta: Departemen Agama, 1977.

Dkk, H.M. Daud Ali. Islam Untuk Disiplin Ilmu Hukum Sosial Dan Politik. Jakarta: Bulan Bintang, 1989.

Dkk, M.Irsyad Mawahib. Laporan Kuliah Pengabdian Masyaratakat. IAIN Ponorogo, 2017.

Faqqar, ’Ali Dzul. Mu’jam Al-Wasith. Kairo: ZIB, 1973.

G.Gilarnic, David. Webster’s Word Dictionary Of America Lnguage. New York: The World Publishing Company, 1959.

Hadiwijono, Harun. Agama Hindu Dan Agama Buddha. Jakarta: Badan Penerbit Kristen, 1977.

Hanbal, Ahmad Ibn. Musnad Ahmad Ibn Hanbal. Cetakan Ke. Beirut: Al Maktab Al Islami, 1993.

Hansen, Seng. Ikhtisar Ajaran Budha. Cetakan ke. Yogyakarta: Vidyasena Production, 2008.

Harun, ’Abd as Salam. Mu’jam Maqayis. Mesir: Mathba’ah Musthofa al Bani, 1970.

Hasyim, Umar. Toleransi Dan Kemerdekaan Beragama Dalam Islam Sebagai Dasar Menuju Dialog Dan Kerukunan Antar Umat Beragama. Surabaya: Bina Ilmu, 1979.

Hidayat, Komarudin. Agama Masa Depan. Jakarta: Paramadina, 1995.

Hornby, A.S. Oxford Advanced Learners Dictionaryi Of Current English. Cet. Ke-23. London: Oxford University, 1986.

James, D. Proctor. Science, Religoon and the Human Experience. New York: Oxford University, 2005.

Kahmad, Dadang. Sosiologi Agama. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.

Katsir, Isma’il Ibn Umar Ibn. ’Umdah at Tafasir. Dar Al Wafa’, 2005.

Kattsir, Imam Ibn. Tafsir Ibnu Katsir. Terjemah. Kairo: Pustaka Imam Asy Syafi-i, 1994.

Kelsay, Jhon. Kajian Lintas Kultural Islam-Barat: Kebebasan Agama Dan Hak-Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Academica, 1997.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rhienak Cipta, 2002.

Liliwei, Allo. Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Madjid, Nurcholish, Dkk. Islam Universal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.

Madjid, Nurcholis. Islam Doktrin Dan Peradaban, Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan Dan Kemoderenan. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 1992.

Majid, Nurchlish dkk. Fiqih Lintas Agama. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 2004.

Masduki, Irwan. Berislam Secara Toleran. Bandung: Mizan, 2011.

Misrawi, Zuhairi. Al-Qur’an Kitab Toleransi: Inklusivisme, Pluralisme Dan Multikulturalisme. Jakarta: Fitrah, 2007.

———. Al Qur’an Kitab Toleransi, Tafsir Tematik Islam Rahmatan Lil ’Alamin. Jakarta: Gramedia, 2017.

Muhammad At Thahir Ibnu ‘Âsyûr. At-Tahrîr Wa Al- Tanwir. Tunis: ad-Dar Tunisiyyah, 1984.

Muhlis, Afrizal dan. “Konsep Wasathiyah Dalam Al-Quran; (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Tahrîr Wa at-Tanwîr Dan Aisar at-Tafâsîr)” 4, no. 2 (2015): 205–25.

Mujani, Saiful. Muslim Demokrat: Islam, Budaya Demokrasi, Dan Partisipasi Politik Di Indonesia Pasca-Orde Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka, 2007.

Munawar-Rachman. Islam Pluralis Wacana Kesetaraan Kaum Beriman. Jakarta: PT Grafindo, 2004.

Munawar, Said Agil al. Fikih Hubungan Antar Agama. Jakarta: Ciputat Press, 2005.

Naisaburi, Abu al Hasan ’Ali ibn al Wakhidi al. Al Wasith Fi Tafsir Al Qur’an Al Majid. Beirut: Dar al Kutub al Ilmiyah, 1994.

Nasution, Harun. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya. Jilid I. Jakarta: UI Press, 1979.

Penafsir, Yayasan Penyelenggara Penterjemah/. Al Qur’an Dan Terjemahannya. Jakarta: Departemen Agama, 1971.

Pulungan, J. Suyuthi. Prinsip-Prinsip Pemerintahan Dalam Piagam Madinah Ditinjau Dari Pandangan Al Qur’an. Ke I. Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1994.

Schoun, Fithjof. Islam and the Perennial Philosophy. New York: New York, 1976.

Setyawati, Edi. Kebudayaan Di Nusantara Dari Keris, Tor-Tor, Sampai Industri Budaya. Depok: Komunitas Bambu, 2014.

Shadily, Jhon M. Echols dan Hassan. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2007.

Shiddiqi, Nourouzzaman. Jeram-Jeram Peradaban Muslim. Ke I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

Smart, Ninian. Pluralism, in A New Handbook of Christian Theology. Edited by Donald W Musser and Joseph L Price. Nashville: Abingdon Press, 1992.

Susi, Team Penyusun Terjemahan. Kitab Suci. Solo: MATAKIN, 2006.

Th. Sumartana, Dkk. Pluralisme, Konflik, Dan Pendidikan Agama Di Indonesia. Yogyakarta: Dian/Interfidei, 2005.

Thahir, A. Halil. “Dari Nalar Literalis-Normatif Menuju Nalar Kontekstualis-Historis Dalam Studi Islam.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 1 (2014): 1–14. http://islamica.uinsby.ac.id/index.php/islamica/article/view/89/0%5Cnhttp://islamica.uinsby.ac.id/index.php/islamica/article/viewFile/89/84.

Zakariya, Abu al Husain Ahmad Ibn Faris Ibn. Mu’jam Maqayis. Beirut: Dar al Fikr, 1979.


Article Statistic

Abstract view : 78 times
PDF views : 105 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.