Political and Nationalism of GP Ansor in Facing The Perssecution of Kirab Satu Negeri in The Meranti Islands

Imam Ghozali(1*), Junaidi Junaidi(2)
(1) STAIN Bengkalis
(2) 
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/altahrir.v20i2.2131

Abstract

Abstract: This study is to determine the implementation, implication, and process of resolving the politics of nationalism in the Kirab Satu Negeri GP Ansor activities in the Meranti Islands. This activity experienced persecution from HTI, FPI, youth organizations, and the Malay Customary Institution (LAM) of the Meranti Islands Regency. The movement of negative opinions by these mass organizations has worsened the image of GP Ansor in the Meranti community. This research uses a qualitative descriptive-analytic approach. The data collection method in this study combines the Library Method and Field Research. As a result of the research, GP Ansor applies the politics of religious nationalism in carrying out the Kirab Satu Negeri. Indeed, radicalism groups and youth organizations build negative opinions of political and religious issues the affect the solidity of members of the GP Ansor, divided into two, namely following the line of command of the GP Ansor board and some rejecting it firmly. The GP Ansor militant committee consistently moves to resolve the persecution with religious nationalism politics, namely: first to open a dialogue with mass organizations that reject the KSN program; second, to conduct friendship wit LAM elders with the connectivity approach of the similarity between the NU tradition and the rituals of the Malay community; the third structural approach to the local Government, DPRD and Kapolres regarding the KSN mission to arouse the spirit of nationality; fourth, inviting all members of the GP Ansor, officials to do istighosah so that Indonesia will not be able to be divided by radical groups.

الملخص: تهدف هذه الدراسة إلى تحديد التنفيذ والتضمين وعملية حل المشكلة حول  سياسات القومية في أنشطة كيراب ساتو نيجيري حركة الشباب أنصار (GP Ansor) في جزر ميرانتي. تعرض هذا النشاط للاضطهاد من قبل حزب التحرير الإندو نسي( HTI) و جبهة الدفاع الإسلامي( FPI) ومنظمات الشباب ومؤسسة العرفية المالايووية(LAM) في منطقة جزر ميرانتي . أدت توجيه الآراء السلبية من قبل هذه المنظمات الجماهيرية إلى تدهور صورة حركة الشباب أنصار في نظر مجتمع ميرانتي Meranti. يستخدم هذا البحث المنهج الوصفي التحليلي. بينما  طريقة جمع البيانات في هذه الدراسة تجمع  بين أسلوب المكتبة والبحث الميداني. و نتيجة البحث ، يطبق حركة الشباب أنصار سياسة القومية الدينية في تنفيذ كيراب ساتو نيجيري( KSN/Kirab Satu Negeri). وبالفعل ، فإن الجماعات الراديكالية والمنظمات الشبابية تبني آراء سلبية حول القضايا السياسية والدينية التي تؤثر على صلابة أعضاء GP Ansor و إنقسامهم إلى قسمين. منهم من اتبع خط القيادة لإدارة GP Ansor و الأخر صارم على رفض ذلك. مازال  المجلس  الإداري المتشدد في GP Ansor يتحرك لحل هذا الاضطهاد بسياسات القومية الدينية ، أي: أولا فتح باب الحوار مع المنظمات الجماهيرية التي ترفض برنامج (KSN) ؛ ثانيًا ، إقامة التواصل والصداقة مع شيوخ (LAM) من خلال نهج الترابط للتشابه بين تقاليد نهضة العلماء  (NU) وطقوس مجتمع الملايو. ثالثا، القيام  بالتقرب الهيكلي إلى حكومة المحلية و مجلس الشورى المنطقي (DPRD) و رئيس الأمن المنطقي  (Kapolres) فيما يتعلق بمهمة (KSN) لإثارة روح الجنسية ؛ رابعًا ، الدعوة لجميع أعضاء (GP Ansor) ، والمسؤولين للقيام بالإستغاثة حتى تتجنب الدولة الإندونيسية من الانقسام بسبب عمل الجماعات المتطرفة.

Abstrak: Penelitian ini untuk mengetahui implementasi, implikasi dan proses penyelesaian politik nasionalisme pada kegiatan Kirab Satu Negeri (KSN) GP Ansor Kepulauan Meranti. Kegiatan ini mengalami persekusi dari HTI, FPI, Ormas Kepemudaan dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Meranti. Penggiringan opini negatif oleh kelompok Ormas-ormas tersebut telah memperburuk citra GP Ansor di masyarakat Meranti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif deskriptif analistis. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggabungkan antara metode kepustakaan dan penelitian lapangan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa GP Ansor menerapkan politik nasionalisme religius dalam menjalankan Kirab Satu Negeri. Kelompok radikalisme dan Ormas kepemudaan membangun opini negatif tentang isu-isu politik dan agama yang mempengaruhi solidaritas anggota GP Ansor sehingga terpecah menjadi dua, yaitu sebagian mengikuti garis komando pengurus GP Ansor dan sebagain menolak secara tegas. Pengurus militan GP Ansor konsisten terus bergerak menyelesaikan persekusi dengan politik nasionalisme religius, yaitu pertama membuka dialog dengan Ormas-ormas yang menolak acara KSN; kedua melakukan silaturahi dengan sesepuh LAM dengan pendekatan konektivitas kesamaan antara tradisi NU melalui ritual masyarakat Melayu; ketiga melakukan pendekatan struktural kepada Pemuda, DPRD dan Kapolres tentang misi KSN untuk membangkitkan semangat kebangsaan; keempat mengajak seluruh anggota GP Ansor, para pejabat untuk istighasah agar negara Indonesia terhindar dari perpecahan akibat dari kelompok-kelompok radikalisme.

Keywords


Politik Nasionalisme, GP Ansor, Kirab Satu Negeri, Persekusi

References


Aminah, Siti, Kuasa Negara pada Ranah Lokal, Jakarta : Prenadamedia Group, 2016.

Astuti, Banuaji, Sabat, Wiwik Widayati, and Puji,.Peran Gerakan Pemuda Ansor dalam penguatan civil society di kabupaten Jepara, Journal of Politic and Government Studies 2.4, 2013.

Azhari, Inu Kencana Syafii, Sistem Politik Indonesia, Bandung: Refika Aditama, 2012.

Bakir, Abu Ubaid dan Muhammad (Ed), Nasionalisme dan Islam Nusantara, Jakarta: Kompas, 2015.

CNN Nasional, Kirab Satu Negeri, GP Ansor Bertolak dari Gejala Pilkada DKI, Minggu, 16 September 2018.

CNN Nasional, PKS Putuskan Salim Segaf-UAS ‘Harga Mati’ Cawapres Prabowo, Selasa, 7 Agustus 2018.

CNN Indonesia, GP Ansor Jateng Tolak Acara Abdul Somad Didomplengi HTI, Senin, 03 September 2018.

CNN Indonesia, GP Ansor Jateng Tolak Acara Abdul Somad didomplengi HTI, Senin, 03 September 2018

Dault, Adhyaksa, Islam dan Nasionalisme, Reposisi Wacana Universal dalam Kontek Nasional, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2005.

Effendi, Bahtiar, Islam dan Negara, Transformasi Gagasan Dan Praktik Politik Islam Di Indonesia, Jakarta: Paramadina, 2011.

Enayat, Hamid, Modern Islamic Political Thought, The Response of The Shii and Sunni Muslim to The Twentieth Century, London : The Mac Millan Press, Ltd, 1982.

Fuad, A.Jauhar, Gerakan Kultural dan Pemberdayaan: Sebuah Imun terhadap Radikalisasi di Sanggar Sekar Jagat Sukoharjo, Jurnal Al-Tahrir, Volume 18, No. 1, Mei 2018.

Gaffar, Afan, Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi,Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2006.

Ghozali, Imam, Memahami Format Demokrasi Model Khawarij di Indonesia, Jurnal Islamadina, Volume 21, No. 1, Maret 2020.

https://www.kiblat.net/2018/09/20/kirab-satu-negeri-gp-ansor-juga-ditolak-di-kepulauan-meranti/

https://gagasanriau.com/news/detail/40220/purwaji-lega-meski-dipersekusi-kirab-satu-negeri-gp-ansor-riau-tuntas-di-kepulauan-meranti

https://gagasanriau.com/news/detail/40220/purwaji-lega-meski-dipersekusi-kirab-satu-negeri-gp-ansor-riau-tuntas-di-kepulauan-meranti

https://lektur.id/arti-adat-bersendi-syarak-syarak-bersendi-kitabullah/

Irtanto, Dinamika Politik Lokal Era Otonomi Daerah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014.

Kaelan, Pendidikan Pancasila,Yogyakarta : Paradigma, 2016.

Kodiran,Widiatmaka, Pipit, Agus Pramusinto, Peran Organisasi Kepemudaan Dalam Membangun Karakter Pemuda Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Pada Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah), Jurnal Ketahanan Nasional 22.2, 2016.

Kompas.Com, Gerindra: Ulama GNPF Sampaikan, Ustaz Abdul Somad Bersedia Jadi Cawapres Prabowo, Selasa, 7 Agustus 2018.

Maarif, Ahmad Syafii, Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Sejarah, 2009.

Moesa, Ali Machsan, Nasionalisme Kiai; Konstruksi Sosial Berbasis Agama, 2007.

Mohammad Toha Anwar, Fikih Politik, Jakarta : Studia Press, 2000.

Musa, Ali Masykur, Nasionalisme di Persimpangan, Jakarta : Penerbit Erlangga, 2011.

Nadzifah, Siti Nailatun, Pandangan GP Ansor terhadap Salafi Wahabi: studi kasus pembubaran pengajian oleh GP Ansor, UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.

Nugraha, Muhammad Tisna Nugraha, Fundamentalisme Pendidikan Agama Di Jejaringan Sosial, Al-Tahrir 18, No. 1, Mei 2018.

NU Online, Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor, Jumat, 27 November 2015.

NU Online, Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI, Senin 13 Maret 2017).

NU Online, Selama 41 Hari, Ini Tujuan Kirab Satu Negeri GP Ansor, Rabu, 26 September 2018.

Oktavijani, Lia. Peranan Organisasi Gerakan Pemuda Ansor (GPA) dalam Penanaman Moral Generasi Muda di Kecamatan Purwodadi, Universitas Negeri Semarang, 2013.

Rahmat, M. Imdadun, Arus Baru Islam Radikal Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2005.

Republika.Co.Id, Jadi Inspirasi Dunia, Ansor Gelar Kirab Satu Negeri, Minggu, 09 September 2018.

Roskin, Michael G, Pengantar Ilmu Politik, terj; Liana Nurul, Jakarta : Kencana, 2016.

Santrinews.Com, HTI, PKS dan Agenda Khilafah di Pilpres 2019, Minggu, 12 Agustus 2018, 10.49 Wib

Sujuthi, Mahmud, Politik Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Jombang, Yogyakarta: Galang Press, 2001.

Syamsudin, M. Dkk, Pendidikan Pancasila; Menempatkan Pancasila dalam Konteks Keislaman dan Keindonesiaan , Yogyakarta : Total Media, 2011.

Zulfadli, Kontestasi Ormas Islamis Di Indonesia, Al-Tahrir 18, No. 1, 1 Mei 2018


Article Statistic

Abstract view : 286 times
PDF views : 159 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.