Deradicalization-Based Aswajasi Education and Minagkabau Local Wisdom in Syaikh Sulaiman’s Thought

Muhammad Kosim(1*), Martin Kustati(2), Duski Samad(3)
(1) UIN Imam Bonjol Padang
(2) UIN Imam Bonjol Padang
(3) UIN Imam Bonjol Padang
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/altahrir.v21i1.2703

Abstract

Abstract: Religious radicalism can lead people to commit acts of violence in the form of physical and non-physical terror in the name of religious teachings. The actions can create a negative stigma about Islam in which has the nature of rahmatan lil 'alamin. One of the main causes for the emergence of religious radicalism is a narrow understanding of the religion. Therefore, religious radicalism needs to be anticipated by the deradicalization of education. The aim of the study is to analyze the thoughts of Sheikh Sulaiman Arrasuli, as one of the influential scholars in Minangkabau, focusing on the deradicalization through education based ASWAJASI and Minangkabau local wisdom. Although the term deradicalization of the education is not found in his books, his thoughts that juxtapose religious education and local wisdom of Minangkabau have relevance in efforts to deradicalize education. In his several writings, Sheikh Sulaiman Arrasuli argued that the deradicalization of education in Minangkabau was carried out by developing the understanding of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā’ah wa Syafi’iyyah which is full of moderate and balanced teachings. In the educational process, teachers are required to have ulama-based competencies, who are ready to be role models and enlighteners for the umara, the importance of collaboration between ulama and umara, prioritizing tafaqquh fi al-din studies in madrasas, strengthening the morals of students who are devout and cultured, and implementing education without violence. The education process is based on religion and local wisdom.

الملخص: يتسبب التطرف الديني في قيام شخص ما بارتكاب أعمال عنف ضد الإرهاب الجسدي وغير الجسدي باسم التعاليم الدينية. يخلق هذا العمل وصمة عار سلبية ضد تعاليم الإسلام التي هي رحمة للألمين. أحد دوافع ظهور الراديكالية الدينية هو الفهم الضيق للتعاليم الدينية. لذلك، يجب توقع التطرف الديني من خلال نزع التطرف عن التعليم. يهدف هذا البحث إلى تحليل أفكار الشيخ سليمان الرسولي، مع أنه باحثًا مؤثرًا في مينانغكابو، حول نزع التطرف عن التعليم في مينانغكابو. على الرغم من أن مصطلح إزالة التطرف في التعليم غير موجود في كتبه، فإن أفكاره التي تقارن التعليم الديني والحكمة المحلية لمينانغكابو ذات صلة بالجهود المبذولة لإزالة التطرف في التعليم. في العديد من كتاباته، وجد أن نزع التطرف في التعليم في مينانجكابو قد تم من خلال تطوير فهم أهل السنة والجماعة والسيافية المليء بالتعاليم المعتدلة والمتوازنة. في العملية التعليمية، يُطلب من المعلمين أن يكون لديهم كفاءات علمية على استعداد ليكونوا نماذج يحتذى بها ومستنير للحكومة، وأهمية التعاون بين العلماء والحكومة، ووتطرح الدراسات الدينية في المدارس، وتعزيز أخلاق الطلبة، وينفذون التعليم دون عنف. تستند عملية التعليم على الدين والحكمة المحلية.

Abstrak: Radikalisme agama mengakibatkan seseorang melakukan tindakan kekerasan hingga teror fisik dan nonfisik dengan mengatasnamakan ajaran agama. Tindakan ini menimbulkan stigma negative terhadap ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Salah satu pemicu munculnya radikalisme adalah pemahaman yang sempit terhadapa ajaran agama. Karena itu radikalisme tperlu diantisipasi dengan melakukan deradikalisasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Syekh Sulaiman Arrasuli, sebagai ulama berpengaruh di Minangkabau, tentang deradikalisasi melalui pendidikan berbasis ASWAJASI dan kearifan lokal Minangkabau. Meskipun istilah deradikalisasi pendidikan tidak ditemukan dalam kitab-kitabnya, akan tetapi pemikirannya yang menyandingkan pendidikan agama dan kearifan lokal Minangkabau, relevan dengan upaya deradikalisasi pendidikan. Dalam beberapa karya tulisnya, ditemukan bahwa deradikalisasi melalui pendidikan di Minangkabau dilakukan dengan mengembangkan paham ahl al-sunnah wa al-jamaah wa syafiiyyah yang sarat dengan ajaran moderat (tawasuth) dan seimbang (tawazun). Dalam proses pendidikan, guru dituntut memiliki kompetensi berbasis ulama yang siap menjadi teladan dan pencerah umat, pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara, mengedepankan kajian tafaqquh fi al-din di madrasah-madrasah, menguatkan akhlak peserta didik yang taat beragama dan berbudaya, serta menerapkan pendidikan tanpa kekerasan. Proses pendidikan tersebut berbasis agama dan kearifan lokal.

Keywords


Deradicalization; ASWAJASI-based Education; Sulaiman Arrasuli; Local wisdom; Minangkabau

References


Abbas, Siradjuddin. Sejarah Dan Keagungan Madzhab Syafi’i. Jakarta: Pustaka Tarbiyah Baru, 2010.

Alaiddin Koto; Mafri Umar; Abdul Halim. Sejarah Perjuangan Persatuan Tarbiyah Islamiyah Di Pentas Nasional. Jakarta: Tarbuyah Press, 2006.

Alam, Masnur. “A Collaborative Action in the Implementation of Moderate Islamic Education to Counter Radicalism.” International Journal of Innovation, Creativity and Change 11 (2020).

Aldomi, Hasan Zaini; Muhammad Kosim; Prinsip Dan Jati Diri Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Padang: Jasa Surya, 2015.

Amrin, Rina. “Pemikiran Hukum Islam Syekh Sulaiman Al-Rasuli Dan Syekh Ibrahim Musa (Tesis).” Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, 2011.

Arrasuli, Syekh Sulaiman. Al-Jawāhir Al-Kalāmiyah Fi Bayān ‘Aqā’Id Al-Īmāniyah. Fort de Kock: Drukkerij Islamijah FDK, 1927.

———. Asal Pangkat Penghulu Dan Pendiriannya. Fort de Kock: Mathba’ah Islamiyah, 1927.

———. “Keadaan Minangkabau Dahulu Dan Sekarang.” Majalah Al-Mizan. Maninjau, 1938.

———. “Mari Bersatu Dengan Adat Dan Syarak (Harian Haluan) Q.” April 1951.

———. Pedoman Hidoep Di Alam Minangkabau Nasihat Siti Boediman Menoeroet Garisan Adat Dan Syara’. Bukittinggi: Tsamaratoel Ichwan, 1930.

———. Tabligh Al-Amānah. Bukittinggi: t.p., 1954.

Asnan, Gusti. Kamus Sejarah Minangkabau. Padang: Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM), 2003, 2003.

Awaluddin, Asep. “URGENSI AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN (Tinjauan Atas Qonun Assasy Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Karya Rois Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari).” Muslim Heritage 5, no. 2 (2020): 344.

Azra, Azyumardi. “Kembali Ke Jati Diri (2).” Republika. November 2016. https://republika.co.id/berita/kolom/resonansi/16/11/23/oh3nmo319-kembali-ke-jati-diri-2.

Bagindo, Farhan Muin Dt. “Pokok-Pokok Ajaran Adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Beserta Penjelasannya Dan Berlaku Untuk Seluruh Wilayah Minangkabau.” In Mambangkik Batang Tarandam Minangkabau Di Tapi Jurang, edited by AL Bazar M Arif. Jakarta: YPMUI, 2013.

Bruinessen, Martin van. Tarekat Naqsyabandiyah Di Indonesia. Bandung: Mizan, 1992.

Chaniago, Hasril. 101 Orang Minang Di Pentas Sejarah. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia, 2010.

Feriyanto, Feriyanto. “Tarekat Dan Moderasi Beragama.” Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan 14, no. 2 (2020): 158–72.

Fuad, A Jauhar. “Pembelajaran Toleransi: Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menangkal Paham Radikal Di Sekolah.” In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 561–71, 2018.

Huda, Mualimul. “Eksistensi Pesantren Dan Deradikalisasi Pendidikan Islam Di Indonesia.” Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan 3, no. 1 (2018): 91.

Ismayilov, Murad. “Islamic Radicalism That Never Was: Islamic Discourse as an Extension of the Elite’s Quest for Legitimation. Azerbaijan in Focus.” Journal of Eurasian Studies 10, no. 2 (2019): 183–96.

Isnawan, Fuadi. “Program Deradikalisasi Radikalisme Dan Terorisme Melalui Nilai-Nilai Luhur Pancasila.” FIKRI: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 3, no. 1 (2018): 1–28.

Khatib, Syamsul Bahri. Tarekat Abd Al-Rauf Singkel Dalam Tanbih Al-Masyi. Padang: Hayfa Press, 2012.

Kosim, Muhammad. Gagasan Syekh Sulaiman Al-Rasuli Tentang Pendidikan Islam Dan Penerapannya Pada Madrasah Tarbiyah Islamiyah Di Sumatera Barat. Dissertation Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang. Padang, 2013.

———. “Syekh Sulaiman Al-Rasuli Tokoh Pendidikan Islam Bercorak Kultural.” Turast: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian 3, no. 1 (2015): 23–41.

———. “Tradisi Madrasah Tarbiyah Islamiyah Di Sumatera Barat” IV, no. 1 (2013): 21–45.

Koto, Alaiddin. Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, Dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012.

Latif, Sanusi. “Gerakan Kaum Tua Di Minangkabau (Disertasi).” IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1988.

Llorent-Bedmar, Vicente, Verónica C Cobano-Delgado Palma, and María Navarro-Granados. “Islamic Religion Teacher Training in Spain: Implications for Preventing Islamic-Inspired Violent Radicalism.” Teaching and Teacher Education 95 (2020): 103138.

Machali, Imam. “Peace Education Dan Deradikalisasi Agama.” Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (2013): 41–64.

Mahmudi, Mahmudi. “Islam Moderat Sebagai Penangkal Radikalisme.” In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 82–91, 2018.

Masduqi, Irwan. “Deradikalisasi Pendidikan Islam Berbasis Khazanah Pesantren.” Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (2013): 1–20.

Muhtarom, Ali. “Peran Ulama Dalam Menangkal Radikalismeagama Di Kabupaten Batang Jawa Tengah.” Ristek: Jurnal Riset, Inovasi Dan Teknologi Kabupaten Batang 1, no. 1 (2016): 45–65.

Munip, Abdul. “Menangkal Radikalisme Agama Di Sekolah.” Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (2012): 159–81.

Munir, Miswar. “Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Petatah Petitih Adat Minangkabau (Alternatif Membangun Pendidikan Berkarakter).” Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam 14, no. 1 (2018): 95–104.

Muqoyyidin, Andik Wahyun. “Membangun Kesadaran Inklusifmultikultural Untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam.” Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (2013): 131–51.

———. “Membumikan Deradikalisasi Pendidikan Islam Sebagai Respons Antisipatif Radikalisme Di Era Global.” In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 504–12, 2017.

Musyarrofah, Mifrohatul. “Deradikalisasi Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Khazanah Pesantren.” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 8, no. 1 (2018): 46–59.

Nugraha, Muhamad Tisna. “Fundamentalisme Pendidikan Agama Di Jejaring Sosial.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 18, no. 1 (2018): 41–62.

Prasetiawati, Eka. “Menanamkan Islam Moderat Untuk Menanggulangi Radikalisme Di Indonesia.” Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya 2, no. 2 (2017): 523–70.

Purippendolf, Klans. Analisis Isi: Pengantar Teori Dan Metodologi. Jakarta: Rajawali Press, 1991.

Qardhawi, Yusuf. “Islam Ekstrem: Analisis Dan Pemecahannya, Terj.” Alwi AM. Bandung: Mizan, 1991.

Ramadhan, Muammar. “Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural Dan Inklusivisme (Studi Pada Pesantren Al-Hikmah Benda Sirampog Brebes).” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) 1, no. 2 (2015).

Rohmah, Anny Nailatur, and Ashif Az Zafi. “Jejak Eksistensi Mazhab Syafii Di Indonesia.” Tamaddun: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 8, no. 1 (2020).

Sahid, Mualimin Mochammad, Ahmad Nur Jihadi, and Setiyawan Gunardi. “Moderate Islam As A Solution To Pluralism In The Islamic World: The Experience Of Indonesia.” Al-Shajarah: Journal of the International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), 2019, 1–24.

Sanusi, Ahmad. “Pemikiran Ushul Fiqh Imam Syafi’i.” Syakhsia: Jurnal Hukum Perdata Islam 19, no. 2 (2018): 223–44.

Sarwan, Mansoureh Ebrahimi, and Kamaruzaman Yusoff. “Al-Imam Magazine (1906-1908): The Study Of Kaum Muda’s Thought On Islamic Education Renewal In Southeast Asia.” Journal of Critical Reviews 7, no. 11 (2020): 499–503.

Schmidt, Leonie. “Aesthetics of Authority:‘Islam Nusantara’and Islamic ‘Radicalism’in Indonesian Film and Social Media.” Religion, 2021, 1–22.

Shihab, M Quraish. Islam Yang Saya Pahami: Keragaman Itu Rahmat. Lentera Hati Group, 2018.

Steenbrink, Karel A. Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam Dalam Kurun Moderen,. Jakarta: LP3ES, 1994.

Suprapto, Rohmat. “Deradikalisasi Agama Melalui Pendidikan Multikultural-Inklusiv (Studi Pada Pesantren Imam Syuhodo Sukoharjo).” Profetika: Jurnal Studi Islam 15, no. 02 (2016): 246–60.

Suprayogo, Imam, and Tobroni. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Remaja Rosdakarya, 2001.

Susanto, Nanang Hasan. “Menangkal Radikalisme Atas Nama Agama Melalui Pendidikan Islam Substantif.” Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. 1 (2018): 65–88.

Susilo, Sulistiyono, and Reza Pahlevi Dalimunthe. “Moderate Southeast Asian Islamic Education as a Parent Culture in Deradicalization: Urgencies, Strategies, and Challenges.” Religions 10, no. 1 (2019): 45.

Suyanto, Bagong. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Prenada Media, 2015.

Wahyudin, Didin. “Pendidikan Aswaja Sebagai Upaya Menangkal Radikalisme.” Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan 17, no. 2 (2017): 291–314.

Yunus, Yulizal. “Aspek-Aspek Pendidikan Islam Dalam Sastra Ulama Minangkabau; Studi Syair Syekh Sulaiman Al-Rasuli (Disertasi).” Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, 2018.

Zulkifli. “Syekh Sulaiman Al-Rasuli; Upaya Pembaharuan Pendidikan Islam Di Minangkabau (Tesis).” Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang, 2010.


Article Statistic

Abstract view : 314 times
PDF views : 80 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.