Epistemological Transformation of Hadith Transmission in Post-3rd Century of Sufi Tradition

Penulis

  • Ahmad Ubaidillah Ma'sum Al Anwari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Akmaluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21154/dialogia.v23i02.12096

Abstrak

Sufisme dan ahl al-ṣūfī mengalami perkembangan yang signifikan pada abad ketiga Islam, bersamaan dengan perkembangan sistematis berbagai ilmu Islam. Meskipun menggunakan hadis sebagai kerangka dasar untuk ajaran Sufi, metode transmisi di kalangan Sufi mengembangkan karakteristik yang berbeda dari studi hadis konvensional. Penelitian ini mengkaji perspektif Sufi terhadap hadis dan pendekatan unik mereka dalam transmisi. Menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif melalui tinjauan literatur komprehensif, penelitian ini mengungkapkan bahwa Sufi lebih mengutamakan nilai-nilai dan makna intrinsik dalam narasi hadis daripada kriteria transmisi formal. Akibatnya, keaslian hadis dalam tradisi Sufi tidak ditentukan secara utama oleh keberadaan isnād (rantai transmisi), kepatuhan terhadap metodologi hadis standar, atau prinsip verifikasi konvensional lainnya. Sebaliknya, validitas dinilai melalui kesesuaian dengan ajaran Al-Qur’an, konsistensi dengan hadis yang terverifikasi, dan keselarasan dengan prinsip-prinsip Islam yang mendasar. Pendekatan epistemologis ini melegitimasi metode verifikasi alternatif, termasuk kashf (penyingkapan spiritual) dan pengalaman visioner, asalkan transmisi tersebut memenuhi kriteria yang disebutkan dan berasal dari para master Sufi yang secara spiritual maju (yang mencapai maqāmāt yang tinggi dalam hierarki Sufi).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-31