KONTRUKSI PEMIKIRAN FIKIH SOSIAL KH. ALI YAFIE DALAM MERESPONS PROGRAM PEMERINTAH DI ERA ORDE BARU

Fathorrahman Fathorrahman(1*)
(1) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/kodifikasia.v14i1.1964

Abstract

Tulisan ini menjelaskan posisi pemikiran KH. Ali Yafie dalam mengkaji fikih yang berdimensi sosial sekaligus bagaimana responsnya terhadap program pemerintah di era orde baru. Tulisan ini berpendapat bahwa keluasan dan keluwesannya dalam membaca realitas sosial sosial, terutama dalam konteks memahami kebijakan pemerintah, menghadirkan sebuah persepsi bagi masyarakat bahwa fikih sosial bisa menjadi basis pengetahuan dalam memahami ajaran Islam secara kontekstual. Meskipun dalam beberapa aspek, pemikiran fikih sosial KH. Ali Yafie terbilang pro-status quo karena mengamini berbagai kebijakan pemerintah yang seolah-olah dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Namun sesungguhnya pemikiran fikih sosial KH Ali Yafie menjadi pintu masuk bagi kita untuk mendudukkan secara proporsional dan kontekstual bagaimana memahami ajaran Islam yang berdimensi sosial. Maka, melalui penelitian ini, penulis ingin menguraikan, pertama, seperti apa konsep kemaslahatan yang dikontekstualisasi dalam fiqh sosial KH. Ali Yafie dalam merespons program pemerintah. Kedua, bagaimana wawasan sosilogis mewarnai pikiran fiqh sosial KH. Ali Yafie guna mengenengahkan alternatif pemikiran Hukum Islam yang kontekstual. Untuk menganalisis dua pokok masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan cara melacak dan membedah karya-karya KH. Ali Yafie yang berkaitan langsung dengan Fiqh Sosial dan secara umum berkaitan dengan pikirannya tentang keislaman. [This paper explains the position of KH. Ali Yafie in studying fiqh with social dimensions as well as how he responded to government programs in the new order era. This paper argues that the breadth and flexibility in reading the social reality, especially in the context of understanding government policy, presents a perception for the community that social fiqh can be a knowledge based on the understanding of Islamic teachings contextually. Although in some aspects, KH. Ali Yafie is considered as a pro-status quo because he agrees with the various government policies that appear to be contrary to Islamic teachings. But actually KH Ali Yafie's social fiqh thinking is an entry point for us in order to have position proportionally and contextually how to understand the Islamic teachings with the social dimensions. So, through this research, the writer wants to elaborate, first, what kind of maslahah (benefit) concept is contextualized in KH Ali Yafie's social fiqh in responding to the government programs. Second, how is the sociological worldview of KH. Ali Yafie works to highlight the alternative of contextual Islamic Law thought. So, to analyze these two main problems, the writer uses library research method by tracking and dissecting the works of KH. Ali Yafie which is directly and particularly related to the Social Fiqh and generally related to his thoughts about Islam.]

 

Keywords


Fikih Sosial; Ali Yafie; Program Pemerintah; Kemaslahatan

References


Al-Shatibi, Abu Ishaq. al-Muwaffaqat Fi al-Usul al-Shariah. Cairo: Mustafa Muhammad, n.d.

Anderson, Stephen K. Makro Sosiologi: Sebuah Pendekatan Terhadap Realitas Sosial. Diterjemahkan oleh Farid Wajidi dan S. Menno. Jakarta: Rajawali Press, n.d.

Ansori, Lutfi. “Haluan Negara Sebagai Pedoman Kebijakan Dasar Negara dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia: Sebuah Tinjauan Filsafat Kenegaraan.” Jurnal Justicia Islamica: Kajian Hukum dan Sosial 16(1) (2019).

Asymawi, Muhammad Said Al. Nalar Kritik Syariah. Yogyakarta: LKiS, 2004.

Audah, Jasser. Fiqh al-Maqasid: Inat|at|u al Ahkam al Syar’iyah Bi Maqasidiha. USA: IIIT Press, 2006.

Azizy, Qadri. Reformasi Bermazhab: Sebuah Ikhtiar Menuju Ijtihad Saintifik-Modern. Jakarta: Teraju, 2006.

Budiman, Arif. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia, 2000.

Efendi, Djohan. “Pembaruan Tanpa Membongkar Tradisi: Wacana Keagamaan di Kalangan Generasi Muda NU Masa Kepemimpinan Gus Dur.” Kompas. 2010.

Fuad, Mahsun. Hukum Islam Indonesia: Dari Nalar Partisipatoris Hingga Emansipatoris. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Gidden, Anthony. Metode Sosiologi: Kaidah-Kaidah Baru. Diterjemahkan oleh Eka Adi Nugraha. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

———. The Constitusion of Society: Teori Strukturasi Untuk Analisis Sosial. Diterjemahkan oleh Adi Loka Sujono. Yogyakarta: Pedati, 2003.

Hidayat, Komaruddin. Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik. Jakarta: Paramadina, 1996.

Karim, M. Rusli. Negara dan Peminggiran Islam Politik: Suatu Kajian MengenaiImplikasi Kebijakan Pembangunan bagi Keberadaan Islam Politik diIndonesia Era 1970-an dan 1980-an. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1999.

Kuntowijoyo. Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan, 1991.

Ma’arif, Ahmad Syafii. Membumikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995.

Mahfudh, Sahal. Nuansa Fikih Sosial. Yogyakarta: LKiS, 1994.

Maula, Bani Syarif. “Realitas Hukum Islam Dalam Konfigurasi Sosial dan Politik di Indonesia: Perspektif Sosiologi Hukum Tentang Perkembangan Hukum Islam di Indonesia.” Hermenia 2(2) (2003).

Minhaji, Akh. “Re-orientasi Kajian Ushul Fikih.” Jurnal al Jami’ah 63(6) (1999).

Muhammad, Rusdi Ali. “Teori Gradualisme: Aplikasi Penerapan Syariáh Islam di NAD.” In Pengukuhan Guru Besar Rektor IAIN Ar-Raniry. Banda Aceh, n.d.

Nashir, Haedar. “Memahami Strukturasi dalam Perspektif Sosiologi Giddens.” Sosiologi Reflektif 7(1) (2012).

Priyono, B. Herry. “Tentang Sebuah Terobosan Teoritis.” Majalah Basis, 2000.

Rafiq, Ahmad. Fikih Kontekstual: Dari Normatif ke Pemaknaan Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Raharjo, Satjipto. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Kompas, 2006.

Rahman, Jamal D, ed. Wacana Baru Fikih Sosial: 70 Tahun KH. Ali Yafie. Bandung: Mizan, 1994.

Ramadlan, Tariq. Menjadi Modern Bersama Islam: Islam, Barat, dan Tantangan Modernitas. Diterjemahkan oleh Zubair dan Ilham B. Saenong. Jakarta: Teraju, 2003.

Ritzer, George, dan Douglas J Goddman. Teori Sosiologi Modern. Diterjemahkan oleh Alimandan. Jakarta: Kencana, 2004.

Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press, 2013.

Sodik, Mochamad. Sosiologi Hukum Islam dan Refleksi Sosial Keagamaan. Yogyakarta: Fakultas Syari’ah dan Hukum Press, 2011.

Soedjatmoko. “Kebebasan dan Pembangunan.” In Pembangunan Berdimensi Kerakyatan, diedit oleh David C. Korten. Jakarta: Buku Obor, 1988.

———. Pembangunan dan Kebebasan. Jakarta: LP3ES, 1985.

Soelaiman, M. Munanda. Dinamika Masyarakat Transisi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.

Sunarto, Kamanto. “Sosiologi.” In Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial di Indonesia Sampai Dekade 80-an, diedit oleh Manasse Malo. Jakarta: Rajawali Press, 1989.

Tebba, Sudirman. Sosiologi Hukum Islam. Yogyakarta: UII Press, 2003.

Wach, Joachim. Study of Sociology. Atlanta: Scott Foresman, 1968.

Warjiyati, Sri. “Instrumen Hukum Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.” Justicia Islamica: Kajian Hukum dan Sosial 15(1) (2018).

Yafie, Ali. “Konsep-Konsep Hukum.” In Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah, diedit oleh Budhy Munawar Rahman. Jakarta: Paramadina, 1994.

———. “Konsep-Konsep Istihsan, Istis lah dan Mas lahah al ‘Ammah.” In Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah, diedit oleh Budhy Munawar Rahman. Jakarta: Paramadina, 1994.

———. Menggagas Fikih Sosial. Bandung: Mizan, 1994.

———. “Sistem Pengambilan Hukum Oleh Aimmatu al-Mazahib.” In Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia, diedit oleh Muhtar Gundaatmaja. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993.

———. Teologi Sosial: Telaah Kritis Persoalan Agama dan Kemanusiaan. Yogyakarta: LKPSM, 1997.

Zeitlin, Irvin M. Memahami Kembali Sosiologi. Diterjemahkan oleh Ansori dan Juanda. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1998.


Article Statistic

Abstract view : 610 times
PDF views : 506 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Kodifikasia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.