KONTRIBUSI ULAMA NUSANTARA TERHADAP KEILMUAN ISLAM DI INDONESIA; STUDI KASUS INVENTARISASI MANUSKRIP PONPES TREMAS DAN TEBUIRENG

Main Article Content

Moch Lukluil Maknun
Muhammad Aji Nugroho
Yuyun Libriyanti

Abstract

Abstract

The massive literacy tradition of the Islamic boarding school community has shaped the legacy of Islamic scholarship in the archipelago so that it becomes an identity in religion, nation and state. This study seeks to reveal the works of Indonesian scholars who have become manuscripts as an effort to maintain the nation's cultural heritage at the Pondok Pesantren Tremas Pacitan and Tebu Ireng Jombang. The type of approach used is descriptive qualitative, using basic philological and codicological methods which are then collected data. The targets studied were limited to formal objects in the form of physical books found, with locations that had been determined from the start. Data was collected using observation, interview, and documentation techniques, combined with source triangulation. The results of this study; 1) Tremas Islamic Boarding School has many manuscripts that are not only sourced from Sheikh Mahfudz at-Tarmasi, but most of the manuscripts have been lost due to flooding or their whereabouts are unknown. and preservation by reprinting and dictating educational subjects; 2) The original Tebuireng masyayikh manuscripts were narrated scattered in various locations both in the family environment and in the dzurriyah students of K.H. Hasyim Asyari, the rescue step was carried out by dzurriyah, namely K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, and Gus Mirza Zaki Hadzik which is manifested in the form of publishing/reprinting works in the volume of Irsyaadus Saari; 3) The government's concern for the preservation of manuscripts is realized by establishing a database of manuscripts and publishing them on a wider scale as a form of preserving the assets of the nation and state; 4) The existence of libraries in Islamic boarding schools, causes the manuscripts to be more well conditioned and easy to be accessed and read by others.

 

Abstrak

Masifnya tradisi literasi masyayikh pondok pesantren telah membentuk warisan keilmuan Islam di Nusantara sehingga menjadi identitas dalam beragama, berbangsa, dan bernegara. Penelitian ini berupaya mengungkap karya-karya ulama nusantara yang telah menjadi manuskrip sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa di Pondok Pesantren Tremas Pacitan dan Tebu Ireng Jombang. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode filologi dan kodikologi dasar yang kemudian dilakukan pendataan. Sasaran yang dikaji sebatas objek formal berupa fisik kitab yang ditemukan, dengan lokasi yang telah ditentukan sejak awal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dipadukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini; 1) Ponpes Tremas memiliki banyak manuskrip yang tidak hanya bersumber dari syeikh Mahfudz at-Tarmasi, namun sebagian besar dari manuskrip tersebut hilang disebabkan banjir atau belum diketahui keberadaannya, kepedulian alumni, santri, pegiat dan pemerhati manuskrip, menggerakkan kesadaran dzurriyah dan pemerintah untuk melakukan penyelamatan dan pelestarian dengan mencetak ulang dan menjadikan diktat matapelajaran pendidikan; 2) Manuskrip masyayikh Tebuireng yang asli diriwayatkan tersebar di berbagai lokasi baik di lingkungan keluarga ataupun di dzurriyah murid K.H. Hasyim Asyari, langkah penyelamatan dilakukan oleh dzurriyah, yaitu K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, dan Gus Mirza Zaki Hadzik yang diwujudkan dalam bentuk penerbitan/cetak ulang karya dalam bunga rampai Irsyaadus Saari; 3) kepedulian pemerintah dalam pelestarian manuskrip diwujudkan dengan membentuk database manuskrip dan mempublikasikannya dalam skala yang lebih luas sebagai bentuk pelestarian aset bangsa dan negara; 4) keberadaan perpustakan di pondok pesantren, menyebabkan naskah lebih terkondisikan dengan baik dan mudah untuk diakses dan dibaca oleh orang lain.

 

 

Article Details

Section
Artikel