Manajemen Kebudayaan Pesantren Pascamodern di Indonesia

Chusnul Chotimah(1), Ahmad Natsir(2), Syahril Siddiq(3),

(1) Univeritas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
(2) Univeritas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
(3) Universiteit Leiden, Netherlands
Corresponding Author

: 10.21154/muslimheritage.v8i1.5037
Full Text:    Language : en
Submitted : 2022-10-19
Published : 2023-06-30

Abstract


Abstract

This paper aims to analyze how Islamic boarding schools can survive in a constantly changing world and what is the secret behind the ability of Islamic boarding schools to adapt to increasingly rapid developments and open information systems. Such significant challenges of the times force pesantren to choose one of two things, to be left behind or to change to adapt. This study chose the locus at the Amanatul Ummah Islamic Boarding School located in Pacet Mojokerto because the pesantren's policies are closely related to survival efforts over the current developments. After this research was carried out, it showed that, on the one hand, Islamic boarding schools have limited infrastructure. On the other hand, they are subject to government pressure and community demands to adapt to changes and meet applicable standards. Two reasons are the answer to the survival of pesantren. First, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ has become a value basis for the contextual transformation of pesantren. Second, the cultural management of the pesantren can be seen from the ability of the pesantren to carry out religious and cultural missions that negotiate with science and technology. Modernity management in Islamic boarding schools is a starting point for a pesantren continually to evaluate and then change with the note that it maintains the traditional values of the pesantren as keeping the faith, which is the finding in this study. This paper suggests the need for institutional standardization of Islamic boarding schools to achieve the mission of making Islamic boarding schools a centre for the development of education and civilization.

 

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pesantren dapat bertahan dalam dunia yang terus berubah, apa rahasia di balik kemampuan pesantren beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan sistem informasi yang terbuka. Tantangan zaman yang demikian besar memaksa pesantren untuk memilih satu di antara dua hal, ketertinggalan, atau berubah untuk menyesuaikan. Penelitian ini memilih lokus di Pesantren Amanatul Ummah yang berlokasi di Pacet Mojokerto dengan alasan kebijakan pesantren yang lekat dengan upaya survival atas perkembangan zaman yang ada. Setelah penelitian ini dilakukan, penelitian ini menunjukan bahwa pesantren di satu sisi memiliki keterbatasan infrastruktur, di lain sisi mendapatkan tekanan pemerintah dan permintaan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan  dan memenuhi standar yang berlaku. Dua alasan menjadi jawaban kelangsungan hidup pesantren. Pertama, Al-muḥāfaẓah 'alā al-qadīm al-ṣāliḥ wa al-ahdz bi al-jadīd al-aṣlaḥ telah menjadi basis nilai bagi transformasi pesantren secara kontekstual. Kedua, manajemen kebudayaan pesantren yang tampak dari kemampuan pesantren menjalankam misi agàma dan kebudayaan yang bernegosiasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Modernity management di pesantren menjadi sebuah titik pijakan sebuah pesantren untuk selalu malakukan evaluasi kemudian berubah dengan catatan tetap menjaga nilai tradisi pesantren sebagai keeping faith menjadi temuan dalam penelitian ini. Tulisan ini menyarankam perlunya standarisasi kelembagaan pesantren agar tercapai misi menjadikan pesantren sebagai pusat perkembangan pendidikan dan peradàban.


Keywords


Manajemen Kebudayaan; Pesantren; Pascamodern

References


Anwar, Ali. Pembaruan Pendidikan Di Pesantren Lirboyo. Kediri: IAIT Press, 2011.

Arif, Mohammad. “Perkembangan Pesantren Di Era Teknologi.” Jurnal Pendidikan Islam 28, no. 2 (2013): 307–22.

Asrohah, Hanun. “The Dynamics of Pesantren: Responses toward Modernity and Mechanism Ini Organizing Transformation.” Journal of Indonesian Islam 5, no. 1 (2011): 66–90.

Asyari, Farida. “Tantangan Guru PAI Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Meningkatkan Akhlaq Siswa Di SMK Pancasiala Kubu Raya Kalimantan Barat.” Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam Dengan Realitas2 4, no. 2 (2019): 213–38.

Badruzaman, Dudi. “Meningkatkan Kualitas Lulusan Pondok Pesantren Melalui Islamic Agropreneur School Upaya Mengurangi Pengangguran Di Indonesia.” Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam Dengan Realitas 4, no. 2 (2019): 359–73.

Chotimah, Chusnul. “Inovasi Kelembagaan Pondok Pesantren Melalui Transformasi Nilai: Studi Kasus Di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.” At-Turats 13, no. 1 (2019): 21.

———. “Pendidikan Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.” Inferensi 6, no. 2 (2015): 114.

Diantoro, Fery. “Implementasi Manajemen Personalia Pendidikan Islam Berbasis Pengabdian Di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Jawa Timur.” Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 5, no. 1 (2020): 137–54.

Fitri, Riskal, and Syarifuddin Ondeng. “Pesantren Di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter.” Al-Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam 2, no. 1 (2022): 42–54.

Heriyudanta, Muhammad. “Model Modernisasi Pendidikan Islam Di Indonesia.” Southeast Asian Journal of Islamic Education Management 3, no. 2 (2022): 189–202.

Kurniawan, Asep. “Manajemen Kerjasama Lembaga Pendidikan Islam Dengan Masyarakat (Studi Kasus Pondok Pesantren Alam Internasional Saung Balong Al-Barokah Cisambeng Palasah Majalengka).” Holistik2 15, no. 1 (2014): 161–78.

Lincoln, Yvonna, and Egon G Guba. Naturalistic Inquiry. California: Sage Publication, 1985.

Lukens-Bull, Ronald A. “Two Sides of the Same Coin: Modernity and Tradition in Islamic Education in Indonesia.” Anthropology Education Quarterly, 2001. https://doi.org/10.1525/aeq.2001.32.3.350.

Mastuhu. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Dalam Abad 21. MSI, Universitas Islam Indonesia, 2003.

Miles, Matthew B, and A Michael Huberman. Qualitative Data Analysis. California: Sage, 1984.

Moleong, Lexy J. “Metode Penelitian Kualitatif.” Bandung: remaja rosdakarya, 2007.

Muhakamurrohman, Ahmad. “Pesantren: Santri, Kiai, Dan Tradisi.” Ibda`: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 12, no. 2 (1970): 109–18.

Natsir, Ahmad. “Identitas Poskolonialisme Pesantren Modern.” Cendekia 17(2) (2019): 203–18.

———. “Modernisasi Metode Pembelajaran Alquran Anak Usia Dini (Analisis Pergeseran Budaya; Studi Kasus Di TPQ An-Nahdliyyah Nganjuk).” In Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, 71–82. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2017.

Nuroniyah, Wardah. “Tradisi Pesntren Dan Konstruksi Nilai Kearifan Lokal Di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Astanajapura Cirebon.” Holistik 15, no. 2 (2016).

Patoni, Ahmad. “Modernisasi Pendidikan Pesantren.” In Meniti Jalan Pendidikan Islam, edited by Akhyak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Prayoga, Ari, and Jaja Jahari. “Manajemen Jejaring Kerjasama Pondok Pesantren.” Al Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya 1, no. 2 (2020): 125–33. https://doi.org/10.35905/almaarief.v1i2.1107.

Purwanto, Muhammad Roy, Tamyiz Mukharrom, Chusnul Chotimah, and Hujair Ah Sanaky. “Role of Education Shaping in Professors of Islamic Boarding Schools in Indonesia.” Utopía y Praxis Latinoamericana 25, no. Esp. 10 (2020): 514–21.

Qomar, Mujamil. Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Erlangga, 2002.

Riyanto, Yatim. “Metodologi Penelitian Pendidikan.” Surabaya: Sic 318 (2001).

Sauri, Sofyan. “Nilai Kearifan Lokal Pesantren Dalam Upaya Pembinaan Karakter Santri.” Nizham Journal of Islamic Studies 2, no. 2 (2017): 21–50.

Syarif, Zainuddin. “Manajemen Kepemimpinan Kiai Dan Kontribusinya Terhadap Mutu Pendidikan Pesantren.” Fikrotuna 6, no. 2 (2017).

Takbir, Muhammad. “Negosiasi Antara Tradisi Dan Modernitas Di Pesantren As-Sa’diyah Sengkang, Sulawesi Selatan.” Kenosis: Jurnal Kajian Teologi 4, no. 2 (2018): 220–33.

Wirosardjono, Soetjipto. “The Impact of Pesantren in Education and Community Development in Indonesia.” In Berlin: Frederich-Naumann Stiftung, Indonesia Society for Pesantren and Community Development (P3M), and Technical University Berlin, edited by Manfred Oepen, Robert Kingham, Wolfgang Karcher, and Friedrich Naumann Stiftung. Jakarta, 1988.

Yuliana, Aan Hasanah, Mohamad Erihadiana, and Bambang Samsul Arifin. “Perencanaan Pembelajaran Thinking Skills Di Pesantren Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI).” Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam Dengan Realitas 6, no. 1 (2021): 107–29.


Article Metrics

 Abstract Views : 140 times
 PDF Download : 134 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.