Strengthening Religious Moderation to Counter Radicalism at IAIN Surakarta

Moh Ashif Fuadi(1*), Fuad Hasyim(2), Muhammad Nur Kholis(3), Abraham Zakky Zulhazmi(4), Rustam Ibrahim(5)
(1) UIN Raden Mas Said Surakarta
(2) UIN Raden Mas Said Surakarta
(3) UIN Raden Mas Said Surakarta
(4) UIN Raden Mas Said Surakarta
(5) UIN Raden Mas Said Surakarta
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/altahrir.v21i2.3102

Abstract

Abstract: Religious moderation discourse in Indonesia has recently attracted the attention of many parties, especially academics. Moderation means in the middle-center, neither to the right nor the left. In religious issues, religious moderation does not involve radicalism, fundamentalism, and liberalism. It is congruous for religious higher education to be a laboratory of religious moderation. It embeds national ideas, critical thinking constructs, multiculturalism values cultivation, and the peaceful delivery of spiritual messages. This research discusses the implementation of religious moderation at IAIN Surakarta. The internalization of moderation values to students is channeled through Bilik Moderasi Islam dan Adab (BIMA) of the Faculty of Adab and Language. This study employed descriptive qualitative methods with progress reports. It concluded the existence of several channels of moderation at the institutional level. BIMA became one of the pioneers of the religious moderation movement in the faculty. The prevention of radicalism was done in some ways. They establish moderation insight courses, conduct monthly studies on moderation, and create moderation digital creative content. Not only that but also BIMA certificates became the requirement of munaqosah. Besides, the progress report of the moderation index measurement showed the effect of BIMA coaching on the increase in the student moderation index. Based on the survey, most students also suggested maintaining the religious moderation education.

الملخص: استحوذ الحديث عن الاعتدال الديني في إندونيسيا مؤخرا على اهتمام العديد من الأطراف والأحزاب، خاصة  الأكاديميين. تحتوي كلمة الاعتدال على معنى الوسط، ولا يتعدى إلى اليمين أو إلى اليسار. عندما يرتبط الأمر بالقضايا الدينية، فإن ممارسة الاعتدال الديني هي السلوك والتصرف الذي لا يتبع التطرف والأصولية والليبرالية. الجامعة الإسلامية مناسبة جدا لتكون مختبرا للاعتدال الديني. فالجامعة الإسلامية هي المكان تصدر ة تنمو منه  الأفكار الوطنية، وبناء التفكير النقدي، وتنمية قيم التعددية الثقافية، والتسليم السلمي للرسائل الدينية. يناقش هذا البحث تنفيذ الاعتدال الديني في جامعة سوراكارتا الإسلامية الحكومية. من خلال وحدة Bilik Islam Moderasi dan Adab (IMAB) التابع لكلية الآداب واللغات، يتم توجيه استيعاب قيم الاعتدال للطلاب. مع أساليب وصفية نوعية مع تقارير مرحلية،أدى هذا البحث إلى الانتهاء  من عدة قنوات للاعتدال على المستوى المؤسسي وأصبح BIMA  أحد رواد  حركة الاعتدال الديني في الكلية. أصبحت الجهود المبذولة لمنع التطرف من خلال إنشاء دورات رؤية الاعتدال ، والدراسات الشهرية تحت عنوان الاعتدال ، وإنشاء  منتجات المحتوى الإبداعي الرقمي الاعتدال  وشهادات IMAB شرطا لجلسات مناقشة البحث العلمي.  ويبين التقرير المرحلي لقياس مؤشر الاعتدال تأثير تدريب IMAB على الزيادة في مؤشر اعتدال الطلاب، واستنادا إلى مسح غالبية الطلاب الذين يرغبون في الحفاظ على تعليم الاعتدال الديني.

Abstrak: Diskursus moderasi beragama di Indonesia belakangan ini menyita perhatian banyak pihak khususnya kalangan akademisi. Kata moderasi mengandung makna tengah-tengah, tidak ekstrem ke kanan atau ke kiri. Jika dikaitkan dengan persoalan agama, praktik moderasi beragama itu bersikap dan berperilaku yang tidak mengikuti radikalisme, fundamentalisme dan liberalisme. Pendidikan Tinggi Keagamaan sangat tepat menjadi laboratorium moderasi beragama. Perguruan tinggi keagamaan sejatinya menjadi lahan tersemainya gagasan kebangsaan, konstruk pemikiran kritis, penanaman nilai-nilai multikulturalisme dan penyampaian pesan agama yang damai. Penelitian ini membahas tentang implementasi moderasi beragama di IAIN Surakarta. Melalui unit Bilik Moderasi Islam dan Adab (BIMA) Fakultas Adab dan Bahasa, maka internalisasi nilai-nilai moderasi kepada mahasiswa disalurkan. Dengan metode kualitatif deskriptif dengan progress report, penelitian ini menghasilkan kesimpulan adanya beberapa saluran moderasi di tingkat institusi dan BIMA menjadi salah satu pelopor gerakan moderasi beragama di fakultas. Upaya pencegahan radikalisme dilakukannya melalui   penetapan mata kuliah wawasan moderasi, kajian bulanan bertemakan moderasi, pembuatan produk konten kreatif digital moderasi dan sertifikat BIMA menjadi syarat untuk sidang munaqosah. Adapun progress report pengukuran indeks moderasi menunjukkan aadanya pengaruh pembinaan BIMA terhadap kenaikan indeks moderasi mahasiswa dan berdasar survei mayoritas mahasiswa menginginkan edukasi moderasi beragama terus dipertahankan.

Keywords


BIMA, Counter-radicalism, religious moderation

References


Adiwilaga, Rendy. “Puritanisme Dan Fundamentalisme Dalam Islam Transnasional Serta Implikasi Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa.” Journal of Governance, Volume 2, No. 1, (2017).

Afrianty, Dina. "Islamic Education and Youth Extremism in Indonesia." Journal of Policing, Intelligence, and Counter-Terrorism, Volume 7, No. 2, (2012): 134–46.

Aldy Aldya Putra, Faizal Irfandi. “Implementasi Quick Response (QR) Code Pada Aplikasi Pratinjau Konten Komik Cetak.” Jurnal Siliwangi, Volume 4, No. 2, (2018): 104–11.

Andrea Lidwina. “94% Orang Indonesia Akses YouTube Dalam Satu Bulan Terakhir.” Databoks, 2021.

Azra, Azyumardi. "Distinguishing Indonesian Islam: Some Lessons to Learn." Edited by Jajat Burhanudin and Kees van Dijk. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2013.

Danandjaja, James. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain-Lain. Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti, 1997.

Fahri, Mohamad, and Ahmad Zainuri. “Moderasi Beragama Di Indonesia.” Intizar, Volume 25, No. 2, (2019): 95–100.

Hefni, Wildani. “Moderasi Beragama Dalam Ruang Digital: Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.” Jurnal Bimas Islam, Volume 13, No. 1, (2020): 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182.

Jazuli, Ahmad. “Strategi Pencegahan Radikalisme Dalam Rangka Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.” Jurnal Ilmiah KEBIJAKAN HUKUM, Volume 2, No. 10, (2016).

Jura, Demsy. "Religious Moderation: An Approach Of Religious Life In Indonesia." Jurnal Inovasi Penelitian, Volume 1, No. 10, (2021).

Kementerian Agama RI. Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2020-2024, 2020.

LP2M IAIN Surakarta. “Pengumuman Pembagian Kelompok Dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kerso Darma 2021.” LP2M, 2021. https://lp2m.iain-surakarta.ac.id/2021/06/13/pengumuman-pembagian-kelompok-dan-dosen-pembimbing-lapang-dpl-kkn-kersodarma-2021/.

Nurkhoiron, Muhammad. “Liberalisasi Sebagai Moderasi Islam Dalam Masyarakat Paska Sekuler.” MIMIKRI, Volume 6, No. 1, (2020): 1–16.

PPIM UIN Jakarta. “Ringkasan Eksekutif Hasil Penelitian Potret Moderasi Beragama Di Kalangan Mahasiswa Muslim Kasus Tiga Kampus Islam (Jakarta, Bandung, Yogyakarta),” 2021, 1–13.

Pusat Pengkajian Islam & Masyarakat UIN Jakarta. “Riset Sikap Dan Perilaku Terhadap Keberagaman, Berbangsa dan Bernegara Pada Civitas Akademika PTKIN.” SURVEI PPIM UIN JAKARTA, 2021.

Putri, Arindya Iryana. “SEMINAR BIMA (BILIK ISLAM MODERASI DAN ADAB) MAKNA & PENGUATAN NILAI-NILAI MODERASI ISLAM DI ERA DIGITAL.” Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta, 2020. https://fab.iain-surakarta.ac.id/seminar-bima-bilik-islam-moderasi-dan-adab-makna-penguatan-nilai-nilai-moderasi-islam-di-era-digital/.

Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D. Edited by Sofia Yustiyani Suryandari. 3rd ed. Bandung: CV Alfabeta, 2017.

Suharto, Toto. Moderasi Bergama Berbasis Kurikulum Islam Rahmatan Lil-’Alamin. Jakarta: Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag, 2020.

———. “Remoderasi Pendidikan Islam Di Indonesia: Tantangan Ideologis.” IAIN Surakarta, no. February (2020): 1–62.

Suharto, Toto, and Ja’far Assagaf. “Membendung Arus Paham Keagamaan Radikal Di Kalangan Mahasiswa PTKIN.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, Volume 14, No. 1, (2014): 157. https://doi.org/10.21154/al-tahrir.v14i1.72.

Sutrisno, Edy. “Aktualisasi Moderasi Beragama Di Lembaga Pendidikan.” Jurnal Bimas Islam, Volume 12, No. 2, (2019): 323–48. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113.

Syukri, Fathudin AW, and Sudiyatno. “Peningkatan Perilaku Religius Mahasiswa Melalui Integrasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dan Pembinaan Di Unit Kegiatan Keagamaan Mahasiswa.” Seminar Hasil Penelitian Lemlit UNY, 2008.

Tim BIMA. “BIMA (Bilik Moderasi Islam dan Adab).” Fakultas Adab dan Bahasa IAIN Surakarta, 2020. https://fab.iain-surakarta.ac.id/unit-penunjang/unit-p3kmi/.

Tim P3KMI Fakultas Tarbiyah dan Bahasa IAIN Surakarta. Muslim Integral: Buku Program Pendampingan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Cet.I. Yogyakarta: Cipta Media Aksara, 2012.

Tim Penyusun Kementerian Agama. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2019.

Widodo, M. Hafidh. “Ideologi Takfiri Muhammad Al-Maqdisi : Memahami Hubungan Beragama Dan Bernegara Perspektif Maqāshid Asy-Syarī’Ah.” Living Islam, Volume 1, No. 2, (2018).

Zuhdi, Muhammad Harfin. “Radikalisme Agama dan Upaya Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan.” AKADEMIKA, Volume 22, No. 1, (2017): 92–105.


Article Statistic

Abstract view : 372 times
PDF views : 288 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.