REVITALISASI FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBERDAYAAN MANAJEMEN PENDIDIKAN EKONOMI KREATIF DI TENGAH KOMPLEKSITAS PROBLEM PLURALISME KOMUNITAS MUSLIM MARJINAL DI DESA KLEPU KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO

  • Afiah Intan Pascasarjana, IAIN Ponorogo
  • Siti Maryam Yusuf IAIN Ponorogo
Abstract views: 109 , PDF downloads: 72
Untitled downloads: 0
Keywords: Revitalization, Mosques, Empowerment of the creative economy

Abstract

Artikel ini membahas tingginya tingkat kristenisasi di Indonesia, dengan fokus pada dampak ekonomi dan pangan sebagai celah untuk program pemurtadan. Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjadi studi kasus karena kondisi geografisnya yang kering dan sering mengalami kekeringan serta krisis pangan. Kemiskinan di kalangan mayoritas penduduk Muslim di desa ini menjadi pemicu utama penyebaran kristenisasi. Artikel menyoroti masjid sebagai tempat strategis untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan, termasuk dalam bidang ekonomi kreatif. Pendekatan yang digunakan adalah action research melalui metode Participatory Rapid Appraisal (PRA) dengan prinsip emancipatory, yang melibatkan pengorganisasan masyarakat melalui pendidikan orang dewasa (andragogi). Kegiatan pemberdayaan melibatkan pembentukan kelompok wirausaha yang disesuaikan dengan struktur kelompok majlis ta'lim yang sudah ada. Keberhasilan program revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi kreatif di Desa Klepu diakui bergantung pada sikap keterbukaan terhadap orang lain, dukungan, dan partisipasi dari semua stakeholder. Faktor penghambat mencakup sikap tradisional masyarakat dan kesulitan mencari waktu yang sesuai untuk berkumpul, mengingat sebagian besar jama'ah juga berkegiatan di ladang pertanian pada siang hari.

References

Afandi, Agus et.al. Modul Participatory Action Reseacrh (PAR). (Surabaya: Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2013).

Aliba’ul Chusna and Amin Wahyudi, “Revitalisasi Fungsi Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Bagi Komunitas Muslim Marjinal Di Desa Klepu Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo,” El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama 5, no. 1 (2017).

Chusna and Wahyudi, “Revitalisasi Fungsi Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Bagi Komunitas Muslim Marjinal Di Desa Klepu Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo.” 2017.Fery Diantoro, “Realisasi Program Jimpitan Karang Taruna Bugis Generation Dalam Meningkatkan Peran Sosial” 1, no. 2 (2020). 162.

Jim Ife, Community Development: Creating Community Alternatives, Vision Analysis and Practice, (Australia : Longman, 1995), 56.

Mc Taggart, R. “Races of Participatory Action Research: Reciprocity among educators”. Educational Action Research Journal. Vol. 5,No. 1, 1997.

Rappaport, J., Studies in Empowerment: Introduction to the Issue, (Prevention In Human Issue, USA, 1984), 3.

Swift C. & G. Levin, Empowerment : An Emerging Mental Health Technology, (Journal of Primary Prevention, USA, 1987), xiii.

Todaro, M. P. Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga, : Edisi VI (Jakarta : Erlangga, Jakarta,1999).

Umar Faruq. “Pendampingan Transformasi Metode Pemasaran Umkm Desa Crabak Dari Tradisional Ke Digital” Crabak Dari, Tradisional Ke, And Iain Ponorogo, 3, no. 2 (2022): 1–23.

PlumX Metrics

Published
2023-06-05
Section
Articles