The Management of Multicultural Resolution on Post- Transnationalism of Indonesian Islamic Education: Challenges for the Future

Muhammad Thoyib

Abstract


This article discusses the urgency of the post-transnationalism paradigm of Indonesian Islamic education in the multicultural resolution management perspective that its substance discusses at least three main streams of discourse, namely: first, the substance of the post-transnationalism paradigm of Indonesian Islamic education that can be interpreted as an ideology of Islamic education that promotes the importance of moderation values that live within the multiculturalism of this nation, both on madrassas, pesantren and IslamicHigher Education. Secondly, the challenge of multiculturalism in Indonesian Islamic educationis this archipelago's problem with the dimensions of social conflict, radicalism, and extreme fundamentalism, which negates the importance of respect for diversity. Third, the multicultural resolution management design of Indonesian Islamic education for world peace must at least carry three main agendas that are very important in realizing the post-transnationalism paradigm in the future, which includes: development of a humanistic curriculum, strengthening moderation of institutional management, and strengthening institutional scientific partnering networks.

Artikel ini mengkaji urgensivitas paradigma post-transnasionalisme pendidikan Islam Indonesia dalam perspektif manajemen resolusi multikulturalisme dengan nilai-nilai harmoni sosial, toleransi, kemajemukan, kerukunan, sekaligus saling menghargai sebagai kontribusi modal sosial bagi terbangunnya perdamaian dunia. Subtansi artikel ini setidaknya membincang tiga arus utama diskursus yaitu: pertama,  subtansi paradigma post-transnasionalisme pendidikan Islam Indonesia yang dapat dimaknai secara interpretatif sebagai ideologi pendidikan Islam yang mempromosikan pentingnya nilai-nilai moderasi yang hidup dalam aras multikulturasme kebangsaan, baik pada etalase pendidikan madrasah, pesantren maupun perguruan tinggi Islam keagamaannya. Kedua, tantangan multikulturalisme pendidikan Islam Indonesia merupakan problematika nusantara yang bersifat akumulatif historis yang berdimensi konflik sosial, radikalisme, dan fundamentalisme ekstrim  yang menafikan pentingnya penghargaan atas kebhinekaan (diversity). Ketiga, desain manajemen resolusi multikulturalisme pendidikan Islam Indonesia untuk perdamaian nusantara dan dunia setidaknya harus mengusung 3 agenda utama yang sangat penting dalam kerangka mewujudkan paradigma post-transnasionalisme pendidikan Islam Indonesia yang ekselen di masa depan, yang mencakup: pengembangan kurikulum pendidikan Islam humanis, penguatan moderasi manajemen kelembagaan pendidikan Islam, serta penguatan jejaring keilmuan yang ditunjang dengan komitmen dan kerjasama keilmuan (knowledge partnering) dalam skala nasional, regional dan internasional.


Keywords


Post-transnationalism of Islamic education; challenges; multicultural resolution management

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/cendekia.v18i2.1901

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Cendekia is indexed by:

______________________________________________________

Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo 
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats