Entrepreneurship Education in Pesantren: Strategies to Drive Students' Interest in Entrepreneurship

Idi Warsah

Abstract


Today, educational competitiveness is getting tougher. Viewing this condition, Pesantren strives to explore students' potential in entrepreneurship because the educational world must capably play an active role in preparing educated and ready-to-work human resources. This study sought to find a depiction of entrepreneurship education in Pesantren Darussalam of Kepahiang by applying a descriptive qualitative approach. This study revealed that first, students were fully directed and guided through courses based on their talents and interests, and they were taught to get working experiences directly. Second, the supporting factors encompassed full supports and appreciation from Pesantren Darussalam, available facilities for entrepreneurship, and full societal supports. Subsequently, the inhibiting factors included inadequate external organizations that could broadly cover students to participate in entrepreneurial activities in a more prolonged way, and some students still had less enthusiasm to benefit from Kiai and teachers' support.

Saat ini persaingan dalam dunia pendidikan semakin ketat. Mencermati kondisi tersebut, pihak Pondok Pesantren berusaha menggali potensi para santri di bidang kewirausahaan, karena dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyiapkan sumber daya manusia terdidik dan siap kerja. Menyikapi hal tersebut, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini berusaha menemukan gambaran tentang pendidikan kewirausahaan di Pesantren Darussalam yang terletak di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Indonesia. Penelitian ini mengungkapkan bahwa: Pertama, para santri diarahkan dan dibimbing dengan penuh tanggung jawab melalui penyediaan tempat kursus sesuai dengan bakat dan minatnya serta mereka diajarkan untuk terlibat dalam praktik kerja secara langsung. Kedua, factor pendukungnya yaitu: dukungan dan apresiasi penuh dari Pembina Pondok Pesantren Darussalam; tersedianya beberapa fasilitas-fasilitas pendukung yang berhubungan dengan kewirausahaan; dan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Faktor penghambatnya yaitu: keberadaan organisasi dari pihak luar yang mewadahi santri dalam melaksanakan kegiatan kewirausahaan belum mencukupi dan sebagian santri masih belum memiliki antusias tinggi untuk memanfaatkan dukungan yang sudah diberikan oleh Kiai dan para ustadz and ustadzah.


Keywords


Entrepreneurship; education; santri (Islamic students)

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/cendekia.v18i2.2146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Cendekia is indexed by:

______________________________________________________

Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo 
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats