Islamic Education Thought of Sheikh Nawawi Al-Bantani: The Disaster in The Qur’an

Maragustam Siregar

Abstract


Abstract: Nawawi is a true teacher in Islamic science and very prolific in writing Islamic science. The purposes of this study are (1) to find out the characteristics of the plague in Nawawi’s thinking; (2) to propose the solution to the Covid-19 outbreak from the perspective of Islamic education; (3) to figure out the Islamic education from this pandemic. This study employed qualitative research from an Islamic education philosophy perspective. The data collection was documentation. It also used content analysis, thematic, and inductive-deductive approaches. There are some findings in this research. First, the words calamity, Bala, and slander, the pandemic, is a test. It happened as a result of the power of God and the work of man. The purpose is for man to be closer to God, more meaningful to God’s presence, erode pride, etc. Second, it is not permissible to approach the place of plague. If it is at the epidemic site, then do not come out of it; the sick do not mix with the healthy, avoid harming themselves and others, and put the damage off rather than benefit. Third, the values of Islamic education are spiritual, intellectual, social, and skill.

 

Abstrak: Nawawi adalah mahaguru sejati dalam keilmuan Islam dan sangat produktif menulis bidang keilmuan Islam. Tulisan ini menjawab (1) karakteristik wabah dalam pemikiran Nawawi; (2) solusi dari wabah Covid-19 dalam perspektif pendidikan Islam; (3) nilai-nilai pendidikan Islam yang diperoleh dari pandemi ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat pendidikan Islam. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis isi, tematik, dan pola pikir induktif-deduktif. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah pertama, merujuk kepada kata musibah, bala, dan fitnah, pandemi merupakan ujian. Hal itu terjadi sebagai akibat kuasa Allah dan ulah manusia. Tujuannya agar manusia lebih dekat kepada Allah, lebih bermakna kehadiran Tuhan, mengikis kesombongan, dan lain-lain. Kedua, tidak boleh mendekati tempat wabah dan jika berada di lokasi wabah, maka jangan keluar darinya, yang sakit jangan bercampur dengan yang sehat, menghindari mudarat terhadap diri sendiri dan orang lain, dan mendahulukan menutup kemudaratan daripada mengambil manfaat. Ketiga, nilai-nilai pendidikan Islam ialah nilai spiritual, intelektual, sosial, dan keterampilan.


Keywords


Covid-19; slander the plague; Islamic education

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.21154/cendekia.v1i1.2194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Cendekia is indexed by:

______________________________________________________

Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo 
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia

Map Coordinate: Lat-7 ° 51'46 " Long 111 ° 29'32"

View My Stats