Islamic Education as a Strengthening of Aqidah and Akhlaq in The Society 5.0 Era

Adi Kasman(1*), M. Ikhwan(2), Darlis Aziz(3)
(1) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh, Indonesia
(2) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh, Indonesia
(3) Üsküdar University Istanbul, Turkey
(*) Corresponding Author
DOI : 10.21154/cendekia.v20i2.4962

Abstract

With the rapid times, Islamic education faces many challenges. The industrial era 4.0 and society 5.0 has shifted the development of world civilization. This research investigates the challenges of a shifting era for Islamic education. It includes aqidah and akhlaq, which must be prepared to enter the new era. These two things are guidelines that need to be prepared, especially for children as a generational advocates to fortify themselves from the currents of globalization that are not following the teachings of Islam. This research employed qualitative research with a normative approach. It used secondary sources such as books, journals, newspapers, and other documents. Those were valid. Data analysis used descriptive analysis to draw conclusions. This study found that Islamic education can adapt to the new era of society 5.0 by prioritizing critical and innovative thinking. Next, Islamic education must ensure the availability of reliable and competent human resources to strengthen the aqidah and morals of students, especially teachers and education staff.

 

Pendidikan Islam dihadapkan pada tantangan perubahan zaman yang sangat cepat, belum usai bergulirnya era industri 4.0, perkembangan peradaban dunia sudah ditunggu dengan era society 5.0, penelitian ini menjelaskan tantangan perbahan zaman tersebut bagi dunia pendidikan Islam diantaranya adalah aqidah dan akhlak yang harus disiapkan memasuki dalam era baru itu. Dua hal itu sebagai pedoman yang perlu disiapkan terutama bagi anak-anak sebagai pelanjut generasi guna membentengi diri mereka dari arus globalisasi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan normative etika moral dan menggunakan sumber-sumber sekunder seperti buku, jurnal, koran dan dokumen lainnya yang diyakini keabsahannya. Analisis data mengguanakan analisis deskriptif hingga sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang memadai. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Islam dinilai mampu untuk beradaptasi dengan era baru society 5.0 dengan mengedepankan cara berfikir kritis dan inovatif. Selanjutnya, pendidikan Islam harus menjamin tersedianya sumberdaya manusia yang handal dan kompeten guna penguatan aqidah dan akhlak murid- murid terutama guru dan tenaga kependidikan.

Keywords


Islamic education; aqidah and akhlaq; society 5.0 era

References


Abdullah, Amin. Falsafah Kalam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997.

Azra, Azyumardi. Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Rekonstruksi Dan Demokratisasi. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2006.

———. Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: PT. Logos Wacana Ilmu, 1999.

Bahrurruzi, Ahmad Saiful, Ubadah Ubadah, and Sitti Hasnah. “Peran Dan Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam Di Era Society 5.0.” Prosiding Kajian Islam Dan Integrasi Ilmu Di Era Society (KIIIES) 5.0 1 (2022): 104–9.

Creswell, Jhon W. Research Design; Pendekatan Kualiatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Elihami, Elihami. “Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Pendekatan Pendidikan Agama Islam Di Era Tantangan Masyarakat 5.0.” Prosiding Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Era Covid 19, 2021, 97–102.

Handono, Irena. Menyingkap Fitnah Teror. Jakarta: Gerbang Publising, 2008.

Haris, Abdul Haris. “Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam.” Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 1 (2017): 64–82.

Hidayat, Rahmat. “Paradigma Pendidikan Profetik Dalam Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara Dan Aktualisasinya Di Era Disrupsi.” Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 11, no. 1 (2021): 60–73.

Idris, Muh. Orientasi Pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish, 2020.

Ikhwan, M., and Anton Jamal. “Diskursus Hukum Islam Dalam Konteks Keindonesiaan: Memahami Kembali Nilai-Nilai Substantif Agama.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 15, no. 1 (2021): 173–86.

Kasman, Adi. “Islamic Education Perspective.” Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences 4, no. 2 (2021): 3059–68.

Khoirin, Dalila, and Tasman Hamami. “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam 2013 Integratif Dalam Menghadapi Era Society 5.0.” TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam 16, no. 1 (2021): 83–94.

Madjid, Nurcholish. Islam Kemodernan Dan Keindonesiaan. Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2008.

Nasution, Harun. Islam Rasional. Bandung: Mizan, 1995.

Nata, Abuddin. Metodologi Studi Islam. 2010th ed. Cetakan Ke-17. Jakarta: Raja Grafindo Persada, n.d.

Nazir, Moh. “Metode Penelitian.” Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003.

Praja, Juhaya S. “Teori Hukum Dan Aplikasinya.” Bandung: Pustaka Setia, 2011.

Rahim, Husni. “Madrasah Dalam Politik Pendidikan Di Indonesia.” Jakarta: Logos, 2005.

Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2008.

Rodin, Rhoni. “Urgensi Keteladanan Bagi Seorang Guru Agama (Kajian Terhadap Metode Pendidikan Islam).” Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan 11, no. 1 (2013): 150–62.

Shihab, M. Quraish. Menabur Pesan Ilahi: Al-Qur’an Dan Dinamika Kehidupan Masyarakat. Lentera Hati, 2006.

Tharaba, M. Fahim. “Metodologi Pengembangan Ilmu Pendidikan Islam Prespektif Al-Qur’an Surat al-Fushilat Ayat 53.” Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan 17, no. 1 (2019): 37–56.


Article Statistic

Abstract view : 116 times
PDF views : 71 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.