Istinbāṭ Method of Tablighi Students In Pesantren Temboro: Textual and Contextual Matter

Autor(s): Sukron Mamun, Ilyya Muhsin
DOI: 10.21154/justicia.v17i2.2003

Abstract

This article discusses istinbāṭ (the way to absorb law from the primary sources) of fiqh (Islamic law) by Tablighi students (santri) at Pesantren Temboro, Magetan, East Java in baḥth al-masā’il forum that is a forum for discussing Islamic law problems. The exciting thing about this study is Temboro Tablighi students as a traditionalist group known as the traditional Islamic community and the followers of Jamaah Tabligh. The questions are: What are the types of Islamic thought and the kinds of istinbāṭ used by Tablighi students? Is the istinbāṭ in the baḥth al-masā’il forum the same as that of other students of traditional Pesantrens in Indonesia or not? This article answers those research questions not only to analyze how Tablighi students apply the istinbāṭ model in their forum but also to analyze the baḥth al-masā’il products. This study is based on scoped library research i.e. the results of baḥth al-masā’il published in Tablighi students’ magazines during 2018, such as Al-Madinah, Al-Maktabah, Humairo, and Tranqil. One of the teachers involved in the forum is interviewed to clarify and get more detailed information. The study results show that the istinbāṭ method of Tablighi students, in general, is the same as other traditional students in other pesantrens that only apply the qauliyyah method (using ulemas’ arguments written in classical books called Kitab Kuning). This study contributes significantly to how Tablighi santri of the Pesantren Temboro remain conserving a traditional scholarship knowledge (turats) with contextualization limitedly on some cases.

Kajian ini mendiskusikan tentang istinbat hukum Islam atau fiqh dalam komunitas santri Tablighi di Pesantren Temboro, Magetan Jawa Timur dalam forum bahthul masail, forum yang mengkaji persoalan-persoalan hukum Islam. Hal yang menarik dari kajian ini adalah tradisionalisme santri Tablighi di Temboro yang dikenal sebagai komunitas santri salaf dan penganut Jamaah Tabligh. Pertanyaan adalah bagaimana model pemikiran hukum dan seperti apa metode istinbat yang mereka gunakan? Apakah metode istinbat hukum dalam forum bahtsul masail santri Tablighi sama dengan santri pesantren tradisional lainnya ataukah berbeda? Artikel ini menjawab pertanyaan tersebut bukan hanya untuk menganalisa bagaimana santri mengaplilasikan model istinbat hukum dalam forum bahthul masail, tetapi juga menganalisa produk-produk bahthul masail tersebut. Artikel ini didasarkan pada kajian kepustakaan terbatas, yakni hasil-hasil bahtsul masail yang dimuat dalam majalah santri-satri Temboro dalam kurun waktu tahun 2018, seperti Majalah Al-Madinah, Al-Maktabah, Humairo, and Tranqil. Salah satu ustadz yang terlibat dalam forum tersebut diwawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Hasilnya, metode istinbat hukum santri Tablighi Pesantren Temboro secara umum sama dengan santri pesantren tradisional lainnya dan terbatas pada aplikasi metode qauliyyah (menggunakan pendapat para ulama yang terdapat dalam kitab klasik yang dikenal dengan kitab kuning). Kajian ini berkontribusi secara signifikan terhadap bagaimana santri Tabligh di Pesantren Temboro teguh melestarikan keilmuan tradisional (turats) dengan kontekstualisasi yang terbatas pada beberapa kasus.

Keywords

Baḥth al-masā’il; Istinbāṭ; Islamic Students of Tablighi

Full Text:

PDF

References

Journal

Abdillah, Kudrat. “Kontribusi Bahtsul Masail Pesantren Di Madura Dalam Menghadapi Perkembangan Hukum Islam Kontemporer.” Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu 2, no. 1 (2019): 67–80.

Ali, Jan A. “Islamic Revivalism: The Case of the Tablighi Jamaat: Journal of Muslim Minority Affairs: Vol 23, No 1.” Journal of Muslim Minority Affairs 23, no. 1 (2003). https://doi.org/10.1080/13602000305935.

Aminuddin, Luthfi Hadi. “Istinbat Jama’i Dan Penerapannya Dalam Bahtsul Masail.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam IX, no. 2 (Desember 2015): 237–53.

Arifin, Zainal. “The Authority of Spiritual Leadership at Pesantren Temboro Based on Jamaah Tabligh Ideology.” Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 2 (December 27, 2017): 265–92. https://doi.org/10.14421/jpi.2017.62.265-292.

Hasyimi, Muhammad Luthvi Al. “Dampak Faham Keagamaan Jama'ah Tablig Terhadap Perubahan Sistem Pendidikan Di Pondok Pesantren Al Fatah Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan. Muhammad Luthvi Al Hasyimi.” Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 7, no. 1 (May 20, 2017): 99–108. https://doi.org/10.33367/intelektual.v7i1.365.

Hidayatulloh, M. Syarif. “Pembelajaran Kontekstual Dalam Kegiatan Bahtsul Masail Santri Di Pondok Pesantren Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.” Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 (August 2018): 177–200.

Hosen, Nadirsyah. “Nahdlatul Ulama and Collective Ijtihad.” New Zealand Journal of Asian Studies 6, no. 1 (June 2004): 5–26.

Karimuddin, Muhammad Muhdi. “Kedudukan Madzhab, Taklid Dan Ijtihad Dalam Islam.” Al-Qadha 6, no. 1 (January 2019): 55–65.

Khasanah, Nur, Achmad Irwan Hamzani, and Havis Aravik. “Taqlid dan Talfiq Dalam Konsepsi Hukum Islam.” Mizan: Journal of Islamic Law 3, no. 2 (December 13, 2019): 155–68. https://doi.org/10.32507/mizan.v3i2.489.

Khoiri, M. Alim. “Ijtihad Kontemporer: Konsepsi, Urgensi dan Kritik terhadap Isu Ttertutupmnya Pintu Ijtihad.” SAMAWAT 2, no. 2 (December 1, 2018). http://jurnal.staiba.ac.id/index.php/samawat/article/view/80.

Khummaini, Yusuf, and Sukron Mamun. “Jodoh dan Perjodohan Santri Jamaah Tabligh di Pesantren Temboro.” Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam 3, no. 1 (January 12, 2020): 23–48. https://doi.org/10.30659/jua.v3i1.7586.

Ma’mun, Sukron. “Ilḥāq Dalam Bahtsul Masa’il NU; Antara Ijtihad Dan Ikhtiyat.” Al Qalam 28, no. 1 (April 29, 2011): 63–86. https://doi.org/10.32678/alqalam.v28i1.512.

Mamun, Sukron. “Tablighi Jamaat, An Islamic Revivalist Movement and Radicalism Issues.” Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies 5, no. 2 (December 18, 2019): 145–59. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v5i2.1098.

Ma’mun, Sukron, Muhamad Chairul Huda, Ilyya Muhsin, Afriani Maifizar, and Muhammad Zikri. “Jamaat Tablighi and Negotiation of Identity in the Global World.” Opcion 36, no. 26 (2020): 821–32.

Metcalf, Barbara D. “Living Hadith in the Tablighi Jama`at.” The Journal of Asian Studies 52, no. 3 (1993): 584–608. https://doi.org/10.2307/2058855.

Munir, Ahmad. “Akar Teologis Etos Kerja Jamaah Tabligh Studi Kasus Komunitas Jamaah Tabligh Desa Temboro Kecamatan Karas Magetan.” Kodifikasia 11, no. 1 (August 17, 2017): 50-71–71. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v11i1.1137.

Nasih, Ahmad Munjin. “Bahtsul Masail Dan Problematikanya Di Kalangan Masyarakat Muslim Tradisional.” Al-Qonun 12, no. 1 (June 2009): 106–29.

Nofialdi. “Peran Nahdatul Ulama (NU) Dalam Pembangunan Hukum Islam Di Indonesia.” AL-QISTHU 17, no. 1 (2019): 11–18.

Noor, Farish A. “The Spread of the Tablighi Jama’at across Western, Central and Eastern Java and the Role of Indian Muslim Diaspora.” Working Paper, 2009. https://dr.ntu.edu.sg/handle/10220/6100.

Romlah, Futiati. “Peran Jama’ah Tabligh Dalam Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Masyarakat Desa Temboro Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.” Cendikia 9, no. 1 (2011).

Safe’i, Abdulah. “REDEFINISI IJTIHAD DAN TAQLID: Upaya Reaktualisasi dan Revitalisasi Perspektif Sosio-Historis.” ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan 11, no. 1 (2017): 25–40. https://doi.org/10.15575/adliya.v11i1.4850.

Yusuf, Moh. “Gerakan Khuruj Fi Sabilillah Sebagai Upaya Edukasi Membentuk Karakter Masyarakat: Studi Kasus Dakwah Jama’ah Tabligh Temboro Magetan Melalui Pendekatan Framing.” Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 5, no. 1 (June 9, 2017): 165-194–194. https://doi.org/10.21274/kontem.2017.5.1.165-194.

Book

Afkar, Tim Redaksi Tanwirul. Fiqh Rakyat; Pertautan Fiqh dengan Kekuasaan. Yogyakarta: LKiS, 2000.

Al-Fatah, PP. “Al-Kutub al-Muqorroroh, Program Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Karas Magetan Jawa Timur.” PP Al-Fatah Temboro, tanpa tahun.

Farahidi, Khalil bin Ahmad. Kitāb Al-‘Ain. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2003.

Hakim, Abdul Hamid. Mabādi' Awwaliyyah fi Ushul al-Fiqh wa al-Qawā`id al-Fiqhiyyah. Kairo: Maktab, 1927.

Hilal, Haitsam. Mu’jam Muṣṭalah al-Uṣūl. Beirut: Dar al-Jael, 2003.

John L Esposito. The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World. New York-Oxford: Oxford University Press, 1995.

Ka’bah, Rifyal. “Formulasi Hukum Di Kalangan NU.” In Kritik Nalar Fiqih NU: Transformasi Paradigma Bahtsul Masa’il. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Khalil, Rasyad Hasan. Tārīkh al-Tashri’. Jakarta: Amzah, 2009.

Khon, Abdul Majid. Ikhtiṣār Tārīkh al-Tashri’. 2nd ed. Jakarta: Amzah, 2015.

Masyhuri, A Aziz. Masalah Keagamaan Hasil Muktamar Dan Munas Ulama NU Kesatu 1926 s.d Ke-29 1994. Surabaya: PP RMI dan Dinamika Press, 1997.

Muhammad, Husein. “Tradisi Istinbath Hukum NU: Sebuah Kritik.” In Kritik Nalar Fiqh NU: Transformasi Paradigma Bahtsul Masa’il. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Munawwir, A. Warson. “Kamus Al-Munawir.” In Kamus Al-Munawir. Surabaya: Pustaka Progressif, 2007.

Noor, Farish A. Islam on the Move: The Tablighi Jama’at in Southeast Asia. Amsterdam: Amsterdam University Press, 2012.

Said, Imam Ghazali. Dokumentasi dan Dinamika Pemikiran Ulama Bermadzhab’ dalam Solusi Problematika Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama 1926-1999 M. Surabaya: LTNU Jawa Timur, 2004.

Sanu, Qutb Musthafa. Mu’jam Muṣṭalaḥāt Uṣūl al-Fiqh. 1st ed. Damaskus: Dar al-Fikr, 2000.

Yahya, Imam. “Akar Sejarah Bahtsul Masa’il: Penjelajahan Singkat.” In Kritik Nalar Fiqih NU: Transformasi Paradigma Bahtsul Masa’il, 1st ed. Jakarta: LAKPESDAM NU, 2002.

Magazine

Al Fatah, Darul Ifta’. “Masa’il Fiqhiyyah: Keputusan Bahtsul Masa’il Spesial Romadhon.” Majalah Al-Maktabah, 2018.

Bangka, Fadhil, and Amin. “Kawah Candradimuka Itu Bernama Al-Fatah (Bagian 1 Selayang Pandang Pesantren Al-Fatah).” Majalah Tranqil, 2018.

Ifta’, Darul. “Bahtsul Masail.” Majalah Humairo Santri Putri Al Fatah Temboro, 2018.

“Masail: Hukum Mengambil Gaji Pensiunan Bagi Janda PNS Yang Sudah Menikah Lagi Dengan Nikah Sirri.” Majalah Al-Madinah, 2018.

Masail, Tim Bahtsul. “Masail: Kreteria Alat Musik Yang Diharamkan Dalam Shalawatan.” Majalah Al-Madinah, 2018.

Website

Cah Temboro. “Santri Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Mencapai 19.604 Santri, 646 Santri Dari Luar Negri.” Accessed May 4, 2020. http://cahtemboro.blogspot.com/2016/12/santri-pesantren-al-fatah-temboro.html.

Interview

Imron, interview, August 2019.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.