The Settlement Principles and Effectiveness of Divorce by Mediation of Islamic Civil Perspective: A Critical Review of The Supreme Court Regulation

Autor(s): Abdullah Taufik
DOI: 10.21154/justicia.v18i1.2139

Abstract

Mediation of divorce is expected to be able to suppress the settlement of the case peacefully. In principle, based on the Elucidation of Law Number 1 of 19 74 concerning Marriage, the purpose of marriage is to form a happy and eternal family. Therefore it is urgent to find mediation pillars in settlement of divorce cases. To find the idea in response to these problems, three approaches: 1) laws and regulations, by examining them that relate with divorce settlement through mediation in religious courts; Supreme Court Regulation Numb. 1 of 2016, Civil Procedure Code. 2) Conceptual approach, from the view of experts/scholars, is used to find ideas by building concepts and arguments according to the issues to be examined to find the efficiency in the implementation of mediation. 3) Philosophy, studying literacy related to the theme of the study to capture philosophical content in finding the pillars of mediation in the study of Islamic civil law. The findings in this study are the pillars of mediation whose relevance to divorce disputes should be stated are: 1) Essence of Deliberation, to reach an agreement. 2) The essence of mutual forgiveness, to end the dispute. 3) The essence of respecting the rights of others, of avoiding the nature of egoism. 4) The essence of justice, giving equal opportunity to speak to each other so that both parties get the same rights. While the efficiency of the mediation implementation in settlement of divorce can be done by mediating: 1) Regarding the care and education of children, 2) cost of living of ex-wife, 3) guarantee for the maintenance of the joint property after the termination of a marriage.

Mediasi diharapkan mampu menekan penyelesaian perkara penyelesaian secara damai. Pada prinsipnya berdasarkan Penjelasan Undang-Undang Nomor 1 tahun 19 74 tentang Perkawinan tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Penurunan tingkat perceraian perlu ditekan, maka dari itu sangat mendesak untuk mencari pilar-pilar mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian. Untuk menemukan ide dalam menanggapi permasalahan tersebut digunakan tiga pendekatan: 1) Peraturan perundang undangan, yang berhubungan dengan penyelesaian perceraian melalui mediasi di pengadilan agama; Peraturan Mahkamah Agung No. 1 tahun 2016, Kitab Undang Undang Hukum Acara Perdata. 2) Pendekatan konseptual, dari pandangan para ahli / ulama digunakan untuk menemukan ide dengan membangun konsep dan argumen sesuai dengan masalah yang akan dikaji sehingga dapat ditemukan efektifitas dalam pelaksanaan mediasi 3) Filsafat, mempelajari literasi yang berkaitan dengan tema kajian untuk menangkap muatan filosofis dalam menemukan pilar-pilar mediasi dalam kajian hukum perdata Islam. Temuan dalam penelitian ini adalah pilar-pilar mediasi yang relevansinya dengan perselisihan perceraian yang harus dikemukakan adalah: 1) Inti Musyawarah, untuk mencapai kesepakatan. 2) Inti saling memaafkan, untuk mengakhiri perselisihan. 3) Esensi menghargai hak orang lain, menghindari sifat egoisme. 4) Esensi keadilan, memberikan kesempatan yang sama untuk saling berbicara, sehingga kedua belah pihak mendapatkan hak yang sama. Sedangkan efektifitas pelaksanaan mediasi dalam penyelesaian perceraian dapat dilakukan dengan memediasi: 1) Seputar pengasuhan dan pendidikan anak, 2) biaya hidup mantan istri, 3) jaminan pemeliharaan harta bersama pasca pemutusan hubungan perkawinan.

Keywords

Pillar of Mediation; Value of Efficiency; Settlement of Divorce

Full Text:

PDF

References

Abbas, Syahrizal. Mediasi Dalam Perspektif Hukum Syariah. Jakarta: Kencana, 2009.

All, George F. Irani et. Ritual Of Reconciliation, Arab Islamic Perspectif. New York: University Press Of America, 2007.

Amarini, Indriati. “Penyelesaian Sengketa Yang Efektif Dan Efisien Melalui Optimalisasi Mediasi Di Pengadilan.” Jurnal Kosmik Hukum 16, no. 2 (2016): 1–20.

Asmawati. “Dosen Hukum Perdata Fakultas Hukum Univ. Jambi.” Ilmu Hukum 6, no. 4 (1999).

Damar Ariotomo. “Harapan Optimalisasi Proses Mediasi Pasca Perma Nomor 1 Tahun 2016 | Adnan Buyung Nasution And Partners,” 2016.

Djaenab, Djaenab. “Efektifitas Dan Berfungsinya Hukum Dalam Masyarakat.” Ash-Shahabah 4, no. 2 (2018): 148–53.

El-Amin, Ahmed Shoim. “Konsep Mediasi Dalam Hukum Islam.” Al-Munqidz: Jurnal Kajian Keislaman 2, no. 1 (2013): 21–30.

Hanifah, Mardalena. “Kajian Yuridis : Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Perdata Di Pengadilan.” Jurnal Hukum Acara Perdata ADHAPER 2 (2016).

J. folberg et. al. Mediation: Comprehensive Guide in Resolving Conflict without Litigation. Cambridge: Cambridge University Press, 1984.

Krzeszowski, Tomasz P. Contrasting Languages: The Scope of Contrastive Linguistics. Contrasting Languages: The Scope of Contrastive Linguistics, 2011. https://doi.org/10.1515/9783110860146.

Kusen, Stevana Ameliana. “Lex Crimen Vol. V/No. 6/Ags/2016.” Hakekat Keberadaan Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Perdata Di Pengadilan Negeri V, no. 6 (2016): 14–22.

Laurence Bolle. Mediation: Principles, Proscess, and Practice. New York, 1996.

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No 1 Tahun 2016 tentang Proseur Mediasi di Pengadilan (n.d.).

Puspitaningrum, Sri. “Mediasi Sebagai Upaya Penyelesaian Sengketa Perdata Di Pengadilan.” Spektrum Hukum 15, no. 2 (2018): 275. https://doi.org/10.35973/sh.v15i2.1121.

Rahmah, Dian Maris. “Optimalisasi Penyelesaian Sengketa Melalui Mediasi Di Pengadilan.” Jurnal Bina Mulia Hukum 4, no. 1 (2019): 1. https://doi.org/10.23920/jbmh.v4i1.174.

Rekso, Basuki. Modul Pelatihan Mediasi,Jimly. Surabaya: Jimly School Of Law, 2018.

Saiful Karim. “Evaluasi Perjalanan Proses Mediasi Di Pengadilan Agama Malang Selama Tahun 2018,” n.d.

Saifullah, Muhammad. “Efektivitas Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Jawa Tengah.” Al-Ahkam 25, no. 2 (2015): 181. https://doi.org/10.21580/ahkam.2015.25.2.601.

Salamah, Yayah Yarotul. “Urgensi Mediasi Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama.” AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah 13, no. 1 (2013): 81–88. https://doi.org/10.15408/ajis.v13i1.953.

Salim, H.S; Erlis Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum Pada Tesis Dan Disertasi, Edsis Pertama, Ctk Kesatu,. Jakarta: Rajawali Press, 2013.

Siti Nur Ismiyati. “Efektifitas Implementasi Mediasi Dalam Perceraian, Di PA Kota Kediri Tahun 2018.” IAIN Kediri, 2019.

Talli, Abdul Halim. “Mediasi Dalam Perma Nomor 1 Tahun 2008.” Jurnal Al-Qadāu 2, no. 1 (2015): 76–93.

Tjandrasari, W. Yudho; H. Efektivitas Hukum Dalam Masyarakat. Jakarta: Majalah Hukum dan pembangunan, UI Press, 1987.

Ulfi, Tb. Ahmad. “Efektivitas Mediasi Dalam Mencegah Perceraian dan Kaitannya Dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 (Studi Di Pengadilan Agama Serang).” Bil Dalil 1, no. 1 (2016): 20.

Wirhanuddin. “Mediasi Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus Di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Makassar.” Jurnal Diskursus Islam 1, no. 2 (2013): 231–53.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.