Pre-Project Selling in A Property Business: The Perspective of Islamic Law

Autor(s): Agus Sekarmadji, Regine Wiranata, Oemar Moechthar
DOI: 10.21154/justicia.v18i1.2247

Abstract

Actors in the real estate market have developed a marketing strategy in the form of pre-project selling. This strategy is conducted to perform a market test for any property a developer intends to market. However, in practice, the system often poses problems, such as misrepresenting the property and inflicting customers' financial losses. From the perspective of Islamic law, this type of transaction is characterized as gharar (uncertainty, deception, and risk), having no exact object, and having forbidden. This article uses a Sharia-based perspective to analyze the characteristics of pre-project selling. This research aims to determine the legality of pre-project selling under Sharia law and prescribe solutions for society. The method used in this article is legal research, using legislation-based, conceptual, and case-based approaches, along with a comparison of national legislation with the written text of the al-Qur’an and hadith. The paper concludes that while pre-project selling should not be legally banned, there need steps taken to reduce its risks. This could be applied, for example, by creating minimum prerequisites for allowing pre-project selling, such as the existence of a plot for construction or the requirement of permits to be obtained before the pre-project sale. This research contributes to the development of legal science in general and Islamic jurisprudence, especially regarding Islamic law agreements' validity.

Pelaku usaha dalam bidang properti telah mengembangkan strategi pemasaran berbentuk pre-project selling. Strategi ini dilakukan untuk melakukan tes pasar properti yang hendak dipasarkan oleh pengembang. Namun, dalam praktek, system ini sering menimbulkan masalah, seperti misrepresentasi terhadap properti, yang menimbulkan kerugian finansial pada pembeli. Dari perspektif hukum Islam, transaksi semacam ini merupakan transaksi gharar, yang tidak memiliki obyek yang jelas, dan dengan demikian dilarang. Artikel ini menggunakan perspektif berbasis syariah untuk menganalisa karakteristik dari pre-project selling. Tujuan riset ini adalah untuk menentukan legalitas pre-project selling dalam hukum Syariah dan memberikan solusi bagi masyarakat secara umum. Tulisan ini menyimpulkan bahwa sementara pre-project selling tidak perlu dilarang secara hukum, perlu ada langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi risikonya. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, dengan membuat prasyarat minimum untuk mengizinkan pre-project selling, seperti keberadaan sebidang tanah untuk konstruksi, atau persyaratan bahwa izin diperoleh sebelum penjualan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu hukum pada umumnya dan ilmu hukum islam pada khususnya, terutama terkait keabsahan perjanjian di dalam hukum Islam.  

Keywords

Agrarian Law; Gharar; Pre-Project Selling; Property; Islamic Legal Theory

Full Text:

PDF

References

Abdullah, Fuady, and Moh. Mukhlas. “Dissenting Approaches of Islamic Economics: The Contemporary Juristic Discussion of Riba.” Justicia Islamica 17, no. 1 (2020).

Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Bulughul Maram, Himpunan Hadits-Hadits Hukum Dalam Fikih Islam. Jakarta: Darul Haq, 2017.

Al-Jaza’iri, Abu Bakar Jabir. Minhajul Muslim, Pedoman Hidup Ideal Seorang Muslim. Edited by Andi Subarkah. Solo: Penerbit Insan Kamil, 2016.

Ami, Shadiq Muhammad. Al Ghararwa Atsaruhu Fil Uqud Fi Fiqh Islami. Bairut: Dar Jiil, 1990.

An-Nabhani, Taqi al-Din. Membangun Sistem Ekonomi Alternatif. Surabaya: Rislah Gusti, 1996.

Arifin, Sirajul. “Gharar Dan Risiko Dalam Transaksi Keuangan.” Jurnal Tsaqafah 6, no. 2 (2010): 317–18.

Awang, Abdul Hadi bin. “Gharar Dalam Perspektif Fiqh Al-Hadith: Analisis Terhadap ‘Illah Dan Prinsip.” Jurnal Ilmiah Hadis 4, no. 2 (2012): 64.

Bahri, Syamsul. “Pelaksanaan Syari’At Islam Di Aceh Sebagai Bagian Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Nkri).” Jurnal Dinamika Hukum 12, no. 2 (2012): 358–67. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2012.12.2.62.

Daniele, D’Alvia. “Risk, Uncertainty and the Market: A Rethinking of Islamic and Western Finance.” International Journal of Law in Context 16, no. 3 (2020): 1–14.

Darminto, Seto. “Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Dalam Penjualan Satuan Rumah Susun Secara Pre-Project Selling (Studi Kasus: Apartemen Dukuh Golf (PT. Megacity Development)).” Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2012.

Fuady, Munir. Hukum Kontrak Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2003.

Gomulja, Irwan, and Habib Adjie. “Control of Freedom Principle Contract in the Pre Project Selling System.” Research, Society and Development 9, no. 6 (2020).

Hajati, Sri, Sri Winarsi, Oemar Moechthar, and Zuhairah Ariff Abd Ghadas. “Exchange of Land; A Model Sustaining The Existence of Land Under Adat Law.” Hamdard Islamicus 43, no. S1 (2020): 811–25.

Harsono, Boedi. Hukum Agraria Indonesia, Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi Dan Pelaksanaannya. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti, 2013.

Hosen, Muhammad Nadratuzaman. “Analisis Bentuk Gharar Dalam Transaksi Ekonomi.” Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah 1, no. 1 (2009): 54. https://doi.org/10.15408/aiq.v1i1.2453.

Husin, Farid. “Perjanjian Kerjasama Antara Pelaku Pembangunan Rumah Susun Dengan Bank Terhadap Penjualan Rumah Susun Melalui Sistem Pre Project Selling.” Jurnal Spirit Pro Patria IV, no. 1 (2017).

Kallo, Erwin. “Agar Tidak Terjebak Presale.” Majalan Estate, 2006.

———. Panduan Hukum Untuk Pemilik/Penghuni Rumah Susun (Kondominium, Apartemen Dan Rusunami). Jakarta: Minerva Athena Pressindo, 2009.

Kasdi, Abdurrohman. “Actualizations of Maqasid Al-Shariah in Modern Life; Maqasid Al-Shariah Theory As a Method of The Development of Islamic Laws and Shariah Economics.” Justicia Islamica 16, no. 2 (2019).

Krisharyanto, Edi. “Prinsip Perlindungan Konsumen Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.” Jurnal Perspektif 24, no. 2 (2019).

Mannan, Abdul. Teori Dan Praktek Ekonomi Islam. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1997.

Masyhuri. Kajian Teori Ekonomi Dalam Islam. Bandung: Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2003.

Merwe, Cornelius Van Der. European Condominium Law. Cambridge: Cambridge University Press, 2005.

Moechthar, Oemar, and Agus Sekarmadji. “Recast of Land Owners for Home Stay Through Synchronization of Electronic Data Inter-Institutions.” Jurnal Pertanahan 10, no. 1 (2020): 1–14.

Najamuddin. “Transaksi Gharar Dalam Muamalat Kontemporer.” Jurnal Syariah 2, no. 1 (2014): 25.

Nasution, Mustafa Edwin. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana, 2007.

Nola, Luthvi Febryka. “Permasalahan Hukum Dalam Praktik Pre-Project Selling Apartemen.” Majalah Info Singkat Hukum, 2017.

Nur, Iffatin. “Revitalisasi Nilai-Nilai Syari’ah.” Jurnal Ahkam 9, no. 2 (2008): 132.

Nur, Iffatin, and Muhammad Ngizzul Mutaqin. “Reformulating The Concept of Maslahah: From a Textual Confinement Towards a Logic Determination.” Justicia Islamica 17, no. 1 (2020).

Pasaribu, Chairuman. Hukum Perjanjian Dalam Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 1994.

Purbandari. “Kepastian Dan Perlindungan Hukum Pada Pemasaran Properti Dengan Sistem Pre Project Selling.” Majalah Hukum Widya 29, no. 320 (2012): 12.

Putra, Fani Martiawan Kumara. “Kebebasan Berkontrak Pada Peristiwa Pre-Project Selling.” Perspektif 24, no. 1 (2019).

Rusyd, Ibnu. Bidayatul Mujtahid. Semarang: As Syifah, 1990.

Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunah. Bandung: Al-Ma’arif, 1990.

Salim, H.S. Perkembangan Hukum Kontrak Diluar KUHPerdata. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Santosa, Purbayu Budi, and Aris Anwaril Muttaqin. “Larangan Jual Beli Gharar: Tela’ah Terhadap Hadis Dari Musnad Ahmad Bin Hanbal.” Jurnal Ekonomi Syariah Equilibrium 3, no. 1 (2015): 158.

Sekarmadji, Agus, Sri Hajati, Oemar Moechthar, Noraida Harun, and Regine Wiranata. “Data Synchronization Model to Improve The Supervision of Land Ownership for Citizens Towards The Indonesian Agrarian Reform Agenda.” Hamdard Islamicus 43, no. S1 (2020): 801–10.

Shofie, Yusuf. Perlindungan Konsumen Dan Instrumen-Instrumen Hukumnya. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2000.

Sumardjono, Maria S.W. “Kebijakan Pertanahan Antara Regulasi Dan Implementasi.” Kompas, 2001.

Supriyadi. “Kedudukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah Dalam Perspektif Hukum Pertanahan.” Arena Hukum 10, no. 2 (2017): 205.

Susamto, Burhanuddin. “The Reconstruction of The Modern Advertising Concept: An Islamic Law Perspective.” Justicia Islamica 17, no. 1 (2020).

Uddin, Md Akther, and Abu Umar Faruq Ahmad. “Conventional Futures: Derivatives in Islamic Law of Contract.” International Journal of Law and Management 62, no. 4 (2020): 315–37.

Widyastuti, Umi, Erie Febrian, Sutisna Sutisna, and Tettet Fitrijanti. “Sharia Compliance in Sharia Mutual Funds: A Qualitative Approach.” International Journal of Economics and Business Administration 8, no. 3 (2020): 19–27.

Yudhantaka, Lintang. “Keabsahan Kontrak Jual Beli Rumah Susun Dengan Sistem Pre Project Selling.” Yuridika 32, no. 1 (2017).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.