Discourse of Substitute Heirs in The Indonesian Heritage Legal Practice (Comparative Perspective)

Autor(s): Nawir Yuslem, Mhd. Yadi Harahap, Suarni Suarni
DOI: 10.21154/justicia.v18i2.2522

Abstract

This article examines substitute heirs in Islamic and civil code inheritance laws. In Islamic inheritance law, substitute heirs are regulated based on the provisions of the Islamic Law Compilation in article 185, stating that if the heirs die, their inheritance rights are given to their children. In civil code, substitute heirs are regulated based on articles 841-848, with provisions covering the replacement of rights and obligations such as the replaced person’s life. This research relies on two questions: what are the substitute heir concepts according to Islamic and civil code inheritance laws? Moreover, how is the comparison of substitute heir concepts based on Islamic and civil code inheritance laws? This study aims to analyze the existence of substitute heirs in Islamic and civil code inheritance laws. To answer both questions, this research employed a normative juridical method, with an approach to laws, cases, comparisons, and conceptual approaches, including conceptual theories and ideas regarding the substitute heir concept in the perspective of Islamic and civil code inheritance laws. This study finds that Islamic inheritance law is based on the Qur’an and hadith, mentioning that the share of the substitute heirs is not the same as that of the replaced heirs. In contrast, according to civil law, the share of the substitute heirs is similar to that of the replaced heirs. Furthermore, this study contributes significantly to realizing benefit, peace, and justice in the distribution of inheritance.

Artikel ini mengkaji tentang ahli waris pengganti dalam hukum kewarisan Islam dan hukum kewarisan KUH Perdata. Dalam hukum kewarisan Islam, ahli waris pengganti diatur berdasarkan ketentuan KHI dalam pasal 185 di mana diberikan hak kepada ahli waris yang meninggal lebih dulu dapat diganti oleh anaknya. Dalam hukum Perdata, ahli waris pengganti diatur berdasarkan pasal 841-848, dengan ketentuan meliputi penggantian hak dan kewajiban seperti hidupnya orang yang diganti. Penelitian ini dilandasi oleh dua pertanyaan. Yaitu bagaimana konsep ahli waris pengganti menurut hukum kewarisan Islam dengan hukum kewarisan KUH Perdata? Dan bagaimana perbandingan konsep ahli waris pengganti antara hukum kewarisan Islam dan kewarisan perdata. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan ahli waris pengganti dalam kewarisan Islam dan BW. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan Undang-Undang, kasus, perbandingan dan pendekatan konseptual, berupa teori konsep dan ide mengenai konsep ahli waris pengganti dalam perspektif kewarisan Islam dan hukum kewarisan KUH Perdata/BW. Kajian ini menemukan jawaban bahwa hukum kewarisan Islam bersumberkan al-Qur’an dan hadits, dengan ketentuan bagian ahli waris pengganti tidak sama dengan yang diganti, sementara menurut hukum perdata bersumberkan pada Undang-Undang, ketentuan bagiannya sama dengan yang diganti. Selain itu, kajian ini berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan kemaslahatan, kedamaian dan keadilan dalam pembagian kewarisan.

 

Keywords

substitute heirs; islamic inheritance law; inheritance law in the civil code

Full Text:

PDF

References

Abidin, Zainai dan Mas’ud,Ibnu. Edisi Lengkap Fiqih Mazhab Syafi’i. Jilid 2. Bandung: Pustaka Setia, 2007.

Al-‘Utsaimin, Muhammad bin Shalih. Panduan Praktis Hukum Waris Menurut Al-Qur’an Dan as-Sunnah Yang Shahih. Edited by Abu Ihsan al-Atsari Terj. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2013.

Al-Bukhari. Shahih Al-Bukhari. Jilid IV. Kairo: Dar wa Mathba’ al-Sya’by, n.d.

Al-yassu’i, Louwis Ma’luf. Al-Munjid Fi Al-Lughah Wa Al-Alam. Dar al masyriq, 2002.

Ali, Parman.Kewarisan Dalam Al-Qur’an: Suatu Kajian Hukum Dengan Pendekatan Tafsir Tematik. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995.

As-Suyuthi, Imam Jalaluddin. Al-Itqan Fi ‘Ulum Al-Qur’an, (Studi Al-Qur’an Komprehensif). Solo: Indiva Media Kreasi, 2009.

Ash-Shabuni, Muhammad Ali. Pembagian Waris Menurut Islam, (Al-Mawaris Fi Al-Syariaty Al-Islamiyyah). Edited by Terj. A.M Basalamah. Cet.1. Jakarta: Gema Insani, 1995.

Elmiyah, Nurul dan Sjarif,Surini Ahlan.Hukum Kewarisan Perdata Barat: Pewarisan Menurut Undang-Undang. Jakarta: Kencana, 2018.

Fauzi, Fauzi. “The Concept of Patah Titi: The Problem of Inheritance and Its Solution in Aceh Tengah.” Studia Islamika 26, no. 1 (April 10, 2019). https://doi.org/10.15408/sdi.v26i1.6529.

Habiburrahman. Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Cet. 1. Jakarta: Kencana, 2011.

Hajar M. “Asy-Syir’ah Asal Usul Dan Implementasi Ahli Waris Pengganti Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum. Vol. 50, 2016.

Hazairin; Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Quran Dan Hadits. Jakarta: Tintamas Indonesia, 1982.

Husein, NasutionAmin.Hukum Kewarisan Suatu Anlisis Komparatif Pemikiran Mujtahid Dan Kopilasi Hukum Islam. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

Kadir, MuhammadAbdul. Hukum Perdata Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2000.

Kusmayati, Hazar, danKrisnayanti,Lisa. “Hak Dan Kedudukan Cucu Sebagai Ahli Waris Pengganti Dalam Sistem Pembagian Waris Ditinjau Dari Hukum Waris Islam Dan Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 19, no. 1 (October 12, 2019): 68. https://doi.org/10.22373/jiif.v19i1.3506.

Mamudji, Sri dan Soekanto,Soerjono. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali, 1985.

Mardani. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Cet. 1. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2014.

Mardin. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2014.

Media, Tim Redaksi Fokus. KHI. Bandung: Fokusmedia, 2005.

Moechthar, Oemar. Perkembangan Hukum Waris : Praktik Penyelesaian Sengketa Kewarisan Di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Grup, 2019.

Perangin, Effendi. Hukum Waris. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2018.

Pitlo, A. Hukum Waris Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Belanda. Edited by alih bahasa M.Isa Arif. Jakarta: PT Intermasa, 2006.

Puspa, Yan Pramadya. Kamus Hukum Edisi Lengkap Bahasa Belanda-Indonesia-Inggris. Jakarta: CV Aneka Ilmu, 1997.

R. Otje Salman S. Mustafa Haffas. Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Hukum Waris. Cet. 2. Bandung: Alumni, 2007.

R. Subekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa, 1995.

Ramulyo, M. Idris. Perbandingan Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam Dengan Kewarisan Menurut Kitab Undang- Undang Hukum Perdata ( BW ). Jakarta: Sinar Grafika, 1994.

Rofiq, Ahmad.Fiqh Mawaris. Edisi Revisi. Jakarta: PT Raja Grafindo, 1995.

Syarifuddin, Amir. Hukum Kewarisan Islam. Edisi Kedu. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004.

Suminto, Aqib.Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: pustaka LP3ES indonesia, 1985.

Thalib, Sayuti. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Edisi Revi. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Zainuddin, Ali. Pelaksanaan Hukum Waris Di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Zuhroh, Diana. “KONSEP AHLI WARIS DAN AHLI WARIS PENGGANTI: Studi Putusan Hakim Pengadilan Agama.” Al-Ahkam 27, no. 1 (June 9, 2017): 43. https://doi.org/10.21580/ahkam.2017.27.1.1051.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.