Diversity in Determining Maturity Age in Indonesian Law: Maqāsid Al-Sharῑah Perspective

Autor(s): Ali Sodiqin, Al-Robin Al-Robin
DOI: 10.21154/justicia.v18i1.2621

Abstract

This article explores the emergence of diversity in determining the age of maturity in Indonesian laws, particularly in civil law, penal law, marriage law, and citizenship law. Maturity is a crucial element in determining a legal act. Therefore, the diversity of its determination can lead to overlap and ambiguity in determining the validity of legal action and legal accountability. This raises the question of why there is a difference in the determination of maturity age and its factors. Analysis of this problem of diversity in maturity age is carried out using the maqāsid al-sharah approach, using Jasser Auda’s system theory. The study shows that differences in the determination of maturity age in legislation are caused by differences in legal proficiency required, a legal paradigm used as a basis, and differences in the law's scope. In maqāsid al-sharah perspective, maturity age occupies a position as a wasilah or a strategy to achieve legal purposes, thus allows for diversity. The more interests are protected, the higher of age is set. The diversity of maturity ages has an interrelated hierarchy without causing any contradictions between laws. The maturity age difference is intended to fulfill legal authority requirements, proficiency to act, and authority to act, with their specifics.

Artikel ini mengeksplorasi keragaman penetapan usia kedewasaan dalam perundang-undangan di Indonesia, khususnya dalam hukum perdata, pidana, perkawinan, dan kewarganegaraan. Kedewasaan merupakan unsur pokok dalam penetapan suatu perbuatan hukum. Terjadinya keragaman penetapannya dapat menimbulkan ambiguitas dan ketidakjelasan dalam penetuan keabsahan tindakan hukum dan pertanggungjawaban hukum. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa terjadi keragaman dalam penetapan usia kedewasaan dan apa faktor yang melatarbelakanginya. Analisis terhadap masalah keragaman usia kedewasaan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan maqāsid al-sharῑah, dengan memanfaatkan teori sistemnya Jasser Auda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penetapan usia kedewasaan dalam perundang-undangan disebabkan oleh perbedaan kecakapan hukum yang dituntut, paradigma hukum yang dijadikan dasar, dan ruang lingkup hukum. Dalam perpsektif maqāsid al-sharῑah, usia kedewasaan menempati posisi sebagai wasilah atau strategi mencapai tujuan hukum, sehingga memungknkan terjadinya keragaman. Semakin banyak kepentingan yang dilindungi maka semakin tinggi usia yang ditetapkan. Keragaman usia kedewasaan memiliki interrelasi hirarkhi, sehingga tidak menimbulkan kontradiksi antar undang-undang. Perbedaan usia kedewasaan ditujukan untuk memenuhi persyaratan kewenangan hukum, kecakapan bertindak, dan kewenangan bertindak yang memiliki kekhususan masing-masing.

Keywords

age of maturity; maqāsid sharῑa; legal proficiency; legal responsibility

Full Text:

PDF

References

’Asyur, Muhammad Thahir Ibn, Maqasid As-Syari’ah Al-Islamiyah (Tunisia: Dar as-Salam, 2020)

Al-Barry, Zakariya Ahmad, Hukum Anak Anak Dalam Islam, ed. by Chadijah Nasution (Jakarta: Bulan Bintang, 1977)

Al-Ghazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad, Al Mustasfa Min ‘Ilmi Al-Usul (Beirut: Dar Kutub al-’Ilmiyah, 2020)

Al-Jaziri, Abdurrahman, Al-Fiqh Alā Al Madzhāhib Al-Arba'ah, Juz IV (Istambul: Dar al-Dakwah, 1984)

Al-Khadimy, Nuruddin Ibn Mukhtar, ‘Ilm Al-Maqasid as-Syar’Iyyah (Riyadh: Syirkah al-‘Abiikan lit-ta’lim, 2014)

Al-Syatibi, Abu Ishaq Ibrahim bin Musa al-Lakhmi al-Gharnati, Al Muwafaqat Fi Ushul As-Syari’ah (Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, 2004)

Andayani, Isetyowati, ‘Keberadaan Harta Perkawinan Dalam Problematika Perkawinan’, Jurnal Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan, 10.4 (2005)

Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir, Tafsir Ath-Thabari (Jakarta: Pustaka Azzam, 2017)

Auda, Jasser, Maqasid Al-Shariah: A Beginner’s Guide (London: The International Institute of Islamic Thought, 2008),

Auda, Jasser, Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law, A Systems Approach (London: The International Institute of Islamic Thought, 2008)

Auda, Jasser, “How do we realise Maqasid Al-Shariah in the Shariah," accessed February 24, 2021, https://www.jasserauda.net/portal/wp-content/uploads/2016/12/4.pdf

Jasser Auda, “Shariah and Politics, Questions for Post-Revolution Phase," accessed February 24, 2021, https://www.jasserauda.net/images/book_covers/Sharia%20and%20Politics.pdf

Bahri, Syaiful, ‘The Construction of Indonesian Political Fiqh: Maqasid Al-Shariah Perspective and Ahmad Raisuni’s Thoughts,’ Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum Dan Sosial, 17.1 (2020), 35–52

Bawamenewi, Adrianus, ‘Implementasi Hak Politik Warga Negara’, Jurnal Warta, 61 (2019)

Dharma, Agustinus Danan Suka, ‘Keberagaman Pengaturan Batas Usia Dewasa Seseorang Untuk Melakukan Perbuatan Hukum Dalam Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia’, Jurnal Repertorium, II.2 (2015)

Gufron, M., ‘Makna Kedewasaan Dalam Perkawinan’, Al-Hukama, The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 6.2 (2016)

Hidayat, Taufiq, and Raihanah Azahari, ‘The Concept of Istita’ah Al-Ba’ah in Marriage’, Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum Dan Sosial, 17.2 (2020), 223–42

Jansen, Nils, ‘The Idea of Legal Responsibility, Oxford Journal of Legal Studies, 34.2 (2014), 221–51

Julyano, Mario, and Aditya Yuli Sulistyawan, ‘Pemahaman Terhadap Asas Kepastian Hukum Melalui Konstruksi Penalaran Positivisme Hukum’, Jurnal Crepido, 01.01 (2019), 13–22

Kartika, Norma Yuni, Muhajir Darwin, and Sukamdi, ‘Keberagaman Batasan Usia Anak Di Indonesia Hubungannya Dengan Perkawinan’, Jurnal Pendidikan Geografi, 3.4 (2016)

Lang, Wiesław, ‘The Personal Dimension of the Legal System,’ Philosophy of Law and Social Philosophy, 88.4 (2002), 519–30

Lestari, Ningrum Puji, ‘Kecakapan Bertindak Dalam Melakukan Perbuatan Hukum Setelah Berlakunya Undang-Undang No.30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris’, Tesis, Universitas Diponegoro Semarang, 2008.

Mughniyah, Muhammad Jawad, Fiqh Lima Mazhab, Cetakan ke (Jakarta: Lentera, 2011)

Muhammad, Abdul Kadir, Hukum Perdata Indonesia (Bandung: Citra Aditya Bhakti, 2010)

Mulyono, Bambang, Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja Dan Penanggulangannya (Yogyakarta: Kanisius, 1984)

Muttaqien, Dadan, Cakap Hukum Bidang Perkawinan Dan Perjanjian (Yogyakarta: Insania Citra Press, 2006)

Muzakkiyah, Nurul & Suharnan, ‘Religiusitas, Penyesuaian Diri Dan Subjective Well Being’, Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, 5.01 (2016)

Nahrowi, ‘Penentuan Dewasa Menurut Hukum Islam Dan Berbagai Displin Hukum’, Kordinat, XV.2 (2016)

Nurkholis, ‘Penetapan Usia Dewasa Cakap Hukum Berdasarkan Undang-Undang Dan Hukum Islam’, Yudisia Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 8.1 (2017)

Poerwadarminta, WJS, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1990)

Prananingrum, Dyah Hapsari, ‘Telaah Terhadap Esensi Subyek Hukum: Manusia Dan Badan Hukum’, Refleksi Hukum, 8.1 (2014)

Purnomo, Bambang, ‘Penegakan Hukum Tindak Pidana Anak Sebagai Pelaku Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak: Studi Kasus Di Polres Tegal’, Jurnal Hukum Khoiro Ummah, 13.1 (2018)

Putri, Alifia Fernanda, ‘Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya’, SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3.2 (2018), 35

Rane, Halim, ‘The Relevance of Maqasid Approach For Political Islam Post Arab Revolutions,’ Journal of Law and Religion, 28.2 (2012), 489–520

Satriawan, Iwan, and Tanto Lailam, ‘Open Legal Policy Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Dan Pembentukan Undang-Undang’, Jurnal Konstitusi, 16.3 (2019)

Sebyar, Muhammad Hasan, ‘Perkawinan Ditinjau Dari Moderasi Hukum Yusuf Qaradawy’, Al-Azhar Islamic Law Review, 2.2 (2020)

Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Mishbāh, Cetakan ke (Jakarta: Lentera Hati, 2017)

Sodiqin, Ali, Fikih Ushul Fikih, Sejarah, Metodologi Dan Implementasinya Di Indonesia (Yogyakarta: Beranda Publishing, 2012)

Suadi, Amran, Filsafat Hukum: Refleksi Filsafat Pancasila, Hak Asasi Manusia Dan Etika (Jakarta: Prenada Media, 2019)

Suadnyani, Ni Nyoman Endi, AA. Sagung Wiratni Darmadi, and I Ketut Westra, ‘Kecakapan Berdasarkan Batasan Usia Dalam Membuat Perjanjian Dihadapan Notaris’, Kertha Semaya, 5.1 (2017), 1–5

Suherman, Ade Maman, and J Satrio, Penjelasan Hukum Tentang Kecakapan Dan Kewenangan Bertindak Berdasar Batasan Umur (Jakarta: Nasional Legal Reform Program, 2010)

Umar, Muksin Nyak, and Rini Purnama, ‘Persyaratan Perkawinan Menurut Mazhab Hanafi’, Samara Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2.1 (2018)

Wafa, Moh Ali, ‘Telaah Kritis Terhadap Perkawinan Usia Muda Menurut Hukum Islam’, Ahkam, 17.2 (2017)

Winata, I Made Jaya, ‘Batas Umur Dewasa Bagi Warga Masyarakat Hukum Adat Desa Adat Sanur Propinsi Bali Dalam Pembuatan Akta Perjanjian Di Hadapan Notaris’, Tesis, Universitas Diponegoro Semarang, 2012

Yahya, Yudrik, Psikologi Perkembangan, Cetakan ke (Jakarta: Kencana, 2015)

Zuhaily, Wahbah, Ushu Al-Fiqh Al-Islamy (Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’asirah, 2013)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.