Marriage Divorce in The Lampung Pepadun Customary Law: A Maqasid Sharia Perspective

  • Muhammad Yasir Fauzi UIN Raden Intan Lampung
  • Agus Hermanto Faculty of Sharia UIN Raden Intan Lampung
  • Saiyah Umma Taqwa Faculty of Sharia Darussalam University Gontor
Abstract views: 232 , PDF downloads: 107
Keywords: Marriage Divorce, Customary Law, Lampung Pepadun

Abstract

The people of Lampung have a paradigm that marriage is life and death, while divorce is forbidden because it will separate the two prominent families according to custom. This study aims to examine the paradigm of the Lampung indigenous people regarding the prohibition of divorce from the perspective of maqasid sharia. This qualitative field research has a socio-philosophical approach to reviewing maqasid sharia. While the primary data is by interviewing Lampung traditional leaders and communities, the secondary data is books and articles published about the prohibition of divorce in the indigenous people of Lampung. Philosophically, the people of Lampung have a life philosophy of pill pesenggiri (self-esteem) for the sake of maintaining the sacredness of the Lampung Pepadun traditional marriage, which is carried out according to religion and custom, so that divorce becomes a disgrace because it will lower family pride. However, this does not mean that it is absolute that divorce is an emergency exit, even though it is taboo by customary law. Meanwhile, historically, this customary prohibition law has been passed down by previous ancestors, which the indigenous people of Lampung preserved to protect their descendants (hifdzu nasl).

Author Biography

Muhammad Yasir Fauzi, UIN Raden Intan Lampung
Mohon dibantu

References

Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Akademika Pressindo, 2007

Abu Ishaq al-Syatibi, al-I’tisam, jilid II, Riyad:al-Haditsah, tt.

Ahmad Rifa’i, Penemuan Hukum Oleh Hakimdalam Perspektif Hukum Progresif, cet-1, Jakarta: Sinar Grafika, 2010

Abdul Wahab Khalaf, Kaidah-Kaidah Hukum Islam, diterjemahkan oleh Noer Iskandar, Jakarta: Rajawali Press, 1996

Abdul Rahman Ghazali, Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana, 2010

Amir Syarifuddin, Usul Fikih, jilid-2, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999

Ahmad bin Ali al-Mubaraki, al-‘Urf wa Atsaruhu fi al-Syari’ah wa al-Qonun, dikutip oleh Asmawi, Jakarta: Amzah, 2011

Asmin, Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis: Studi Perbandingan Sistem Hukum Islam, cet-1, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, tt.

Busyro, Fatwa-Fatwa Kontemporer Yusuf Qaradhawi dan Kaitannya dengan Maqashid al-Syari’ah,Disertasi S3 mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang 2014

Chairul Umam dkk, Ushul Fiqh I, Bandung: Pustaka Setia, 2008

Fahruddin, Falsafah Piil Pesenggiri, Sebagai Norma Tatakrama Kehidupan Sosial Masyarakat Lampung. Bandar Lampung, Bandar Maju, 1996.

Hadikusuma, Hilman, Adat Istiadat Daerah Lampung, Bandar Lampung, Arian Jaya, 1996.

Hilman Hadi Kusuma, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia, Bandung: Bandar Maju, 2013

Hasan Basri, Keluarga Sakinah Tinjauan Psikologi dan Agama, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004

Henry Cloud dan John Townsend, Boundaries In Marreage (Alih bahasa oleh Connie Item Corputty: Batas-Batas Dalam Pernikahan), Batam: Interaksara, 2002

al-Imám al-Ghazaly, Ihyá’ Ulûm al-Dîn, Indonesia: Haramain, t.t., Jilid 2.

Irianto dan Shidarta, ed., Metode Penelitian Hukum, edisi 1, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2009

Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial Lainnya, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1999

Kutbuddin Aibak, Metodologi Pembaharuan Hukum Islam, Yogyakarta: Pelajar, 2008

Muh. Mukri, Paradigma Maslahat dalam Perspektif dalam Pemikiran al-Ghazali Sebuah Studi Aplikasi dan Implikasi terhadap Hukum Islam Kontemporer, Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2011

Muhammad Muslehuddin, Filsafat Hukum Islam al-Ghazali; Maslahah Mursalah dan Relevansinya dengan Pembaharuan Hukum Islam, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2002

Muhammad Muslehuddin, Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Komperative Studi of Islamic Legal System, diterjemahkan oleh Yudian Wahyudi

Negara RI, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), Yogyakarta: Yunestesia, 2009

Puspawidjaja, Rizani, dkk, Adat Dan Upacara Perkawinan Daerah Lampung, Jakarta, Dedikbud; Proyek Investasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, 1994.

Pius A Partanto dan M. Dahlan Al-Bari, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 1991

Romli Atmasasmita, Teori Hukum Integratif: Rekontruksi terhadap Teori Pembangunan dan Teori Hukum Progresif, cet-1, Yogyakarta: Gentaa Publishing, 2012

Syaikh Mutawalli al-Sya’rawi, Fikih Perempuan Muslimah Busana dan Perhiasan Penghormatan atas Perempuan Sampai Wanita Karir, Jakarta: Amzah, 2009

Satjipto Rahardjo, “Hukum Progresif Sebagai Dasar Pembangunan Ilmu Hukum di Indonesia”, dalam, Ahmad Gunawan BS dan Mu’ammar Ramadhan (Peny)., Menggagas Hukum Progresif Indonesia, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006

Sabian Utsman, Menuju Penegakan Hukum Responsif, cet. 2 Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010

Sitorus, dkk, Integrasi Nasional, Suatu Pendekatan Budaya Masyarakat di Lampung, Bandar Lampung, Arian Jaya, 1996.

Soerjono Seokamto dan Sri Mamuji, Penelitian Hukum Normatif-Suatu Tinjaun Singkat Jakarta:Rajawali Press, 1985

Wirjono Pradjodikoro, Hukum Perkawinan di Indonesia, Bandung:Vorkink, tt.

Widodo Dwi Putro, Kritik Terhadap Paradigma Positivisme Hukum, cet-1, Yogyakarta: Genta Publishing, 2011

Yusuf al-Qaradhawi, Dirasah fi Fiqh Maqashid al-Syari’ah, diterjemahkan oleh Arif Munandar Riswanto, Fiqh Maqashid Syari’ah, Jakarta Pustaka al-Kautsar, 2007

PlumX Metrics

Published
2022-12-30
How to Cite
Fauzi, M. Y., Hermanto, A., & Taqwa, S. U. (2022). Marriage Divorce in The Lampung Pepadun Customary Law: A Maqasid Sharia Perspective. Justicia Islamica, 19(2), 351-370. https://doi.org/10.21154/justicia.v19i2.3920
Section
Articles