PELATIHAN PENGOLAHAN KUNYIT MENJADI SERBUK MINUMAN SIAP SEDUH UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN EKONOMI MASYARAKAT DUSUN GEMBES DESA SLAHUNG KECAMATAN SLAHUNG

Zeni Murtafiani(1*), Yayuk Wahyuni(2), Herry Suprajitno(3)

(1) IAIN Ponorogo
(2) Departemen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
(3) Departemen Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
(*) Corresponding Author

Abstract


Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas dan keterampilan masyarakat Dusun Gembes, Desa Slahung Kec. Slahung, Kabupaten Ponorogo untuk mengolah kunyit menjadi menjadi minuman siap seduh. Kegiatan dilaksanakan dua kali bertempat di rumah Bapak Kasun dan di rumah Bapak Kepala Desa dengan melibatkan 20 orang pada tahap pertama, dan 40 orang pada tahap kedua. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan interaktif dan demonstrasi dengan melalui tiga tahap, yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan sasaran tentang kunyit serta pengolahannya menjadi minuman siap seduh. Sasaran juga tertarik untuk mengonsumsi dan memproduksi sendiri minuman rempah yang didemonstrasikan, dan akan mempraktekkan penjualan bubuk kunyit siap seduh untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Masyarakat juga antusias untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada orang lain di Dusun Gembes.

This community service activity aims to increase the knowledge, creativity and skills of the people of Gembes Hamlet, Slahung Village, Kec. Slahung, Ponorogo Regency to process turmeric into a ready-brewed drink. The activity was carried out twice at the house of Mr. Kasun and at the house of the Village Head, involving 20 people in the first stage, and 40 people in the second stage. In this activity, interactive counseling and demonstration methods are used through three stages, namely the preparation, implementation and evaluation stages. The results of the implementation of the activity showed an increase in target knowledge about turmeric and its processing into a brewed drink. are also interested in consuming and producing their own spice drinks which are demonstrated, and will practice selling turmeric powder ready to brew to improve the economic level of the community. The Gembes Village community is also enthusiastic about passing on their knowledge to others.


Keywords


Training, Turmeric Powder, Community Economy

Full Text:

PDF

References


Mulyani S, Harsojuwono BA, dan Puspawati GAKD. “Potensi Minuman Kunyit Asam (Curcuma domestica Val.-Tamarindus indica L.) sebagai Minuman Kaya Antioksidan.” Agritech 34, no. 1 (2014).

Pasaraenga, Erling, Jemmy Abidjulua, dan Runtuwenea Max R. J. “Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) dalam Upaya Mempertahankan Mutu Ikan Layang (Decapterus sp).” Jurnal MIPA Unsrat 2, no. 2 (2013): 84–87.

Rezki RS, Dwimas A, dan Siswarni MZ. “Ekstraksi Multi Tahap Kurkumin dari Kunyit (Curcuma Domestica Valet) Menggunakan Pelarut Etanol.” Jurnal Teknik Kimia USU, 2015.

Warni. Wawancara tentang Transek Dusun Gembes, 16 Juli 2019.

Winarti, C, dan N. Nurdjanah. “Peluang Tanaman Rempah dan Obat sebagai Sumber Pangan Fungsional” 24, no. 2 (2005).




DOI: https://doi.org/10.21154/inej.v2i1.3038

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Zeni Murtafiani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Inej indexed by: