PELATIHAN DIGITAL MARKETING BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT UNTUK MENINGKATKAN OMSET PRODUK ANYAMAN DI DESA KUPUK, PONOROGO

Authors

  • Yessy Istiana Universitas PGRI Madiun
  • Ari Prastyowati Universitas PGRI Madiun
  • layla Maulida Universitas PGRI Madiun
  • Muhammad Hanif Universitas PGRI Madiun

Keywords:

Digital Marketing, Perajin Anyaman, ABCD, Desa Kupuk

Abstract

Desa Kupuk menghasilkan banyak perajin anyaman tradisional seperti tas buwuh, tas belanja, dompet, keranjang buah, dan berbagai produk rumah tangga lainnya. produk anyaman tersebut dibuat dengan bahan rotan sintetis atau rotan plastik dari kualitas sedang sampai kualitas tinggi tinggal permintaan pasar. Kebanyakan dari perajin masih memasarkan secara tradisional yaitu dijual ke pasar, dipasarkan dari mulut kemulut, dan dijual ke pengepul. Untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan memperluas jangkauan penjualan produk anyaman local Desa Kupuk, maka kami mahasiswa UNIPMA memberikan pelatihan digital marketing. Kami menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan aset yang dimiliki pengrajin, meliputi keterampilan produksi, kreativitas, jejaring sosial, serta ketersediaan perangkat digital. Pelatihan mencakup pengenalan digital marketing, teknik fotografi produk, pembuatan konten visual, pengelolaan media sosial, dan pendampingan publikasi secara konsisten. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas konten, aktivitas promosi, serta interaksi dengan calon pembeli. Beberapa perajin mengalami kenaikan omset 15–35% setelah tiga minggu penerapan strategi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam memperkuat kemandirian pengrajin dan mendorong transformasi pemasaran dari metode konvensional menuju digital.

References

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik e-commerce 2024. Badan Pusat Statistik.

Bank Indonesia. (2025, August 4). QRIS Jelajah Indonesia 2025 dorong digitalisasi dengan semangat kebangsaan. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2717025.aspx

Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (7th ed.). Pearson.

Evans, D., & Bratton, S. (2021). Social media marketing: An hour a day (3rd ed.). Wiley.

Howkins, J. (2013). The creative economy: How people make money from ideas. Penguin Books.

Jamaludin, A. N. (2015). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Pustaka Setia.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2025, October 30). Dukungan transformasi digital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6628/dukungan-transformasi-digital-dalam-mengakselerasi-pertumbuhan-ekonomi-nasional

Kotler, P., & Armstrong, G. (2020). Principles of marketing (18th ed.). Pearson.

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. Institute for Policy Research.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.

Ryan, D. (2017). Understanding digital marketing: Marketing strategies for engaging the digital generation (4th ed.). Kogan Page.

Sarfiah, S. N., Atmaja, H. E., & Verawati, D. M. (2019). UMKM sebagai pilar membangun ekonomi bangsa. Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan), 4(2), 137–146.

Setiawan, B. (2018). Edukasi e-commerce pada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Palembang. Jurnal Abdimas Mandiri, 2(2), 106–110.

Tambunan, T. T. H. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan, kendala, dan tantangan. Prenada Media.

Wardhana, A. (2015). Strategi digital marketing dan implikasinya pada keunggulan bersaing UKM di Indonesia. Forum Keuangan dan Bisnis IV, 327–337.

Downloads

Published

2025-07-30

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.